Explore Sukabumi ke Curug Bibijilan

Sukabumi merupakan daerah dengan luas wilayah terkecil yang berada di kawasan Provinsi Jawa Barat. Namun walaupun termasuk ke dalam wilayah terkecil di Jawa Barat, Sukabumi mempunyai banyak tempat-tempat wisata yang menarik sekali untuk dikunjungi. Salah satu curug yang cukup terkenal di Sukabumi adalah Curug Bibijilan. Curug Bibijilan terletak di Kampung Lebak Nangka, Desa Kerta Angsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Orang Sunda tak asing dengan kata “bijil”. Bijil berarti “muncul”, sedangkan “bibijilan” berarti repetisi berarti “bermunculan.” Bibijilan ini untuk menggambarkan bagaimana wujud curug atau air terjun ini.

 

Curug Bibijilan berada di Kawasan Wisata Buni Ayu dan berketinggian kurang lebihr 100 meter. Sesuai namanya, air mengalir dari bebatuan kapur dan jika dilihat dari kejauhan seperti bermunculan dari batu-batu kapur dengan percikan memutih.

Ketika kalian sampai di kawasan Curug Bibijilan, kalian akan di sambut oleh hutan pinus yang berada di sekitar kalian. Belum lagi gemericik air yang terlihat seperti berwarna hijau tosca dari kejauhan. Curugnya bersih, teduh, airnya dingin dan deras. kalian akan melihat keberadaan kolam-kolam kecil yang nantinya mengarah ke aliran curug. Curug Bibijilan memiliki tingkatan atau undakan yang bisa kalian telusuri hingga tepat kebagian atasnya.

Pencinta olahraga ekstrim biasanya tidak akan melewatkan kesempatan untuk dapat melakukan flying fox dan panjat tebing di sini. Selain itu kalian punya pilihan lain yaitu bermain air atau berenang di kolam-kolam alami atau sungai-sungai yang mengalir jernih di bawahnya. Curug ini ternyata punya fungsi lain bagi masyarakat sekitarnya.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Sukabumi ke Curug Cikaso

kalian mungkin akan melihat keberadaan dari pipa-pipa panjang disekitar curug. Masyarakat mengalirkan air dari Curug Bibijilan untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Tapi air ini tidak mereka konsumsi karena dinilai kurang layak untuk kebutuhan tersebut.

Jika musim hujan tiba, Curug Bibijilan tidak diperbolehkan untuk dikunjungi karena debit airnya yang cukup tinggi dan deras. Curug ini sangat tepat dikunjungi selain musim penghujan. Biaya yang kalian harus keluarkan untuk memasuki lokasi wisata Curug Bibijilan sebesar Rp. 4000,- per orangnya, parkir kendaraan roda dua senilai Rp. 2000,- dan Rp.4.000,- untuk roda empat.

Untuk fasilitasnya, kalian tidak perlu khawatir, sudah ada mushalla, warung makan, toilet dan semacam tempat duduk untuk sekedar melepas penat kalian saat menempuh perjalanan.

Jika kalian ingin mengunjungi tempat wisata tersebut, dapat ditempuh dengan berjarak sekitar 40 km arah tenggara kota Sukabumi dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi dengan kondisi jalan beraspal dan sedikit berlubang.

Setelah setengah jalan menuju Sagaranten atau ditempuh selama 1,5 jam, di sebelah kiri jalan ada pos atau gapura bertuliskan Goa Buni Ayu PERHUTANI, lalu masuk ke dalam melewati kebun pinus sejauh 1,5 km menuruni bukit dengan jalan beraspal hingga tiba di pos penjagaan ke 2, di depan goa. Lokasi Curug Bibijilan ini tidak jauh dari pos ke dua ini.

Explore Sukabumi ke Curug Cikaso

Mengunjungi sebuah air terjun merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan alam. Di Sukabumi ada banyak curug atau air terjun yang bisa kalian kunjungi salah satunya ialah Curug Cikaso.

Air Terjun Cikaso berlokasi di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Jika kalian melakukan perjalanan dari Kota Sukabumi, jarak yang harus ditempuh sekitar 110 kilometer dari Kota Sukabumi.

