Explore Kuningan ke Curug Landung

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memiliki destinasi yang tak kalah instagrammable dari kota wisata lainnya. Dengan mengendarai mobil dari Jakarta hanya membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke Kuningan. Potensi wisatanya pun ternyata cukup menarik perhatian para wisatawan. Salah satu spot wisata Kuningan yang paling tersohor adalah Curug Landung.

Adalah Curug Landung, air terjun eksotis yang terletak kaki Gunung Ciremai atau lebih tepatnya berada di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur. Tak sepopuler Coban Rais di Batu atau curug lain di Jawa Barat, grojogan dengan tinggi 30 meter ini baru dibuka untuk umum pada tahun 2016 lalu. Pun masih berumur satu tahun, ternyata pengunjung yang datang cukup banyak. Bagaimana tidak, keindahan dari curug ini tidak kalah dengan curug lainnya. Air beningnya yang membuat siapapun betah berlama-lama di sini. Sudah begitu, harga tiket Curug Landung Kuningan ini juga tidak akan menguras kantong.

Sejak diresmikan menjadi destinasi wisata alam di Kuningan, Curug Landung terus menambah fasilitas. Setelah membangun gubug peristirahatan di Jurang Landung, belakangan pengelola yang dibantu oleh Komunitas Penggerak Pariwisata (Kompepar) makin giat membangun spot foto yang instagrammable.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Putri Palutungan

Sejak tanggal 10 Mei 2017 lalu, fasilitas Curug Landung telah dilengkapi dengan beberapa spot foto seperti wing sky (ayunan). Tak hanya itu saja, wahana lain mulai dari sun flowers, sarang burung, tower bambu, bambu sky hingga rumah Hobbit memadati objek wisata satu ini cocok buat kamu yang hobi foto.

Spot foto yang disediakan oleh Curug Landung daerah Kuningan memang menakjubkan. Tak hanya orang Kuningan, wisatawan dari ibukota serta kota lain juga penasaran untuk datang ke air terjun satu ini. Apalagi fasilitas lain seperti mushola dan kamar mandi cukup bersih. Belum lagi dengan parkir kendaraan yang lumayan luas. Nah, untuk kamu yang berniat liburan bersama sahabat di destinasi wisata alam satu ini, ada baiknya berangkat pagi agar tidak terlalu panas. Nah, jika ingin mendapatkan hasil jepretan sempurna, pilih sore hari atau sekitar pukul 15.00.

Explore Kuningan ke Curug Putri Palutungan

Dalam bahasa sunda, curug berarti air terjun. Dengan begitu, Curug Putri Palutungan berarti Air Terjun Putri Palutungan. Berlokasi di Kuningan, sebelum tiba di curug ini pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang sangat indah.

Sesampainya di air terjun, pemandangan indahnya lebih banyak dan tak kalah seru. Curug Putri Palutungan merupakan air terjun dengan ketinggian 20 meter. Desiran angin disela percikan air akan membawa pengunjung pada ketenangan hati.

Tempat wisata ini dinamakan curug putri konon jika dilihat dari jauh, berbentuk seorang putri memakai gaun. Yang lebih menarik, seringkali muncul pelangi sehabis hujan di bagian puncaknya.

Pesona alami curug ini memancarkan keindahan yang tak berkesudahan. Beningnya air asli pegunungan mengalir deras dan tertampung dalam sebuah kolam alami. Dari kolam tersebut mengalir lagi melewati bebatuan dan menuju kolam alami lainnya.

Air terjun dari curug putri ini sangat terkenal dengan kejernihan dan kebersihannya. Hal ini pernah dibuktikan oleh pengunjung yang mengambil air langsung dari mata airnya. Sampai sekarang air tersebut masih tetap jernih seperti baru dan tanpa berlumut.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Sukageuri View

Biarpun terjunnya air cukup deras, namun luasnya kolam membuat kawasan ini terasa tenang. Bentuk tanah di kolam juga berundak-undak, mulai dari yang dalam hingga dangkal. Kontur ini aman untuk anak-anak jika ingin mengajak bermain air di kolam.

