Explorer Maluku ke Pulau Pombo

Maluku merupakan salah satu provinsi di daerah timur Indonesia yang mulai dilirik wisatawan. Destinasi yang tidak kalah menariknya adalah wisata bahari. Karena Provinsi Maluku terbagi-bagi terbagi-bagi ke beberapa pulau, maka sepanjang batas daratan dan laut terdapat pantai. Rata-rata pantai di Maluku berpasir putih. Salah satunya yaitu Pantai Pulau Pombo. Pulau Pombo terletak di Kecamatan Salahhutu, Kabupaten Maluku Tengah atau secara geografis berada di antara Pulau Haruku dan Pulau Ambon.

Luasnya memang tidaklah terlalu besar hanya 4 km persegi saja, namun jika kalian berkunjung ke Pulau cantik di Maluku ini, maka beragam pesona alam serta ketenangan bisa kalian dapatkan. Pulau indah ini menyimpan berbagai keindahan alam baik darat maupun laut yang sangat menawan, belum lagi pulau kecil ini masih alami dan tak berpenghuni tentunya membuat nuansa liburan kalian akan sangat berkesan. Bagi kalian yang menggemari kegiatan menyelam, Pulau Pombo juga dikatakan sebagai salah satu spot snorkeling dan diving baru di Maluku yang mulai menarik minat penyelam baik dari dalam maupun luar negeri.

Pulau Pombo memiliki keanekaragaman hayati dan ekosistemnya yang cukup tinggi, oleh sebab itulah Pulau Pombo dijadikan sebagai kawasan konservsi baik daratan yang ditunjuk sebagai cagar alam maupun perairan yang mengelilinginya sebagai taman wisata alam laut.

Baca juga artikel berikut ini : Pulau Beras Basah Si Jelita Dari Bontang

Di pulau ini kalian bisa berenang, snorkling, menyelam, memancing, trekking, pengamatan burung, jalan kaki mengelilingi pulau, dan berbagai aktivitas wisata alam lainnya.

Daratan indah yang seakan megapung sendiri di tengah laut, dengan pasir putih dan warna air laut jernih membuat mata kalian terpukau akan keindahannya. Dengan predikatnya sebagai cagar alam dan taman laut, maka di sana kalian akan menukan beragam spesies hewan darat serta laut yang unik dan indah, dari sekian hewan di Pulau Pombo yang tentunya paling bisa kalian temukan adalah spesies burung pombo yang memang hidup di wilayah Maluku. Spesies burung ini terbang hilir mudik dengan jumlah yang cukup banyak.

Keindahan pulau ini juga cukup menakjubkan ketika air sedang surut. Daratan baru yang awalnya merupakan perairan dangkal perlahan mulai terlihat dan berubah menjadi pasir-pasir yang membentuk daratan. Area pulau dikelilingi oleh batu karang kecil dan besar serta atol dengan air sebening kristal. Ada banyak spesies ikan, kerang, dan rumput laut dibawah laut Pulau Pombo. Jika kalian datang ke pualu indah ini, maka hal wajib yang harus kalian coba adalah diving atau menyelam, Biota laut dan kekayaan alam yang terlihat disekitar Pulau Pombo akan membuat kalian takjub. Karena keindahan bawah laut yang dihuni ikan berwarna-warni serta terumbu karang masih terjaga dengan baik.

Biasanya pulau ini digunakan sebagai tempat berkemah karena suasananya yang sangat cocok untuk mendirikan tenda. Di tengah pulau banyak pohon-pohon rindang yang bisa digunakan untuk berteduh. Jika ingin mengunjungi pulau berpasir putih ini, kalian harus datang pada saat musim sedang baik. Jika cuaca sedang buruk, banyak kapal nelayan yang tidak mau mengantar hingga ke Pulau Pombo. Hal ini dikarenakan ombak yang sangat besar bisa menerjang kapal kecil.