Nama aslinya sebenarnya Curug Luhur namun karena curug ini airnya berasal dari anak Sungai Cikaso maka kemudian banyak orang yang menyebutnya dengan Curug Cikaso. Curug Cikaso terbentuk dari tiga titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi .

Di bagian bawahnya terdapat kolam dengan warna airnya yang hijau kebiru biruan yang dipengaruhi oleh ganggang yang ada dibawahnya. Membuat Curug Cikaso ini menjadi tempat wisata alam pilihan bagi masyarakat sekitar.

Air terjun ini terbilang unik karena lebarnya mencapai 100 meter sedangkan ketinggiannya hanya 30 meter. Dari ketiga air terjun yang ada di Curug Cikaso ini, masing-masing memiliki nama yang berbeda. Air terjun di sebelah kiri bernama Curug Asepan, air terjun disebelah tengah bernama Curug Meong dan disebelah kanan bernama Curug Aki.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Sidomba

Ketiga curug tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Keindahan dan kesejukan suasana di sekelilingnya akan membuat setiap orang betah berlama-lama disini. Dua aliran curugnya nampak secara jelas sedangkan yang satunya lagi agak terhalang oleh tebing.

Apabila hendak berkunjung ke lokasi ini, disarankan untuk datang pagi hari. Hal tersebut dikarenakan ada satu keistimewaan di air terjun ini apabila bisa berkunjung pada pagi hari. Para pengunjung akan disuguhi pemandangan bias sinar matahari yang baru terbit.

Bias tersebut akan sangat jelas terlihat dari butiran-butiran halus cipratan air terjun tersebut. Sangat disayangkan apabila keindahan ini sampai terlewatkan, terutama bagi para wisatawan yang hobi memotret. Keindahan momen tersebut merupakan salah satu yang wajib diabadikan dalam bidikan kamera kalian.

Selain dapat menikmati keistimewaan momen tersebut, di lokasi ini pengunjung juga dapat menikmati kesegaran air terjun Curug Cikaso dengan mandi atau berenang di danau kecil yang terbentuk dari aliran air terjun tersebut. Untuk dapat masuk ke obyek wisata ini dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 2.000 per orang.

Untuk menuju lokasi Curug Cikaso jika ditempuh dari Ujung Genteng yang berjarak 30 kilometer sekitar satu jam lebih sedikit, sedangkan dari Jampang Kulon berjarak 15 kilometer dan 8 kilometer dari Surade atau setara dengan 20 menit perjalanan dengan kendaraan.

Jika kalian datang dari arah sukabumi ikutilah arah jalan yang menuju Ujung Genteng, rute tersebut akan melewati bebeapa tempat, persisnya seperti ini (Sukabumi – Jampang Kulon – Surade – Ujung Genteng). Disinilah letak Curug Cikaso yaitu posisinya di kiri jalan sebelum memasuki kawasan Surade persisnya di pertigaan (simpang tiga) jalan Cikaso.

Disinilah tempat parkir kendaraan wisatawan. Untuk menuju lokasi dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati pematang sawah dan ladang penduduk setempat dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer menuju lokasi Curug Cikaso. Atau bisa juga menumpang truk pasir yang sering lewat menuju air terjun tersebut.

Alternatif lain dengan menyewa sampan masyarakat untuk menyusuri sungai Cikaso. Harga sewanya antara Rp 70.000,- sampai Rp 80.000,- dengan muatan sepuluh sampai dua belas orang dan bergerak menggunakan mesin diesel, beberapa perahu jukung (dayung) juga terlihat berjajar rapi disana. Sampan-sampan ini banyak terdapat di jembatan Cikaso. Sesampainya di daratan, dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter menuju Curug Cikaso berada.

Explore Kuningan ke Curug Sidomba

Curug Sidomba atau ada yang menyebutnya dengan nama Curug Cidomba merupakan sebuah obyek wisata yang terletak di kaki gunung Ciremai. Curug Sidomba menjadi kawasan wisata andalan Kabupaten Kuningan karena lokasi yang strategis dan akses jalan cukup baik. Curug Sidomba berada di Desa Peusing , Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

“Curug” diambil dari bahasa Sunda yang berarti air terjun, dan “Sidomba” dari nama binatang domba atau kambing karena di daerah ini banyak terdapat domba yang memiliki tanduk lebih dari dua. Namun, berdasarkan cerita dari masyarakat setempat, nama Sidomba ini muncul karena tempat ini dulu adalah tempat untuk memandikan domba. Selain itu, hutan di sekitar curug juga menjadi tempat penggembalaan domba (pangngonan).