Sebagai wisata alam yang luas, kawasan ini juga cocok dijadikan sebagai tempat gathering. Untuk gathering biasanya diadakan oleh karyawan perusahaan. Sembari gathering, bisa juga melakukan outbound di kawasan ini.

Untuk anak sekolah, mahasiswa ataupun pecinta alam, biasanya memanfaatkan kawasan ini untuk berkemah. Tiket sebesar Rp. 15.000 yang dibayarkan di awal, sudah termasuk tiket masuk bumi perkemahan. Jika tidak membawa tenda, ada persewaan tenda dengan biaya Rp. 100.000 per malamnya.

Kawasan dengan pepohonan rindang merupakan tempat yang cocok untuk bersantai di atas hammock. Di area wisata ini, tersedia persewaan hammock bagi para pengunjung. Bersantai di hammock akan memberikan sensasi tersendiri, apalagi jika berada di paling atas.

Jangan lupa untuk selfie ketika sudah berada di atas hammock. Pastikan gaya selfinya yang wajar, terlebih jika berada di hammock paling atas. Hasil selfie di atas hammock seringkali menjadi hits di kalangan netizen.

Selain selfie di atas hammock, kawasan ini juga menyediakan spot foto keren lainnya. Pengunjung bisa berfoto pada sebuah tebing di area wisata ini. Untuk bisa berfoto di tebing, pengunjung diharuskan membayar tiket sebesar Rp. 20.000.

Meski harus membayar lagi untuk bisa berfoto di tebing, namun hasilnya akan setimpal. Dengan berfoto di tebing, akan membuat pengunjung benar-benar menyatu dengan alam.

Explore Kuningan ke Sukageuri View

Kuningan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang tidak memiliki pantai. Hampir seluruh kawasannya terdiri dari perbukitan eksotis yang menyegarkan. Selain Bukit Penembongan, ada lagi objek wisata yang menjadi tempat favorit melihat matahari terbenam. Yakni Sukageuri View. Bahkan, kecantikannya tidak kalah dengan Punthuk Setumbu yang ada di Jogja.

Objek wisata alam yang belakangan ini menarik perhatian wisatawan lokal hingga tetangga kota Kuningan ini adalah Sukageuri View. Destinasi tersebut terletak di Kampung Palatungan, Kuningan. Selain menawarkan keindahan alam Kuningan dari atas, ternyata banyak spot alami yang menarik untuk jelajahi. Sayangnya, beberapa fasilitas di sini masih dalam tahap pembangunan. Yap, hal ini karena destinasi satu ini memang baru dibuka sejak Januari 2017 lalu.

Tak hanya menawarkan pemandangan kota serta perbukitan di Kuningan, Sukageuri View juga menyediakan banyak spot asyik unuk melihat alam yang indah. Uniknya, tempat satu ini memiliki banyak bentuk mulai dari bulan, bintang, tangan dan banyak lagi.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Waduk Darma

Nah, sebagian besar anak muda yang berlibur ke sini tak hanya berniat melihat keindahan Kuningan dari atas bukit. Namun, hal tersebut untuk bisa foto Outfit Of The Day (OOTD).

Tak kalah dengan Punthu Setumbu, Sukageuri View yang jadi spot asyik untuk menikmati matahari terbenam di Kuningan. Selain itu, ada fasilitas lain yang pastinya membuat pecinta alam makin bahagia. Yap, di sudut lain destinasi satu ini juga terdapat area kemping. Sebagian besar dari peserta kemping adalah anak muda kekinian yang kini masih duduk di bangku kuliah. Pun mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan, sayangnya belum ada campur tangan pemerintah untuk pengembangannya. Selama setengah tahun ini, Sukageuri View masih dikelola oleh warga sekitar.