Baca juga artikel berikut ini : Explorer Maluku ke Museum Siwalima

Pulau Pombo merupakan sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni, keadaan alamnya masih sangat natural, sebab bagian hutannyapun masuk ke dalam hutan cagar alam. Oleh karena itu kalian tidak akan menemukan fasilitas apapun di sana, bahkan untuk papan penunjuk sekalipun. Sehingga untuk akomodasi wisata yang paling memungkinkan adalah kalian mendirikan tenda dan bermalam di alam terbuka Pulau Pombo yang sangat indah, atau pilihan lainnya kalian bia kemabali ke desa terdekat.

Begitu pula dengan makanan kalian sebaiknya membawa makanan sendiri jika berkunjung ke Pombo, namun perhatikan untuk membawa kembali sampah dari makanan yang kalian bawa. Jangan lupa juga untuk membwa persediaan air serta obat-obatan untuk penanganan darurat mengingat lokasinya yang terpencil dan cukup jauh dari desa berpenghuni terdekat.

Akses menuju pulau ini dari kota Ambon menggunakan kendaraan bermotor menuju ke Tulehu, sekitar kurang lebih 1 (satu) jam dilanjutkan dengan menggunakan speedboat menuju Pulau Pombo sekitar 15-20 menit dengan harga sewa berkisar antara 300-500ribu. Bisa juga dengan menggunakan perahu nelayan dari pelabuh

Explorer Maluku ke Museum Siwalima

Salah satu tempat yang bisa dikunjungi saat ingin mempelajari adat istiadat rakyat Maluku di Ambon adalah Museum Siwalima. Museum Siwalima terletak di kawasan Taman Makmur, Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Museum ini didirikan pada tanggal 8 November 1973, namun diresmikan pada tanggal 26 Maret 1977.

Walaupun obyek wisata yang satu ini merupakan tempat peninggalan benda-benda bersejarah, namun bangunan museum ini berada di atas bukit yang menghadap Teluk Ambon dengan keeksotisannya yang akan membuat kalian terpesona. Siwa yang diambil dari kata ulusiwa yang bermakna sembilan kerajaan dari wilayah selatan maluku ini berarti siwa adalah sembilan. Dan lima diambil dari kata patalima yaitu lima kerajaan dari wilayah utara maluku berarti lima adalah lima.

Dari dua kata tersebut, terciptalah satu arti baru Siwalima yang mewakili kekayaan sejarah, alam, dan budaya Maluku, tanah para raja-raja. Pertama kali yang akan kalian jumpai di Museum Siwalima adalah kata “usu mae upu” yang bermakna silakan masuk ini berada di pintu masuk. Awalnya Museum Siwalima hanya menyimpan sesuatu yang berbau adat istiadat dan seiring waktu berjalan, barulah tempat ini dijadikan dua bagian.

Museum Siwalima pertama berisi tentang semua hal yang berkaitan dengan kelautan, khususnya sejarah kelautan masyarakat Ambon. Tidak hanya benda-benda yang berkaitan dengan sejarah, tetapi juga berisi fosil-fosil binatang laut diantaranya adalah tiga fosil ikan paus yang sangat besar. Dan yang paling besar adalah ikan paus seukuran 23 meter.

Museum kedua atau Museum Budaya Siwalima berisi segala sesuatu atau benda-benda yang berbau sejarah budaya Maluku. Ada bangunan asli maluku, alat-alat pertanian, pakaian adat, uang lama, senjata khas, perlengkapan upacara adat dan guci-guci peninggalan penjajah Jepang.

Baca juga artikel berikut ini : Menjajaki Kaki ke Pulau Bair di Maluku

Semua koleksi yang berjumlah 5684 buah ini masih terjaga hingga detik ini. Bahkan, sesuai dengan aturan yang dibuat oleh pengelola Museum kamera dengan sinar blitz tidak diperkenankan memotret benda-benda seperti kain atau foto-foto yang sudah tua.

