Cicipi Rawon Penjara Bu Har di Solo

Rawon memang cocok di lidah siapapun khususnya orang Jawa ya. Rawon biasa dijual di pagi atau malam hari. Nasi dengan daging ditambah guyuran kuah rawon tentu akan lezat dinikmati di dinginnya pagi atau heningnya malam. Eh kok jadi puitis gini haha.

Mumpung di Solo, aku mau nyobain kuliner rawon nih. Setelah cari cari rekomendasi di google, akhirnya nemu kuliner rawon yang sepertinya cukup lezat. Kondangnya sih, kuliner rawon yang satu ini adalah rawon langganan Presiden RI Joko Widodo. Widih penasaran juga dong pengen nyobain, Pak Presiden aja pernah.

Nama warungnya adalah Warung Makan Rawon Penjara Bu Har. Terletak di Jalan Brigjend Slamet Riyadi no 16, Kampung Baru, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Cukup mudah ditemukan karena lokasinya yang cukup strategis. Yang datang dari luar kota dan masih bingung dengan tempatnya, kalian bisa mengikuti petunjuk atau arahan google maps aja ya, mudah bukan?

Baca juga : Keliling Cobain Wisata Kuliner di Malang yang Lezat

Warung Makan Rawon Penjara Bu Har cukup terkenal dan banyak yang bilang kalau rasanya enak. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 6 pagi hingga pukul 3 sore. Yang cari anget angetan buat sarapan, bisa banget mampir kesini.

Karena Warung Makan Rawon Penjara Bu Har udah cukup terkenal, tak heran kalau rawon ini selalu rame pembeli bahkan terkadang pembeli harus rela mengantri.

Ada yang penasaran nggak dari mana sebutan ‘penjara’ berasal? Awalnya kukira konsep ruangan atau warung ini berbentuk seperti penjara atau lapas. Namun ternyata tidak, nama warung penjara diberikan karena lokasi warung ini yang berada di sebelah Lapas 1 Surakarta. Unik juga ya pemberian namanya! Tenang, kalian nggak akan makan bersamaan dengan penghuni lapas kok.

Tak hanya dari Solo, pengunjung Warung Makan Rawon Penjara Bu Har ini ada yang dari luar kota juga lho. Pak Bondan Winarno juga pernah mampir dan mengacungi jempol Warung Makan Rawon Penjara Bu Har ini. Udah kebayang dong enaknya?

Nggak cuma cocok disantap di pagi hari yang dingin, Rawon Penjara Bu Har ini juga rame di jam jam makan siang lho. Banyak pegawai kantor, pelajar, maupun mahasiswa yang mampir kesini saat siang hari. Tak heran kalau siang warung ini selalu keliatan penuh.

Baca juga : Keliling Surabaya Wajib Cicipi Makanan Ini

Ada 2 menu utama yang bisa kalian pilih di Warung Makan Rawon Penjara Bu Har ini. Menunya adalah nasi rawon pisah dan nasi rawon campur, meskipun menunya terlihat sederhana, tapi jangan tanya soal rasa, wenak.

Warung Makan Rawon Penjara Bu Har ini terkenal sebagai warung rawon legendaris di Solo. Bagaimana tidak, Warung Makan Rawon Penjara Bu Har sudah berdiri sejak 1970 lho. Udah sekitar hampir 50 tahun, dan masih jaya sampe sekarang lho.

Soal harga, masih bisa diatasi dengan kantong pelajar bro n sis . Harga satu porsi nasi rawon campur Rp 13.000,- dan nasi rawon pisah Rp 16.000,-. Meskipun terkenal dan legendaris, harganya nggak begitu mahal ternyata. Super rekomended!

Nama Bu Har yang tersemat pada nama rawon legendaris ini adalah nama pemiliknya yakni Ibu Haryati. Kata beliau, yang membedakan Rawon Penjara dengan rawon lainnya adalah bumbunya yang kental dan hitam pekat. Sepertinya, semua pecinta rawon justru suka bumbu yang kental dan hitam pekat gini deh, tak heran kalau laris terus yaa.

Keliling Surabaya Wajib Cicipi Makanan Ini (3)

Rawon

Rawon menjadi salah satu makanan khas Surabaya berkuah yang paling banyak dicari. Rawon memiliki kekhasan dalam warna dan rasanya.

Kuah hitam rawon yang khas berpadu dengan daging empuk adalah hidangan terfavorit yang biasa disantap warga Surabaya maupun para wisatawan.

Karena rasanya yang enak dan unik, kini beragam jenis rawon telah tersebar dan dijual di seluruh Indonesia dengan inovasi varian yang berbeda-beda.

Rawon adalah salah satu ciri khas Surabaya yang wajib kalian coba langsung di tempat asalnya.

Soto Gubeng

Soto Gubeng adalah salah satu varian soto yang telah menjadi makanan khas Surabaya. Sejarah soto Gubeng cukup menarik, karena soto ini sudah ada sejak zaman Hindia Belanda.

Nama soto Gubeng diambil dari nama sebuah kecamatan di Surabaya tempat stasiun paling besar di kota itu berada.

Di stasiun Gubeng inilah soto gubeng pertama kali muncul. Soto ini menggunakan bahan dasar daging dan jeroan sapi dengan kuah kaldunya yang sangat nikmat.

Pecel Semanggi

Dan untuk menu terakhir dalam rekomendasi makanan khas di kota Surabaya adalah Pecel semanggi. Pecel kebanggaan masayarakat Surabaya ini berasal dari daerah Benowo, namnya Pecel Semanggi.

Benowo adalah sebuah tempat di pinggiran Kota Surabaya berbatasan dengan Gresik. Bahkan hidangan legendaris ini juga diabadikan dalam lirik lagu berjudul Seamnggi Suroboyo.

baca juga artikel berikut ini : Keliling Wisata ke Surabaya

Beberapa keunikan dari Pecel Semanggi adalah penggunaan daun semanggi dan kecambah. Kemudian bumbu pecel yang digunakan, karena terbuat dari campuran ketela rambat, kacang tanah, gula merah dan petis.

Selain itu, cara menikmati hidangan ini juga unik yaitu menggunakan kerupuk sebagai sendok dan disajikan di atas daun pisang.

Pecel Semanggi bisa dibeli di Selendang Semanggi dan Semanggi Dempo seharga Rp7.000 – Rp10.000/porsi.

Zangrandi Ice Cream

Setelah menikmati makanan-makanan sebelumnya yang cenderung pedas dan berminyak, kini saatnya kalian berkenalan dengan salah satu dessert paling populer di Surabaya.

Zangrandi Ice Cream adalah menu tambahan khas Surabaya yang berada di daftar rekomendasi kali ini.

Toko es krim Zangrandi sudah berdiri sejak 1930-an dan menawarkan ragam desert klasik yang lezat. Setiap varian es krimnya serasa menyeret kalian ke masa lalu dan bernostalgia.

Di Zangrandi Ice Cream, kalian bisa menikmati banana split, macadonia, tutti fruity, dan masih banyak lagi. Toko es krim ini adalah salah satu yang legendaris di Surabaya.