Hanya berjarak 4 km dari Sukageuri View, ada satu lagi spot asyik yang sangat unik dilewatkan. Adalah Curug Landung yang menawarkan air terjun eksotis dengan air yang segar. Belakangan di kawasan tersebut telah dibangun banyak tempat asyik untuk berfoto. Mulai dari sarang burung, bunga hingga ayunan tersedia di sini. Nah, kamu yang liburan ke dua tempat ini bakalan puas banget.

Explore Kuningan ke Waduk Darma

Waduk Darma merupakan salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Waduk Darma terletak di sebelah barat daya dari kota Kuningan, tepatnya di Desa Jagara, Kecamatan Darma. Lokasi waduk yang berada lintasan jalan raya Cirebon-Kuningan-Ciamis membuatnya selalu ramai dikunjungi. Waduk Darma merupakan danau yang berfungsi sebagai pengairan air dan sebagian di gunakan untuk mengairi sawah dari arus sungai Cinangka dan sungai Cisalak.

Waduk tersebut mempunyai volume air kurang lebih 39.000.000.000 m3, dan luas area sekitar 425 hektar. Keindahan dari Waduk Darma semakin lengkap karena di kelilingi oleh hamparan alam pegunungan yang asri dan sejuk. Hampir setiap hari, terutama pada hari libur, banyak sekali pengunjung dari berbagai daerah menghabiskan waktunya di Waduk Darma. Waduk Darma di kenal sebagai Danau yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Tak heran lokasi yang terletak tidak jauh dari Kota Kuningan ini menjadi tempat wisata, rekreasi dan olahraga.

Momen paling indah di lokasi tersebut yaitu pada saat senja, di sana juga di sediakan tempat bersantai seperti Area kemping, Cottage, kolam renang khusus anak-anak dan perahu motor. Kalian juga dapat berkeliling mengitari wilayah danau dengan menggunakan perahu kecil bernama Munjul Goong.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Taman Nasional Gunung Ciremai

Di sini juga terdapat sarana permainan anak, penginapan, hingga olahraga luar ruangan seperti flying fox. Bagi warga Kuningan atau Majalengka, Waduk Darma merupakan “pantai” karena kedua daerah ini berada di bagian tengah, atau tak memiliki laut.

Selain untuk menikmati keindahan alam yang ditawarkan, ternyata ada cerita mistik dibalik pesona Waduk Darma yang dapat membuat orang dibuat penasaran olehnya. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar dulu saat para wali masih hidup, Waduk Darma merupakan bendungan atau situ yang cukup besar yang di buat oleh mbah Satori (mbah dalem Cageur). Adapun air yang dipakai untuk mengairinya berasal dari mata air Cihanyir yang berada tepat di tengah Waduk Darma dan dari hulu sungai Cisanggarung.

Waduk Darma juga tidak jarang didatangi oleh para pemancing karena selain berwisata mereka juga terkadang memancing ikan. Di Waduk Darma terdapat beberapa kolam penangkaran ikan hasil budidaya warga setempat namun dibeberapa lokasi diperbolehkan dijadikan sebagai tempat memancing. Jika kalian memulai perjalanan dari Majalengka, perjalanan menuju Waduk Darma bisa menambah pengalaman berpetualang kalian karena jalan menuju ke sana sangat indah dengan jalan berkelok – menanjak layak khas kawasan pegunungan.

Explore Taman Nasional Gunung Ciremai

Taman Nasional Gunung Ciremai termasuk dalam wilayah administratif Kab. Kuningan dan Majalengka dengan luas +15.500 Ha, yang berbatasan langsung dengan 25 desa di Kab. Kuningan dan 20 desa di Kab. Majalengka Hutan di kawasan TNGC sebagian besar merupakan hutan alam primer (virgin forest) yang dikelompokkan ke dalam hutan hujan dataran rendah, hutan hujan pegunungan dan hutan pegunungan sub alpin. Gunung Ciremai merupakan gunung api soliter dengan kawah ganda ( barat dan timur) dengan radius 600 meter dan kedalaman 250 meter.