Banyak informasi yang akan diperoleh terkait kehidupan masyarakat Maluku dari masa ke masa. Ada jasa pemamdu bagi kalian yang ingin mendapatkan penjelasan yang lebih detail. kalian juga bisa melakukan permintaan khusus seperti demo pembuatan kain tenun, pementasan musik lokal dan tarian. Lokasi Museum Siwalima ini sangat indah, terletak di atas bukit yang menghadap ke Teluk Ambon. Memiliki jarak hanya lima kilometer dari Ambon. Sehingga kamu bisa melihat panorama teluk dari atas ketinggian.

Karena lokasinya ini, tempat ini menjadi tempat yang sempurna ketika ingin melihat keeksotisan teluk. Museum Siwalima buka setiap hari Selasa-Kamis pukul 08:00 – 14:00 WIT, hari Sabtu buka pada pukul 08:00 – 13:00 WIT, hari Minggu buka pada pukul 08:00 – 15:00 WIT, sedangkan setiap Hari Senin dan hari libur nasional museum ini tutup. Harga tiket untuk masuk ke Museum Siwalima Rp. 3000/orang untuk dewasa, Rp. 1.500/orang untuk anak-anak dan Rp. 1.000/orang untuk rombongan.

Explore Sukabumi ke Situ Batu Karut

Danau atau Situ Batu Karut terletak di daerah Kampung Batu Karut RT 3/RW 08, Desa Selawi, Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat. Danau ini membelah 2 kampung yaitu Kampung Batu Karut yang berada disisi timur, dan Kampung Pulopanggang disisi barat.

Dibalik nama Batu Karut ternyata memiliki cerita yang menarik. Menurut cerita orang sekitar, di areal tersebut dulunya ada sebuah batu yang terikat akar beringin dan ajaibnya akar beringin ini bisa mengangkat batu itu keatas kurang lebih 1 meter.

Dalam bahasa sundanya “Batu anu dikarut ku akar” yang artinya “Batu yang diikat dengan akar”. Maka kampung tersebut dinamakan Kampung Batu Karut. Tapi sekarang batu yang di ikat oleh akarnya itu sudah tidak ada.

Danau ini awalnya hanya terdapat rumah-rumah dan tempat penggilingan beras. Kemudian setelah orang-orang yang tinggal disana pindah, tempat itu dijadikan tempat wisata Situ Batu Karut atau Danau Batu Karut.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Sukabumi ke Pantai Ujung Genteng

Saat weekend dan hari libur, banyak orang yang berolah raga ataupun berekreasi disini, dan juga ada yang sambil memancing ikan. Ditempat ini terdapat perahu bambu atau rakit yang biasa digunakan untuk memancing ikan. Selain untuk memancing, perahu atau rakit tersebut bisa juga dipakai untuk sekadar bermain-main ketengah danau.

Jernihnya air yang keluar dari mata air disana membuat Dinas Perairan Kabupaten Sukabumi tertarik untuk menelitinya dan membuatnya menjadi sumber mata air bagi PDAM.

Yang menjadi tujuan utama orang berkunjung ke Danau Batu Karut atau ke Kampung Batu Karut adalah tempat pemandiannya bernama “Pancuran 7” yang berada di sebelah utara Danau Batu Karut. Pancuran 7 memiliki air yang sangat jernih yang langsung berasal dari sumber mata air.

Explore Kuningan ke Curug Ngelay

Banyak yang menyebutkan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki berbagai keindahan alam yang menakjubkan. Dari berbagai tempat wisata alam yang dapat dikunjungi ada satu tempat wisata alam yang lagi ramai dikunjungi oleh pengunjung yaitu Curug Ngelay. Lokasinya berada di Desa Begawat, Kecamatan Salajambe, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.

Curug Ngelay adalah sebuah nama yang diambil dari bahasa Sunda yang artinya air terjun yang menetes. Tapi kata Ngelay sendiri biasa dipakai oleh masyarakat Sunda untuk istilah orang yang ngiler.