Curug Sidomba (Cidomba) adalah curug buatan di sungai yang airnya jernih, dingin dan segar yang bersumber dari mata air gunung Ciremai. Air Terjun Curug Sidomba memiliki ketinggian hanya 3 meter.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Ngelay

Yang menarik justru kondisi alamnya. Curug Sidomba diapit dua bukit yang masih perawan. Eksotisme pemandangan alamnya sangat menyejukkan mata. Tak heran banyak pengunjung yang datang hanya sekedar berfoto selfie untuk kenang-kenangan.

Curug ini memiliki banyak keistimewaan. Kalian akan terpikat dengan airnya yang cukup jernih, dingin, dan segar, yang bersumber dari mata air Gunung Ciremai, serta berbagai jenis ikan yang hidup di dalam air ini seperti ikan mas dan ikan Kancra Bodas.

Konon ikan Kancra Bodas di sini tidak bisa ditangkap, terbukti ketika airnya dikuras ikan-ikan ini menghilang dan tidak ditemukan. Selain itu, aturan yang sangat penting bagi pengunjung adalah tidak diperbolehkan memberi makan atau memancing ikan di area ini dan serta tidak diperbolehkan berkata kasar karena dipercaya akan ada akibatnya langsung.

Kalian juga bisa menemukan masjid megah di kawasan ini. Masjid tersebut memiliki satu menara Asma’ul Husna. Untuk menuju menara, kalian akan melalui tangga berjumlah 99 anak tangga, di mana dari menara kalian dapat menikmati bentangan keindahan alam di kaki Gunung Ciremai yang sebagian wilayahnya masih subur dengan pepohonan besar.

Untuk harga tiket masuk per orang dikenakan biaya Rp.10 ribu tanpa melihat usia. Sementara tiket masuk kendaraan tergantung jenis kendaraannya. Tiket motor ditarif Rp. 3.000, sementara tarif masuk kendaraan jenis sedan, jeep dan minibus dikenakan Rp. 7.000. Sedangkan jenis elf, bus dan truk bertarif Rp. 13.000.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Payung

Berbeda dengan tempat lain yang mengharuskan mendaki terlebih dulu untuk melihat lokasi air terjun, disini kalian yang akan menikmati keindahan air terjun justru harus melewati turunan yang lumayan curam. Namun jangan khawatir karena pengelola wisata telah membuat anak tangga sebagai jalan untuk menunju lokasi air terjun.

Wisata ini berjarak 20 km dari Kota Cirebon atau 30 menit dari kota Kuningan atau dapat melalui beberapa rute: Jika dari arah kota Cirebon menuju Kuningan dengan mengambil arah ke kanan di tiga jalur alternatif, yaitu di Prapatan Bandorasa Wetan, Balai Desa Manis Lor atau Balai Desa Manis Kidul lewat Desa Sembawa dan Desa Peusing.

Bagi yang menggunakan angkutan umum dari arah kota Cirebon naik kendaraan umum elf/bus ke jurusan Kuningan, berhenti di Desa Manis Lor dan dilanjutkan naik angkutan roda dua. Jika dari arah kota Tasikmalaya atau Cikijing naik kendaraan elf/bus jurusan Cirebon lewat terminal Cirendang, berhenti di Desa Manis Lor dan dilanjutkan naik angkutan roda dua.

Explore Kuningan ke Curug Payung

Curug Payung merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menyimpan eksotisme panorama yang menakjubkan. Curung Payung ini berada di Gunungmanik, Ciniru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kawasan ini sangat cocok untuk dikunjungi bagi kalian yang cinta banget akan petualang. Tempat yang tersembunyi bukan halangan untuk Curug ini memamerkan keindahan pemandangannya dan sejuk udaranya. Satu dua orang berlalu lalang mengunjungi kawasan ini. Besok lusa akan datang sepuluh dua puluh orang yang akan berbondong-bondong menyambangi kawasan wisata ini. Karena semakin tepencil tempatnya, akan semakin indah panorama yang disajikan.