Ketinggian Gunung Ciremai mencapai 3.078 m dpl merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Kelompok hutan dataran rendah ini merupakan habitat flora fauna unik dan langka, seperti Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan Macan Kumbang/Tutul (Panthera pardus).

Hutan Gunung Ciremai memiliki + 119 koleksi tumbuhan terdiri dari 40 koleksi anggrek dan 79 koleksi non-anggrek termasuk koleksi tanaman hias yang menarik seperti Kantong semar (Nepenthaceae) dan Dadap Jingga (Erythrina sp). Jenis-jenis anggrek yang mendominasi adalah jenis anggrek Vanda tricolor dan Eria sp, sedangkan jenis anggrek terestial yang mendominasi adalah Calenthe triplicata, Macodes sp, Cymbidium sp dan Malaxis iridifolia.

Secara umum vegetasi hutan Gunung Ciremai didominasi keluarga Huru (Litsea spp), Mareme (Glochidion sp), Mara (Macaranga tanarius), Saninten (Castonopsis argentea.), Sereh Gunung(Cymbophogon sp), Hedychium sp. Ariasema sp. Dan Edelweis (Anaphalissp)(LIPI, 2001).

Baca juga artikel : Mampir ke Air Terjun Dengdeng Tasikmalaya, Jawa Barat

Satwa langka di kawasan Gunung Ciremai, antara lain: Macan Kumbang (Panthera pardus), Surili (Presbytis comata), dan Elang Jawa (Spyzaetus bartelsi). Jenis satwa lainnya adalah Lutung (Presbytis cristata), Kijang (Muntiacus muntjak), Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Ular Sanca (Phyton molurus), Meong Congkok (Felis bengalensis), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), Ekek Kiling (Cissa thalassina), Sepah Madu (Perictorus miniatus), Walik (Ptilinopuscinctus), Anis (Zoothera citrina) dan berbagai jenis burung berkicau lainnya.

Di kawasan TNGC juga terdapat +- 20 jenis burung sebaran terbatas yang di dalamnya terdapat 2 jenis burung terancam punah yaitu Cica Matahari (Crocias albonotatus) dan Poksai Kuda (Garrulax rufrifons) serta 2 jenis burung status rentan yaitu Ciung Mungkal Jawa (Cochoa azurea) dan Celepuk Jawa (Otus angelinae) sehingga kawasan TNGC menjadi daerah penting untuk burung ( Important Bird Area ) dengan kode JID024 (Bird Life International Indonesia tahun 1998).

Sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai merupakan salah satu tujuan utama pendakian generasi muda dan pecinta alam dengan rata-rata kunjungan setiap tahunnya diperkirakan mencapai 15.000 orang. Terdapat tiga jalur pendakian yaitu jalur Linggarjati dan Palutungan di Kab. Kuningan serta jalur Apuy di Kab. Majalengka.

Bagi para peziarah/wisatawan budaya, kawasan TNGC banyak memiliki tempat yang bernilai sejarah tinggi dan dikeramatkan oleh masyarakat setempat diantaranya : Situ Sangiang (Banjaran), Gunung Pucuk (Argapura), Sumur Tujuh (Cibulan), Sumur Cikayan (Pasawahan), dan Situ Ayu Lintang (Mandirancan).

Explore Blitar ke Pantai Wedi Ciut

Pantai Wedi Ciut ini adalah tetangga dekat alias mepet dengan Pantai Wedi Ombo atau yang sering disebut Pantai Pasir Putih Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar.

Pantai Wedi Ciut berada disebelah timur Pantai Wedi Ombo hanya dibatasi oleh sebuah bukit. Kadang bila air laut lagi surut, untuk sampai ke Pantai Wedi Ciut itu cukup jalan kaki lewat sisi timur Pantai Wedi Ombo.