Istilah Ngelay dapat diartikan sebagai aliran air yang kecil dan tidak terlalu deras. Curug ini dinamakan Curug Ngelay, mungkin karena jika pada musim kemarau debit air di Curug ini relatif kecil.

Sehingga air yang turun pun hanya aliran-aliran kecil yang meluber di batuan tebing. Jika musim hujan, Air Terjun ini mempunyai debit air yang cukup banyak sehingga akan terlihat lebih menawan.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Payung

Air terjun ini mempunyai ketinggian 130 meter dan lebar tebing batu sepanjang 200 meter lebih, bahkan membuat ingin menuruni tebingnya. Rasanya ingin berlama-lama di bawah curug yang benar-benar menakjubkan tersebut.

Tebing di Curug Ngelay seperti membentuk huruf b jika dari kiri. Kalian bisa menaiki undakan tebing yang tingginya sekitar 2-3 meter. Kalian bisa merayap naik tapi harus berhati-hati jika batuan licin apalagi ketika debit air cukup deras. Ketika sampai di atas undakan, kalian bisa berfoto diatas sana dengan latar belakang tebing yang indah.

Di aliran sungai dibawah air terjun, terdapat sebuah batu berukuran raksasa disebut “batu balandongan”. Kalian juga diperbolehkan untuk mandi dibawah curug. Tak sedikit kalian yang mandi dibawah Curug Ngelay karena mungkin airnya yang sejuk.

Walaupun curug ini berada tersembunyi di dalam hutan tapi banyak pengunjung dari luar sana berdatangan untuk mengunjungi Curug Ngelay bahkan beberapa bulan kebelakang curug ini sudah menjadi trend wisata dan ramai dibicarakan di media sosial.

Explore Kuningan ke Bukit Lambosir

Lambosir merupakan sebuah kawasan bukit di lereng Gunung Ciremai di Blok Lambosir, Desa Setianegara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Nama Lambosir berasal dari nama daging bagian dalam yang memiliki rasa paling enak. Menurut pengelola, masyarakat menamai dengan kata Lambosir karena harapan akan lingkungan yang enak dan tenteram untuk ditinggali.

Bagi para offroader lokasi wisata ini mungkin tidak asing. Hanya mobil-mobil yang memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk bisa kesana. Jalur yang ada disana cukup ekstrem untuk dinaiki oleh kendaraan biasa apalagi jika kendaraan yang dinaiki tidak memenuhi standar untuk bisa ngetreck di jalur-jalur pegunungan.

Banyak yang menyebut lokasi wisata ini dengan Yamaha Forest karena dulunya lokasi wisata ini adalah kawasan hutan konservatif yang digagas oleh Taman Nasional Gunung Ciremai ( TNGC ) dan yang menjadi sposnsor utama adalah Yamaha. Bukit Lambosir memiliki ketinggian kurang lebih 700 meter diatas permukaan laut. Beberapa hal yang menjadi daya tarik yang disuguhkan wisata alam Bukit Lambosir adalah lingkungan areanya yang sangat khas sekali dengan hutan.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Taman Nasional Gunung Ciremai

Beberapa pemandangan yang bisa dinikmati diantaranya adalah pemandangan beberapa kota besar, seperti kota Kuningan dan Cirebon. Serta pemandangan alam yang begitu menakjubkan, seperti Gunung Ciremai, bukit-bukit, perkebunan, dan pematang sawah. Salah satu spot favorit yang cocok untuk kegiatan fotographi adalah batu yang cukup besar yang sekaligus menjadi icon wisata alam ini. Batu-batu disini sendiri menurut pengelola memiliki cerita tersendiri. Dimana menurutnya batu-batu tersebut mempunyai nama.