Kuningan merupakan salah satu kabupaten yang berada di tanah Jawa Barat. Tempat yang mengundang kalian untuk menginjak tanah Kuningan ini sangat banyak. Salah satunya Curug Payung. Curug merupakan sejenis air terjun jika kita mengartikannya dalam bahasa indonesia.

Air terjun Payung tak kalah dengan Air terjun lainnya yang tersebar di wilayah kuningan. Curug payung salah satu destinasi wisata alam yang menyimpan eksotisme panorama yang menakjubkan. Kawasan ini sangat cocok untuk dikunjungi bagi kalian yang cinta banget akan petualang.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Bangkong

Tempat yang tersembunyi bukan halangan untuk Curug ini memamerkan keindahan pemandangannya dan sejuk udaranya. Satu dua orang berlalu lalang mengunjungi kawasan ini. Besok lusa akan datang sepuluh dua puluh orang yang akan berbondong-bondong menyambangi kawasan wisata ini. Karena semakin tepencil tempatnya, akan semakin indah panorama yang disajikan.

Fasilitas yang tersedia di kawasan Curug Payung ini masih terbilang standart. Pasalnya, fasilitas yang tersedia di sana masih kisaran tempat parkir, tempat ibadah, tempat istirahat, dan beberapa warung makanan. Meskipun begitu, beberapa fasilitas yang di katakan standart ini masih bisa memenuhi kebutuhan kalian nanti ketika berkunjung ke kawasan wisata yang satu ini.

Tentu saja fasilitas yang utama yang bisa memanjakan wisatawan yaitu curug payung itu sendiri. Oleh karena panorama yang indah inilah pengunjung berdatangan meskipun belum seramai di temat wisata curug yang lain. Seperti yang telah dikemukakan tadi bahwa wisata yang satu ini masih tergolong baru sehingga tidak banyak masyarakat yang tahu akan keberadaan Curug ini.

Harga tiket masuk kawasan wisata ini masih gratis. Cukup hanya dengan membayar retribusi parkir saja kalian sudah menikmati dan masuk di kawasan wisata yang kaya akan keindahan ini.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Landung

Waktu terbaik untuk mengunjungi kawasan wisata Curug Payung ini kisaran pada pukul 07.00-16.00. Karena tujuan para wisatawan kebanyakan adalah untuk menikmati keindahan alamnya. Jika kawasan wisata ini dikunjungi pada malam hari, hanya menyisakan dingin dan kebekuan.

Untuk menuju ke wisata Curug Payung jika kalian dari arah Kota Kuningan menuju Gunung Manik hanya bisa ditempuh oleh kendaraan roda dua sejauh 24 kilo meter atau setara dengan 1 jam 30 menit perjalanan. Itu masih berada di kawasan Gunung Manik.

Untuk sampai ke tempat wisata masih diperlukan kurang lebih 35 menit lagi dengan jarak tempuh 450 meter. Menyusuri jalan setapak. Lokasi wisata Curug Payung masih belum diketahui banyak orang, sehinga masih jarang orang yang berkunjung dan masih sedikitnya petunjuk arah yang ada di kawasan tersebut.

Explore Kuningan ke Curug Bangkong

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menyajikan sejumlah lokasi wisata air terjun yang sangat menarik. Berbagai keindahan air terjun yang ada disana seakan menarik untuk dikunjungi dan disaksikan keindahannya. Berbagai wisata air terjun terbaik dapat kalian kunjungi salah satunya di Curug Bangkong.

Curug Bangkong adalah objek wisata yang ada di Kuningan yang mana menawarkan keindahan panorama air terjun dengan keindahan alam yang begitu mempesona. Curug ini berlokasi di Kertawirama, Nusaherang, Kertawirama, Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Air terjun yang memiliki tinggi 23 meter dan lebar 3 meter ini memiliki debit air yang sangat kuat, meskipun saat bulan kemarau debit airnya masih sangat kuat dan mampu mengalir hingga ke sungai yang ada di samping curug. Sedangkan saat musim penghujan sendiri bedit air semakin besar hingga terbelah menjadi dua bagian. Inilah yang membuat kalian selalu ingin menyaksikan keindahan yang ada di Curug Kuningan satu ini.