Nama Pantai Wedi Ciut dipakai untuk membedakan dengan nama pantai yang ada disebelahnya yakni Pantai Wedi Ombo. Ciut berarti sempit sedang Ombo berarti luas. Wedi sendiri adalah nama lain dari pasir.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Blitar ke Pantai Serit

Jadi begitu masuk lokasi pantai maka terdapat dua pantai dengan luas yang berbeda dan berpasir putih. Sehingga kini Pantai Wedi Ombo lebih sering disebut Pantai Pasir Putih.

Sebenarnya kalau berdasar warna pasir pantai, maka di Blitar selatan tidak hanya Pantai Wedi Ombo yang berpasir putih, masih banyak deretan pantai lainnya yang berpasir putih, misalnya pantai Pudak yang berada di Banyuurip Wonotirto Blitar.

Hanya saja memang sampai kini hanya jalur aksesnya yang masih menjadi kendala utama. Butuh niat yang kuat serta fasilitas tranposrtasi yang mendukung untuk bisa menikmati karunia Tuhan yang berwujud pantai-pantai di Blitar selatan.

Explore Blitar ke Pantai Serit

Pantai Serit adalah salah satu pantai yang belum banyak dikunjungi orang, meski lokasinya berdekatan dengan pantai serang akses menuju pantai serit belum tersedia dengan baik.

Para pelancong yang ingin ke pantai serit diharuskan berjalan sejauh satu kilometer dari pantai serang melewati dua bukit ke arah barat. Secara administratif pantai Serit ini masih terletak di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kab. Blitar.

Bentang pantai serit cukup panjang, dengan pasir berwarna kehitaman membuat pantai ini cukup panas. Namun pemandangan bebatuan gersang di salah satu ujung yang sudah masuk kawasan wonotirto menjadi daya tarik tersendiri untuk pengunjung pantai Serit.

Meskipun kondisi pantai serit saat ini masih panas, beberapa waktu lalu tim kami bersama sahabat menanam, komunitas dan pemerintah setempat melakukan penanaman pohon di sekitar pantai ini, supaya kedepannya pantai ini bisa menjadi lebih rindang dan layak menjadi salah satu destinasi wisata di Blitar selatan.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Blitar ke Pantai Wedi Ireng

Saat ini belum ada fasilitas apapun di pantai serit ini, namun pemandangan dari bukit atas pantai serit cukup bagus digunakan sebagai spot foto.

Tak banyak orang yang tahu keberadaan pantai ini. Padahal, lokasinya tepat di balik barat tebing di Pantai Serang. Akses kesana juga belum ada. Jika kuat berjalan kaki, jalur pertama dengan mendaki di tebing bukit bagian barat Pantai Serang, jaraknya sekitar 400 meter.

Atau jika tak kuat mendaki bukit, bisa berjalan memutari areal tambak udang lalu melewati lahan tebu. Ada jalan setapak sepanjang 600 meter untuk menuju bibir Pantai Serit.

Namun jangan khawatir, karena lelah itu akan terbayar. Pemandangan indah pantai yang masih perawan ini, akan menghapus segala lelah jiwa dan raga.

Di balik rimbunnya pohon Pandan, tersembunyi pantai yang sangat indah. Hamparan pasir hitam dan bebatuan koral menghiasi bibir pantai sepanjang sekitar 300 meter.

Bagaimana bebatuan koral sungai bisa ada di Pantai Serit ? Karena di sinilah muara pertemuan Sungai Klatak dan Sungai Sumbersari. Orang sini menyebutnya tetor, artinya bertemunya sungai dan laut. Tetor lalu menjadi nama awal pantai itu sebelum berubah nama menjadi Pantai Serit.

Explore Blitar ke Pantai Wedi Ireng

Pantai memang tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Sebagaimana Pantai Wedi Ireng Blitar ini, menyajikan pemandangan laut dan ombak yang indah.