Terdapat saung atau pendopo untuk memfasilitasi setiap pengunjung yang ingin bersitirahat yang bisa gunakan pula untuk makan dan berkumpul. Selain itu terdapat fasilitas lainnya seperti toilet dan mushola. Selain dari pepohonan serta indahnya alam, beberapa satwa yang tinggal di sana juga ikut menambah keindahan alam. Sebelum menikmati suguhan menawan yang di miliki Bukit Lambosir kalian terlebih dahulu harus merasakan terjalnya perjalan menuju ke lokasi tersebut.

Untuk Jarak tempuhnya sendiri dari pemukiman warga jika menggunakan kendaraan baik roda dua ataupun empat yaitu sekitar 15 menit, sedangkan jika berjalan kaki waktu yang ditempuh adalah kurang lebih 40menit sampai satu jam. Selain untuk rekreasi, di area tempat wisata alam Bukit Lambosir ini bisa digunakan untuk camping atau kegiatan kemah. Disamping itu pihak pengelola pun menginjinkan untuk membuat api unggun.

Explore Kuningan ke Telaga Remis

Talaga atau Telaga Remis merupakan salah satu danau alami yang terletak di bawah kaki Gunung Ciremai tepatnya di Desa Kaduela, Dusun Binakarya, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Wisata alam ini sampai sekarang masih terjaga keasriannya mulai dari pepohonannya hingga beberapa talaga atau telaganya.

Nama Talaga Remis sendiri diambil dari salah satu binatang air yaitu “Remis” atau Kerang. Karena di danau ini binatang yang satu ini cukup banyak, sehingga dinamakanlah Talaga Remis.

Talaga Remis mulai dikelola sebagai tempat wisata sudah cukup lama yaitu kurang lebih 28 tahun. Beberapa fasilitas penunjang kenyamanan pengunjung yang dimiliki tempat wisata Talaga Remis ini diantaranya adalah Meeting Room, Gazebo, Musholah, Toilet, Kantin, Mini, Resto dan Area Parkir. Selain dari Talaga Remis, di area wisata ini terdapat 8 telaga lainnya yaitu : Talaga Buruy, Talaga Deleg, Talaga Leat, Talaga Leutik, Talaga Nilem, Talaga Tespong, Situ Ayu Salintang, dan Sumur Jalatunda.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Waduk Darma

Harga tiket masuk ke tempat wisata Talaga Remis ini relatif terjangkau, yaitu Rp. 10.000 untuk hari biasa, Rp. 15.000 untuk weekend. Bagi anda yang ingin menginap, di area wisata ini terdapat pula Cottage. Untuk harga perharinya dikenakan tarif Rp. 250.000 (Sudah termasuk listrik, air dan kebersihan). Untuk pembayaran bisa menggunakan Debit, jadi tak perlu khawatir jika tidak membawa uang cash.

Dari pusat Kota Kuningan adalah 37 km. Jika dari Cirebon sekitar 13 km, tempat wisata ini berbatasan dengan Kabupaten Cirebon tepatnya dengan Desa Cikalahang. Jika Anda dari Jakarta, bisa menggunakan bus atau kereta api. Bagi pengguna angkutan umum dapat menggunakan bus jurusan Jakarta – Cirebon turun di depan Pasar Cilimus. Dari sana dilanjutkan menggunakan angkutan umum menuju Mandirancan lalu Pasawahan. Perjalaan dilanjutkan ke lokasi wisata Talaga Remis. Jika menggunakan kereta api, naik KA jurusan Jakarta – Cirebon menuju Stasiun Kejaksan Cirebon. Dari Cirebon bisa menggunakan jasa travel.

Explore Kuningan ke Sukageuri View

Kuningan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang tidak memiliki pantai. Hampir seluruh kawasannya terdiri dari perbukitan eksotis yang menyegarkan. Selain Bukit Penembongan, ada lagi objek wisata yang menjadi tempat favorit melihat matahari terbenam. Yakni Sukageuri View. Bahkan, kecantikannya tidak kalah dengan Punthuk Setumbu yang ada di Jogja.