Meskipun sejumlah fasilitas belum disediakan namun tak menghalangi niat para pengunjung untuk menyaksikan keindahan alam air terjun Bangkong. Hanya terdapat satu buah toilet umum yang kondisinya tidak terawat. Namun meskipun begitu jangan kuatir dengan keindahan yang dimiliki oleh air terjun di Kuningan Jawa Barat ini.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Landung

Sejumlah fasilitas seperti listrik, tong sampah, mushola dan warung pun masih sepi dan belum terlihat disana. Jika ada jaraknya masih jauh dari lokasi curug, sedangkan untuk area parkir sendiri sudah ada namun masih menggunakan tanah milik warga setempat yang dijadikan sebagai tempat parkir wisata curug.

Curug Bangkong Kabupaten Kuningan juga dianggap sebagai lokasi yang angker. Pada tahun 1970-an ada seorang warga yang melihat cahaya begitu terang berasal dari dalam curug Kemudian mengarah ke makam keramat yang diyakini sebagai petilasan Pangeran Arya Salingsingan, cahaya tersebut kemudian menghilang di area makam.

Sebagai lokasi wisata yang belum banyak mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Kuningan. Membuat para pengunjung yang ingin menikmati keasrian Curug Bangkong Nusaheang pun tak perlu membayar biaya masuk ke lokasi. Namun, kalian akan dikenakan tarif parkir umum kendaraan yang sangat terjangkau.

Untuk jam buka Curug Bangkong dibuka setiap hari mulai dari pagi hingga sore hari. Kalian bisa datang diwaktu tersebut untuk menikmati keindahan langsung yang ditawarkan oleh air terjun terbaik di Kuningan satu ini.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Putri Palutungan

Akses menuju lokasi pun dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi saja. Kalian bisa menuju ke Kecamatan Nusaheang yang berjarak 9 Km dari pusat Kuningan. Jalanan sudah beraspal, namun karena lokasi curug berada dipegunungan, maka jalanan berkelok dan sedikit curam pun akan menambah keseruan selama menuju lokasi curug.

Disepanjang jalan sudah tersedia plang petunjuk yang mengarah ke lokasi wisata, kalian tak perlu bingung lagi. Sesampainya di pintu masuk area dan di tempat parkir kendaraan, kalian harus melewati jalanan setapak yang mengarah ke Curug Bangkong. Tenang, jaraknya tak jauh dari tempat parkir tadi.

Explore Kuningan ke Curug Landung

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memiliki destinasi yang tak kalah instagrammable dari kota wisata lainnya. Dengan mengendarai mobil dari Jakarta hanya membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke Kuningan. Potensi wisatanya pun ternyata cukup menarik perhatian para wisatawan. Salah satu spot wisata Kuningan yang paling tersohor adalah Curug Landung.

Adalah Curug Landung, air terjun eksotis yang terletak kaki Gunung Ciremai atau lebih tepatnya berada di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur. Tak sepopuler Coban Rais di Batu atau curug lain di Jawa Barat, grojogan dengan tinggi 30 meter ini baru dibuka untuk umum pada tahun 2016 lalu. Pun masih berumur satu tahun, ternyata pengunjung yang datang cukup banyak. Bagaimana tidak, keindahan dari curug ini tidak kalah dengan curug lainnya. Air beningnya yang membuat siapapun betah berlama-lama di sini. Sudah begitu, harga tiket Curug Landung Kuningan ini juga tidak akan menguras kantong.

Sejak diresmikan menjadi destinasi wisata alam di Kuningan, Curug Landung terus menambah fasilitas. Setelah membangun gubug peristirahatan di Jurang Landung, belakangan pengelola yang dibantu oleh Komunitas Penggerak Pariwisata (Kompepar) makin giat membangun spot foto yang instagrammable.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Curug Putri Palutungan

Sejak tanggal 10 Mei 2017 lalu, fasilitas Curug Landung telah dilengkapi dengan beberapa spot foto seperti wing sky (ayunan). Tak hanya itu saja, wahana lain mulai dari sun flowers, sarang burung, tower bambu, bambu sky hingga rumah Hobbit memadati objek wisata satu ini cocok buat kamu yang hobi foto.