Pantai yang berada di Desa Tulung Rejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Blitar ke timur. Pantai Wedi Ireng, merupakan pantai bagian dari kawasan pantai laut selatan yang dominan memiliki ombak laut selatan yang sangat besar tetapi sangat indah.

Pantai Wedi Ireng memang tidak begitu luas. Bentuk pantainya sedikit curam di sisi kiri, sehingga ombak di sisi kiri dapat meluber jauh ke daratan. Terkadang ombak yang datang dipecah oleh ombak lain yang datang tegak lurus, pemandangan itu membentuk pertunjukan ombak yang mengesankan.

Jika anda berkunjung ke pantai ini, anda dilarang untuk mandi di pantai ini. Ya, wisata melihat keindahan dan pemandangannya saja. Sebab, ombak di pantai ini, sangat besar dan membahayakan keselamatan jiwa jika memaksa untuk mandi.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Blitar ke Pantai Banteng Mati

Pantai Wedi Ireng terletak di sebuah teluk kecil dan dikelilingi dengan hutan yang masih alami dan diapit perbukitan dengan garis pantainya yang sangat panjang. Berpasir hitam yang halus membuat wisata sangat betah dan nyaman.

Menurut warga sekitar, pantai Wedi Ireng menyimpan butiran pasir hitam yang serupa di garis pantai maupun di dalam airnya. Butiran pasir hitam yang lembut inilah yang sangat indah dan menarik wisatawan.

Pantas saja, pantai Wedi Ireng sangat cocok untuk liburan keluarga. Karena terdapat pemandangan alam yang sangat indah dan pasir yang sangat halus di sepanjang pantai tersebut.

Nah yang membuatnya terlihat eksotik, pemandangan air laut yang lepas pandangan terlihat kebiruan sehinga para wisatawan menjadi betah melihat bagian yang unik dari pantai ini.

Karena pantai Wedi Ireng masih bersih dari sampah, cocok sebagai tempat rekreasi bersama keluarga, untuk refreshing. Untuk menuju Pantai Wedi Ireng mudah saja, yakni dengan mengikuti rute menuju Pantai Jebring. Pada pertigaan terakhir sebelum tiba di Pantai Jebring silahkan berbelok ke kiri/Timur. Selanjutnya tinggal menyusuri jalan tersebut hingga terlihat pantai berpasir hitam di sebelah kanan jalan.

Explore Blitar ke Pantai Banteng Mati

Pantai Banteng Mati adalah sebuah pantai yang terletak di desa tambakrejo dusun sidorejo kecamatan wonotirto kabupaten blitar. Pantai banteng mati ini tergolong sangat alami serta memiliki karakteristik ombak yang sangat besar karena masih dalam jajaran pantai selatan jawa. Berjarak 5 km dari pantai tambak rejo, namun untuk menuju ke pantai banteng mati ini tidak ada papan petunjuk arah kesana.

Pantainya sangat alami terlihat dari bersihnya pasir pantainya yang bebas dari sampah serta beningnya air laut yang sangat menyejukkan mata saat di pandang. Letaknya sangat terpencil dan bisa di bilang sangat tersembunyi serta akses jalan untuk menuju kepantai saat memasuki ladang tebu warga bisa dibilang sangat ekstreem.

Letaknya yang tersembunyi membuat seakan kita menemukan sebuah surga yang tersembunyi di kota blitar. Disini kita akan menemui beberapa warga yang sedang memancing ikan atau beberapa pecinta alam yang berkunjung ke pantai banteng mati ini.

Kita bisa bermain air yang sangat menggoda untuk di ceburi karena bening serta pasir pantai yang lembut membuat rasa nyaman serta damai akan kita dapatkan disini. Saat menjelang sore ombak di pantai banteng mati ini relatif lebih tenang sehingga kita bisa berenang di pinggiran pantai dengan nyaman.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Blitar ke Pantai Umbul Baros

Terlebih lagi kita akan di temani oleh beberapa warga yang mencari ikan membuat suasana alami akan kita rasakan disini, terlebih lagi pantai ini jarang ada pengunjung yang berlibur kesini sehingga seperti pantai milik sendiri.

