Oleh-oleh Khas Surabaya Paling Laris (3)

Bebek Djangkep

Normalnya, hidangan bebek atau ayam goreng bukanlah makanan yang tahan lama. Kalau tidak disantap di restoran, ya dibawa pulang untuk segera dimakan. Namun Bebek Djangkep menawarkan sesuatu yang sepenuhnya berbeda.

Kalian bisa membawa pulang bebek yang telah dibumbui tapi tahan selama dua bulan. Bebek Djangkep mengolah ayam dan bebek dengan cara diungkep dengan bumbu-bumbu pilihan dan kemudian dikemas dalam plastik kedap udara.

Kamu cukup menggoreng bebek atau ayam yang sudah kalian beli sesuai selera, biasanya sampai berwarna coklat keemasan. Ada dua varian rasa yang bisa kalian pilih; bumbu kuning khas Madura atau bumbu betutu khas Bali.

Selain higienis dan lezat, Bebek Djangkep juga sudah memiliki sertifikat halal. Oleh-oleh khas Surabaya ini pas banget dijadikan buah tangan buat yang doyan makan bebek dengan bumbu tradisional.

Alamat : Jl. Tidar No. 20 B, Sawahan, Surabaya
Harga: Mulai dari Rp. 80,000.

Almond Crispy Cheese

Gurih, renyah, dan citarasa kejunya sangat terasa. Buat kalian yang suka ngemil makanan ringan, Almond Crispy Cheese bisa jadi pilihan tepat.

Cemilan ini hits banget di Surabaya dan telah menjadi salah satu oleh-oleh wajib. Biskuitnya sendiri sangat tipis dan crunchy banget, terbuat dari telur, gula, tepung, dan susu bubuk.

Yang akan membedakan adalah warna serta rasa biskuitnya. Awalnya ada rasa original (warna kuning), green tea (hijau), dan cokelat (coklat). Kemudian variannya berkembang dengan ditambah strawberry, blueberry, dan durian.

Semuanya ditaburi topping gurih kacang almond dan parutan keju, sesuai namanya. Wadahnya terlihat berkelas, sehingga buah tangan ini akan mampu membuat penerimanya terkesan.

Alamat : Jl. Bunguran No.21, Bongkaran, Kec. Pabean Cantian, Surabaya.
Harga: Mulai dari Rp. 45,000.

baca juga artikel berikut ini : Oleh-oleh Khas Surabaya Paling Laris (4)

Abon Sapi Padmosusastro

Patmosusastro sebenarnya bukanlah merek dari abon sapi khas Surabaya ini. Patmosusastro adalah nama jalan di mana sentra pembuatan abon berada.

Pelopor sekaligus pemilik merek abon paling terkenal di kampung ini adalah Bu Sarti. Ia memulai usaha pembuatan abon sejak 1995. Lantaran kesuksesannya, para tetangga dan bekas pegawainya ikut membuat usaha yang sama.

Kampung di kelurahan Pakis ini pun sudah resmi ditetapkan sebagai sentra produksi abon sapi oleh pemerintah setempat. Abon di sini memiliki dua varian rasa; pedas dan manis.

Karena ini adalah usaha rumahan, kalian juga punya kesempatan untuk melihat proses pembuatan abon itu secara langsung. Abon yang dijual di sini bisa sangat awet, sanggup bertahan sampai enam bulan.

Alamat : Jl. Patmosusastro No.86, Darmo, Kec.  Wonokromo, Surabaya.
Harga: Rp. 30,000 per 100 gram.