Spot foto yang disediakan oleh Curug Landung daerah Kuningan memang menakjubkan. Tak hanya orang Kuningan, wisatawan dari ibukota serta kota lain juga penasaran untuk datang ke air terjun satu ini. Apalagi fasilitas lain seperti mushola dan kamar mandi cukup bersih. Belum lagi dengan parkir kendaraan yang lumayan luas. Nah, untuk kamu yang berniat liburan bersama sahabat di destinasi wisata alam satu ini, ada baiknya berangkat pagi agar tidak terlalu panas. Nah, jika ingin mendapatkan hasil jepretan sempurna, pilih sore hari atau sekitar pukul 15.00.

Explore Kuningan ke Curug Putri Palutungan

Dalam bahasa sunda, curug berarti air terjun. Dengan begitu, Curug Putri Palutungan berarti Air Terjun Putri Palutungan. Berlokasi di Kuningan, sebelum tiba di curug ini pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang sangat indah.

Sesampainya di air terjun, pemandangan indahnya lebih banyak dan tak kalah seru. Curug Putri Palutungan merupakan air terjun dengan ketinggian 20 meter. Desiran angin disela percikan air akan membawa pengunjung pada ketenangan hati.

Tempat wisata ini dinamakan curug putri konon jika dilihat dari jauh, berbentuk seorang putri memakai gaun. Yang lebih menarik, seringkali muncul pelangi sehabis hujan di bagian puncaknya.

Pesona alami curug ini memancarkan keindahan yang tak berkesudahan. Beningnya air asli pegunungan mengalir deras dan tertampung dalam sebuah kolam alami. Dari kolam tersebut mengalir lagi melewati bebatuan dan menuju kolam alami lainnya.

Air terjun dari curug putri ini sangat terkenal dengan kejernihan dan kebersihannya. Hal ini pernah dibuktikan oleh pengunjung yang mengambil air langsung dari mata airnya. Sampai sekarang air tersebut masih tetap jernih seperti baru dan tanpa berlumut.

Baca juga artikel berikut ini : Explore Kuningan ke Sukageuri View

Biarpun terjunnya air cukup deras, namun luasnya kolam membuat kawasan ini terasa tenang. Bentuk tanah di kolam juga berundak-undak, mulai dari yang dalam hingga dangkal. Kontur ini aman untuk anak-anak jika ingin mengajak bermain air di kolam.

Sebagai wisata alam yang luas, kawasan ini juga cocok dijadikan sebagai tempat gathering. Untuk gathering biasanya diadakan oleh karyawan perusahaan. Sembari gathering, bisa juga melakukan outbound di kawasan ini.

Untuk anak sekolah, mahasiswa ataupun pecinta alam, biasanya memanfaatkan kawasan ini untuk berkemah. Tiket sebesar Rp. 15.000 yang dibayarkan di awal, sudah termasuk tiket masuk bumi perkemahan. Jika tidak membawa tenda, ada persewaan tenda dengan biaya Rp. 100.000 per malamnya.

Kawasan dengan pepohonan rindang merupakan tempat yang cocok untuk bersantai di atas hammock. Di area wisata ini, tersedia persewaan hammock bagi para pengunjung. Bersantai di hammock akan memberikan sensasi tersendiri, apalagi jika berada di paling atas.

Jangan lupa untuk selfie ketika sudah berada di atas hammock. Pastikan gaya selfinya yang wajar, terlebih jika berada di hammock paling atas. Hasil selfie di atas hammock seringkali menjadi hits di kalangan netizen.

Selain selfie di atas hammock, kawasan ini juga menyediakan spot foto keren lainnya. Pengunjung bisa berfoto pada sebuah tebing di area wisata ini. Untuk bisa berfoto di tebing, pengunjung diharuskan membayar tiket sebesar Rp. 20.000.

Meski harus membayar lagi untuk bisa berfoto di tebing, namun hasilnya akan setimpal. Dengan berfoto di tebing, akan membuat pengunjung benar-benar menyatu dengan alam.