Sedikit tips jika anda berkunjung ke pantai banteng mati ini , bawalah beberapa teman karena jalan di area ladang tebu yang sangat rumit , serta persiapkan kondisi kendaraan anda jangan sampai terjadi ban bocor atau kehabisan bensin karena di area ini tidak ada satu pun rumah warga serta jalan yang begitu ekstreem.

Dan yang terpenting bawalah bekal sendiri karena jika anda lapar tidak akan menemukan warung yang berjualan makanan, terlebih lagi tidak ada fasiliitas umum juga ya.

Namun jika anda berkunjung ke tempat yang alami serta gratis ini , saya mohon untuk membayarnya dengan tidak membuang sampahmu di area pantai banteng mati ini dan jangan sampai merusak sedikitpun keindahan pantai yang alami ini.

Explore Blitar ke Pantai Umbul Baros

Di antara sekian banyak pantai di Blitar, masih ada saja yang belum banyak terjamah oleh tangan manusia. Salah satunya adalah Pantai Bukit Indah atau sering disebut juga Pantai Umbul Baros.

Pantai perawan yang satu ini terletak di Lingkungan Sumber pucung, Desa Kaligambir, Kecamatan Pangungrejo, Kabupaten Blitar. Tidak kalah dengan pantai-pantai lainnya, Pantai Bukit Indah memiliki keunikan tersendiri.

Sesuai dengan namanya, pantai ini terletak di antara kawasan berbukit yang menyuguhkan panorama alam yang cukup eksotis. Hanya saja membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa sampai ke lokasi Pantai Bukit Indah ini.

Untuk menuju Pantai Bukit Indah traveler sekalian dapat mengikuti rute menuju Pantai Serang kemudian berganti rute menuju Pantai Peh Pulo.

Nanti pada percabangan menuju Peh Pulo traveler berganti rute menuju lingkungan Sumberpucung. Medan dan kondisi jalan menuju Pantai Bukit Indah berada disekitar perkebunan warga yang berupa rabat beton dan jalan tanah. Namun jangan khawatir, disana traveler akan disuguhkan pemandangan bebukitan yang sangat menawan.

Tepat sebelum sampai di bibir pantai terdapat sungai yang melintang. Di sana warga membuat jembatan bambu yang bisa dilalui dengan jalan kaki.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Blitar ke Pantai Gondo Mayit

Kondisi jalan saat ini sudah sangat baik. Itu jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Sebagian memang diperbaiki dengan kemampuan anggran yang ada di desa swakelola dengan masyarakat setempat. Masyarakat gotong royong, bahu membahu agar akses di desa ini lebih baik.

Pantai Bukit Indah cukup sering menjadi kunjungan wisatawan terutama pada hari-hari weekend. Oleh karena itu, potensi wisata tersebut sebagai sarana untuk memberdayakan masyarakat di sekitar pesisir.

Pelan-pelan akses mulai diperbaiki kita juga membuat jembatan untuk menuju ke bibir pantai. Mengingat pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) mulai berjalan dan juga meningkatkan kapasitas SDM untuk mengelola wisata.

Meski belum begitu dikenal, Pantai Bukit Indah menawarkan suasana alam yang masih sangat perawan. Dengan hamparan pantai yang cukup luas dengan pesona bibir pantai yang landai dan deburan ombak yang cukup besar menawarkan suasana alam yang masih sangat alami.

Tak hanya itu, deburan ombak pantai yang tidak terlalu besar memungkinkan tepian pantainya menjadi area bermain yang menyenangkan. Paduan antara pantai, bukit dan air terjun Umbul Baros mampu menyuguhkan panorama alam yang sangat eksotis. Karena itu sangat sayang jika anda melewatkan untuk trip ke pantai ini.