Objek wisata alam yang belakangan ini menarik perhatian wisatawan lokal hingga tetangga kota Kuningan ini adalah Sukageuri View. Destinasi tersebut terletak di Kampung Palatungan, Kuningan. Selain menawarkan keindahan alam Kuningan dari atas, ternyata banyak spot alami yang menarik untuk jelajahi. Sayangnya, beberapa fasilitas di sini masih dalam tahap pembangunan. Yap, hal ini karena destinasi satu ini memang baru dibuka sejak Januari 2017 lalu.

Tak hanya menawarkan pemandangan kota serta perbukitan di Kuningan, Sukageuri View juga menyediakan banyak spot asyik unuk melihat alam yang indah. Uniknya, tempat satu ini memiliki banyak bentuk mulai dari bulan, bintang, tangan dan banyak lagi.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Waduk Darma

Nah, sebagian besar anak muda yang berlibur ke sini tak hanya berniat melihat keindahan Kuningan dari atas bukit. Namun, hal tersebut untuk bisa foto Outfit Of The Day (OOTD).

Tak kalah dengan Punthu Setumbu, Sukageuri View yang jadi spot asyik untuk menikmati matahari terbenam di Kuningan. Selain itu, ada fasilitas lain yang pastinya membuat pecinta alam makin bahagia. Yap, di sudut lain destinasi satu ini juga terdapat area kemping. Sebagian besar dari peserta kemping adalah anak muda kekinian yang kini masih duduk di bangku kuliah. Pun mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan, sayangnya belum ada campur tangan pemerintah untuk pengembangannya. Selama setengah tahun ini, Sukageuri View masih dikelola oleh warga sekitar.

Hanya berjarak 4 km dari Sukageuri View, ada satu lagi spot asyik yang sangat unik dilewatkan. Adalah Curug Landung yang menawarkan air terjun eksotis dengan air yang segar. Belakangan di kawasan tersebut telah dibangun banyak tempat asyik untuk berfoto. Mulai dari sarang burung, bunga hingga ayunan tersedia di sini. Nah, kamu yang liburan ke dua tempat ini bakalan puas banget.

Explore Kuningan ke Waduk Darma

Waduk Darma merupakan salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Waduk Darma terletak di sebelah barat daya dari kota Kuningan, tepatnya di Desa Jagara, Kecamatan Darma. Lokasi waduk yang berada lintasan jalan raya Cirebon-Kuningan-Ciamis membuatnya selalu ramai dikunjungi. Waduk Darma merupakan danau yang berfungsi sebagai pengairan air dan sebagian di gunakan untuk mengairi sawah dari arus sungai Cinangka dan sungai Cisalak.

Waduk tersebut mempunyai volume air kurang lebih 39.000.000.000 m3, dan luas area sekitar 425 hektar. Keindahan dari Waduk Darma semakin lengkap karena di kelilingi oleh hamparan alam pegunungan yang asri dan sejuk. Hampir setiap hari, terutama pada hari libur, banyak sekali pengunjung dari berbagai daerah menghabiskan waktunya di Waduk Darma. Waduk Darma di kenal sebagai Danau yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Tak heran lokasi yang terletak tidak jauh dari Kota Kuningan ini menjadi tempat wisata, rekreasi dan olahraga.

Momen paling indah di lokasi tersebut yaitu pada saat senja, di sana juga di sediakan tempat bersantai seperti Area kemping, Cottage, kolam renang khusus anak-anak dan perahu motor. Kalian juga dapat berkeliling mengitari wilayah danau dengan menggunakan perahu kecil bernama Munjul Goong.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Taman Nasional Gunung Ciremai

Di sini juga terdapat sarana permainan anak, penginapan, hingga olahraga luar ruangan seperti flying fox. Bagi warga Kuningan atau Majalengka, Waduk Darma merupakan “pantai” karena kedua daerah ini berada di bagian tengah, atau tak memiliki laut.