Mitos dan Keindahan Air Terjun Madakaripura

Air terjun madakaripura memiliki ketinggian kurang lebih 1.000 mdpl. dengan ketinggian ini, membuat suasana di sekitar air terjun begitu sejuk dan teduh. Siapa pun akan terhipnotis dengan nuansa yang berbeda dari air terjun yang lainnya.

Uniknya lagi, air terjun ini berbentuk gua dengan ketinggian kurang lebih 200 meter. Dan memiliki luas kurang lebih 25 meter. Air terjunnya pun melingkar. Nah, sebelum menuju air terjun utama, wisatawan akan disambut dengan 4 air terjun. Dimana, salah satunya berbentuk seperti sebuah rongga.

Disekitar air terjun terdapat sebuah pemandangan hijau yang menawan. Pemandangan hijau ini ada lantaran banyaknya air yang turun dari atas ke bawah. Sungguh, tempat yang mungkin cocok dijadikan sebagai tempat untuk mengambil foto dan gambar.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, rongga tersebut adalah tempat moksa gajahmada. Bila dilihat secara geografis, letak dari air terjun ini berada di ujung lembah yang cukup dalam. Terletak di kaki bukit pegunungan tengger.

Air terjun ini turun dengan bentuk pola aliran radial sentrifugal. Artinya, satu titik yang menyebar. Jadi, bila kita lihat lebih dalam, air terjun ini akan menyebar. Sehingga seperti air hujan. Mengesankan sekali memang. Apalagi, saat matahari mencoba menyinari kawanan air hujan ini.

Baca juga artikel berikut ini : Gili Ketapang, Surga Tersembunyi

Keindahan kawasan ini tidak hanya ada di air yang turun dari atas saja. Melainkan, air yang tercipta sehingga menghasilkan sebuah aliran. Berwarna biru nan mengesankan. Kalian pasti akan dibuat terpesona dengan air ini.

Selain itu, suara air terjun ini ternyata dipercaya bisa membuat wisatawan relaksasi. Suara air terjun menghadirkan gelombang yang mampu menimbulkan efek yang cukup dramatis bagi gelombang otak.

Inilah daya tarik yang seakan tidak nyata, daya tarik yang hanya ada di air terjun madakaripura. Entah mengapa, walau lelah. Setelah keluar dari tempat ini semuanya akan terasa hilang. Segala beban dan penat pun terasa menghilang seketika.

Alamat lokasi kawasan ini berada di Dusun Branggah, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi dan juga transportasi umum untuk mencapai kawasan ini.

Jelajahi Curug Cibaliung di Bogor

Perjalanan kali ini ke Bogor yang berada di kawasan Kampung Wadung, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan, Kabupaten Bogor. Kali ini kami berkunjung ke “Curung Cibaliung” yang memiliki mata air yang indah, itu yang membuat kami tertarik dengan “ Curung Cibaliung”.

Untuk masuk ke tempat ini, pengunjung diharuskan membayar tiket masuk ke sebesar 5.000,-, Sedangkan kalo pengunjung ingin mandi di Leuwi Hejo diharuskan membayar Rp.2.500,-. Cukup terjangkau ya, rasanya liburan kali ini tentu sedikit ngeluarin duit hehe.

Bermenit-menit perjalananpun tak terasa lelah jika dibanding dengan apa yang kita liat di kawasan curug ini. Setelah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan berakhir, saya melihat Curung Cibaliung yang indah sekali… Hmm bener-bener membuat lelah saya saat trekking tadi hilang karena udaranya yang sejuk dan percikan air yang segar, jernih, dan pastinya suasananya yang tenang. Udah gak sabat banget buat nyebur nih kalo kayak gini caranya.

Curug Cibaliung bisa dibilang cukup sepi pengunjung, bagi kalian yang suka suasana tenang, Curug Cibaliung cocok menjadi destinasi tentunya bikin pengunjung betah dan ingin berlama-lama disini ya!