Selain untuk menikmati keindahan alam yang ditawarkan, ternyata ada cerita mistik dibalik pesona Waduk Darma yang dapat membuat orang dibuat penasaran olehnya. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar dulu saat para wali masih hidup, Waduk Darma merupakan bendungan atau situ yang cukup besar yang di buat oleh mbah Satori (mbah dalem Cageur). Adapun air yang dipakai untuk mengairinya berasal dari mata air Cihanyir yang berada tepat di tengah Waduk Darma dan dari hulu sungai Cisanggarung.

Waduk Darma juga tidak jarang didatangi oleh para pemancing karena selain berwisata mereka juga terkadang memancing ikan. Di Waduk Darma terdapat beberapa kolam penangkaran ikan hasil budidaya warga setempat namun dibeberapa lokasi diperbolehkan dijadikan sebagai tempat memancing. Jika kalian memulai perjalanan dari Majalengka, perjalanan menuju Waduk Darma bisa menambah pengalaman berpetualang kalian karena jalan menuju ke sana sangat indah dengan jalan berkelok – menanjak layak khas kawasan pegunungan.

Explore Taman Nasional Gunung Ciremai

Taman Nasional Gunung Ciremai termasuk dalam wilayah administratif Kab. Kuningan dan Majalengka dengan luas +15.500 Ha, yang berbatasan langsung dengan 25 desa di Kab. Kuningan dan 20 desa di Kab. Majalengka Hutan di kawasan TNGC sebagian besar merupakan hutan alam primer (virgin forest) yang dikelompokkan ke dalam hutan hujan dataran rendah, hutan hujan pegunungan dan hutan pegunungan sub alpin. Gunung Ciremai merupakan gunung api soliter dengan kawah ganda ( barat dan timur) dengan radius 600 meter dan kedalaman 250 meter.

Ketinggian Gunung Ciremai mencapai 3.078 m dpl merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Kelompok hutan dataran rendah ini merupakan habitat flora fauna unik dan langka, seperti Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan Macan Kumbang/Tutul (Panthera pardus).

Hutan Gunung Ciremai memiliki + 119 koleksi tumbuhan terdiri dari 40 koleksi anggrek dan 79 koleksi non-anggrek termasuk koleksi tanaman hias yang menarik seperti Kantong semar (Nepenthaceae) dan Dadap Jingga (Erythrina sp). Jenis-jenis anggrek yang mendominasi adalah jenis anggrek Vanda tricolor dan Eria sp, sedangkan jenis anggrek terestial yang mendominasi adalah Calenthe triplicata, Macodes sp, Cymbidium sp dan Malaxis iridifolia.

Secara umum vegetasi hutan Gunung Ciremai didominasi keluarga Huru (Litsea spp), Mareme (Glochidion sp), Mara (Macaranga tanarius), Saninten (Castonopsis argentea.), Sereh Gunung(Cymbophogon sp), Hedychium sp. Ariasema sp. Dan Edelweis (Anaphalissp)(LIPI, 2001).

Baca juga artikel : Mampir ke Air Terjun Dengdeng Tasikmalaya, Jawa Barat

Satwa langka di kawasan Gunung Ciremai, antara lain: Macan Kumbang (Panthera pardus), Surili (Presbytis comata), dan Elang Jawa (Spyzaetus bartelsi). Jenis satwa lainnya adalah Lutung (Presbytis cristata), Kijang (Muntiacus muntjak), Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Ular Sanca (Phyton molurus), Meong Congkok (Felis bengalensis), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), Ekek Kiling (Cissa thalassina), Sepah Madu (Perictorus miniatus), Walik (Ptilinopuscinctus), Anis (Zoothera citrina) dan berbagai jenis burung berkicau lainnya.

Di kawasan TNGC juga terdapat +- 20 jenis burung sebaran terbatas yang di dalamnya terdapat 2 jenis burung terancam punah yaitu Cica Matahari (Crocias albonotatus) dan Poksai Kuda (Garrulax rufrifons) serta 2 jenis burung status rentan yaitu Ciung Mungkal Jawa (Cochoa azurea) dan Celepuk Jawa (Otus angelinae) sehingga kawasan TNGC menjadi daerah penting untuk burung ( Important Bird Area ) dengan kode JID024 (Bird Life International Indonesia tahun 1998).

Sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai merupakan salah satu tujuan utama pendakian generasi muda dan pecinta alam dengan rata-rata kunjungan setiap tahunnya diperkirakan mencapai 15.000 orang. Terdapat tiga jalur pendakian yaitu jalur Linggarjati dan Palutungan di Kab. Kuningan serta jalur Apuy di Kab. Majalengka.

Bagi para peziarah/wisatawan budaya, kawasan TNGC banyak memiliki tempat yang bernilai sejarah tinggi dan dikeramatkan oleh masyarakat setempat diantaranya : Situ Sangiang (Banjaran), Gunung Pucuk (Argapura), Sumur Tujuh (Cibulan), Sumur Cikayan (Pasawahan), dan Situ Ayu Lintang (Mandirancan).

Menikmati kesejukan di Situ Cileunca

Situ Cileunca sebenarnya cukup terpencil, namun tidak terlalu sulit ditemukan karena sudah terpasang petunjuk arah dibeberapa lokasi sebelum , berlokasi di Desa Warnasari, Kec. Pengalengan, Kab. Bandung berjarak sekitar 46 km dari pusat kota bandung.

Untuk sampai kelokasi saya harus mengendarai mobil selama kurang lebih 2 jam, rutenya tidak terlalu sulit saya mengambil rute ke selatan kota bandung, saya ambil kearah jalan kopo, lanjut ke arah soreang langsung menuju kearah Jl. Raya Pengalengan, telusuri terus saja jalan raya besar ini sampai kelihatan petunjuk arah Situ Cileunca.

Sebelum sampai kelokasi saya sudah merasakan udara yang mulai mendingin, maklumlah Situ Cileunca ini berada di ketinggian 1550 DPL, Danau buatan ini cukup besar (sekitar 1400 ha dan kedalaman 17 m) dari tempat parkir kita sudah bisa melihat keindahannya, nah untuk tiket masuknya cukup murah kawan, hanya membayar 5rb dan parkir kendaraan 5rb juga.

Sedikit info kawan, Situ Cileunca ini adalah waduk/bendungan buatan yang pada awalnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan air warga setempat, dan berfungsi juga sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), Selain Danau juga ada kebun buah arbei dan stroberi dimana kalian bisa memetik buahnya sendiri (tentunya kalian diharuskan membayar perkilonya) dan juga arus cukup deras ke sungai palayangan yang biasa digunakan untuk arung jeram atau rafting.

Baca juga artikel berikut ini :  Indahnya Alam dari Tebing Keraton

Sebenarnya ada juga beberapa fasilitas perahu dipinggiran danau yang bisa disewa seharga 10rb per orang, cukup banyak juga yang menyediakan jasa arung jeram atau rafting, akan tapi saya cukup puas berjalan-jalan saja mengitari danau yang terbentang luas sambil menikmati segarnya udara dengan alam yang indah, cukup untuk menenangkan pikiran yang penat.

Pengunjung yang datang ke tempai ini sudah cukup banyak kawan, disana saya bertemu dengan para pecinta olahraga arung jeram dan juga komunitas drone yang datang untuk mengabadikan keindahan alam dari atas langit, bahkan ada traveller yang juga sampai camping disana.

Disarankan banget buat kawan-kawan sedang berlibur dikota bandung, buat berkunjung menikmati keindahan di Situ Cileunca, pemandangannya cocok juga buat pasangan yang mau bikin foto prewed dijamin keren-keren deh fotonya.