Nah kalo diliat dari tingginya, air terjun yang satu ini tidak terlalu tinggi. Namun soal jernih dna derasnya air jangan ditanya lagi. Curug Cibaliung mempunyai aliran air yang deras dan tentunya jernih banget guys. Air disini berwarna hijau tosca, keren kan? Gak hanya perairannya saja lhoo yang menakjubkan, di Curug Cibaliung juga terdapat bebatuan yang besar yang tentu membuat air terjun ini semakin cantik..

Baca juga artikel  : 5 TEMPAT MAKAN ENAK DI BOGOR MURAH NAMPOL

Jangan lupa membawa peralatan berenang dan baju ganti ya kalo kalian pengen berendam, dan bermain air disini. Emang sayang banget sih kalo gak nyemplung alias main-main air disini. Airnya seger banget, jernih pula. Ohiya, kalian juga bisa bawa camera yang bisa buat ngerekam didalem air itulo ahaha. Baik pemandangan di dalem air ataupun suasana sekitar Curug Cibaliung ini, semuanya indah, keren, dan gak mengecewakan deh!

Ada banyak hal yang bisa kalian lakuin nih disini, terutama bagi yang hobi fotografi. Curug Cibaliung ini punya banyak sekali spot yang bisa digunakan untuk berfoto. Ngomongin soal fasilitas, di Curug CIbaliung ini, pengunjung bisa mendapatkan fasilitas seperti kamar mandi, tempat parkir yang luas, warung makan, penitipan barang, kamar ganti, dan masih banyak lagi. Soo, jangan khawatir bingung ya kalo kesini.

Bermain Air ke Air Terjun Wafsarak

Air Terjun Wafsarak memiliki ketinggian sekitar 10 meter, meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi pemandangan air terjun dan suara gemerisik air yang menyambut kita disini sangat menenangkan hati yang saat itu lagi galau.

Air terjun Wafsarak ini bersih banget loh, karena penduduk sekitar itu sangat menjaga kebersihan dari Air terjun Wafsarak, jadi kalian juga wajib menjaga kebersihan ya kalo kesini.

Jalanan yang kalian tempuh dengan berjalan kaki tak akan bikin kalian lelah setelah melihat indahnya Air Terjun Wafsarak ini. Wih asik kan.. Air terjun Wafsarak ini airnya berwarna kebiruan di tambah lagi pemandnagan alam yang masih asri dan udaranya yang sejuk membuat kami berada di sana itu enak banget jauh dari keramaian kota, tenang, damai dan nyaman banget.

Melihat birunya air yang ada di sini membuat kami tidak sabar untuk berendam di air yang bersih dan segar ini, tanpa menunggu lama kami berenang di Air Terjun Wafsarak yang seger banget, menghilangkan rasa lelah perjalanan menuju ke Air terjun Wafsarak ini tentunya. Yang kayak gini ini nih yang jarang banget ada di kota-kota besar seperti Jakarta.

Baca juga artikel ini : Menjelajah Pantai Bosnik Yang Eksotis Di Papua

Setelah berenang 1 jam kami menaiki bukit dan kami melihat pemandangan air terjun dari atas bukit yang indah dan pemandangan dari ketinggian bukit ini membuat kami merasakan sensasi yang luar biasa. Kalo pengen terjun dari atas bukit langsung bercebur di air terjun juga bisa di jamin asyikkkk..

Dengan harga tiket yang hanya 30.000 per rombongan, tentunya liburan kalian ke tempat yang indah ini bakal lebih hemat dan sangat menarik ya. Jangan lupa bawa camera yang bisa menjepret gambar dengan resolusi besar, karena sayang banget nih kalo tempat indah kayak gini gak didokumentasiin hehe. Yang mau berenang dengan puas, jangan lupa membawa baju ganti ya guys.

Yaa meskipun fasilitas yang ada di Air Terjun Wafsarak ini todak terlalu bagus, tapi fasilitasnya bisa dibilang cukup lengkap lho. Terdapat toilet, gazebo, dan beberapa tempat duduk yang bisa kalian gunakan untuk bersantai setelah lelah berenang atau jalan jalan.

Dengan keindahan yang sangat luar biasa dan harga tiket yang murah, Air Terjun Wafsarak ini cocok banget kalian kunjungi bersama orang tersayang. Mampir kesini yuk kapan-kapan!