Tradisi Takbiran Keliling di Indonesia

Lebaran merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, hari yang penuh suka cita, di mana kaum muslimin merayakan hari raya Idul Fitri, setelah berpuasa satu bulan penuh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengartikan kata Lebaran sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Banyak tradisi yang kita jumpai pada masyarakat kita, untuk menyambut Lebaran atau perayaan hari raya Idul Fitri ini, baik sebelum Idul Fitri atau sesudahnya.

Kegiatan rutin saat lebaran adalah takbiran. Takbiran dikumandangkan pada malam hari untuk menyambut datangnya Idul Fitri dan Idul Adha. Takbiran biasa dilakukan dengan pawai di jalan, kadang-kadang membawa obor dan bedug sambil mengumandangkan kalimat takbir. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak turut antusias takbiran keliling kampung. Tak jarang, malam takbiran juga dihiasi dengan petasan-petasan dan kembang api yang menyemarakkan malam. Suasana malam takbiran pun makin meriah dan menyenangkan. Keesokan pagi, saat Idul Fitri, umat muslim dianjurkan untuk tidak meninggalkan sholat Idul Fitri.

Takbiran keliling kampung biasanya dilakukan setelah selesai shalat Magrib atau tepat saat malam 1 Syawal, dimana sejak sore Hari Umat islam berkumpul di Masjid melakukan takbiran dan sebagian lain lagi membawa gendang untuk ditabuh mengiringi Takbir yang dikumandangkan, sungguh sangat menyenangkan jelang lebaran.

Setelah waktunya tiba para peserta Takbiran berjalan beriringan membentuk barisan yang panjangnya bisa mencapai 0,5 Km berkeliling Kampung berjalan kaki, obor dinyalakan, gendangpun ditabuh suara Takbir membahana sepanjang jalan ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LA ILAHA ILALLAHU ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAM , berulang-ulang terus menerus hingga akhirnya setelah selesai mengintari pelosok hingga ke Ujung Kampung pesertapun kembali ke Mesjid dimana Takbiran mulai bergerak, berawal dari Mesjid dan Finish di Mesjid yang sama.

Biasanya bedug yang digunakan buat takbiran diletakkan di atas panggung dihias macam-macam dan unik. Tradisi di malam takbiran ini harus terus dipertahankan. Tentu saja selain sebagai bentuk suka cita atas kemenangan umat muslim paska Ramadhan, juga sebagai ajang mempererat toleransi antarwarga setempat.

 

Kesempatan Emas, Ini Dia 9 Cara Jalan-Jalan Gratis, Bahkan Bisa Dibayar, Lho!

Ingin bepergian keliling dunia tapi enggak punya uang? Intip cara jalan-jalan gratis di bawah ini. Dijamin, enggak sepeserpun bakal keluar dari dompetmu!

Keliling dunia tanpa biaya terdengar sangat tidak mungkin. Akan tetapi, kamu bisa merealisasikan mimpi tersebut jika tahu trik dan caranya. Ya, kamu bisa, kok, jalan-jalan gratis, mulai dari lokal sampai internasional!

Caranya beragam, tergantung dengan keterampilan dan sejauh mana kamu akan bepergian. Kalau enggak percaya, langsung saja simak tipsnya di bawah ini!

Cara Jalan-jalan Gratis, Bisa Keliling Dunia!

1. Bekerja di Kapal Laut

Cara jalan-jalan gratis pertama adalah bekerja sebagai armada atau pegawai kapal laut. Sebagai pegawai kapal laut, kamu akan mendapatkan akomodasi dan makanan gratis selagi berlayar keliling dunia.

Belum lagi upah melimpah yang bisa kamu kantongi bila kamu sudah ditetapkan sebagai pegawai tetap.

Kamu bisa melamar untuk berbagai macam posisi seperti tukang masak, tukang cuci piring, entertainer, instruktur fitnes, bartender, pelayan, OB, dan masih banyak lagi!

2. Menjadi Seorang Tour Guide

Memimpin kumpulan orang ke tempat-tempat bersejarah sambil berkeliling dunia terdengar sangat menyenangkan, bukan?

Ini lah yang bisa kamu dapatkan jika kamu melamar sebagai seorang tour guide. Seorang tour guide biasanya sudah dibekali akomodasi, uang makan, kendaraan beserta dengan ongkosnya.

Beberapa tour guide bahkan diberikan kesempatan untuk keliling kota sebagai bonus tambahan setiap tahun atau tiga bulan sekali, tergantung perusahaan travel yang menaungi.

3. Menjaga Rumah Orang

Perusahaan online seperti HouseCarers and Trusted Housesitte​​​​​​rs menawarkan jasa sekuritas rumah terdepan berskala mancanegara.

Semua orang dapat mendaftarkan dirinya sebagai homesitters atau penjaga rumah dengan bayaran perjam, perhari, bahkan berminggu-minggu.

Persyaratannya juga cukup mudah. Kamu hanya perlu berusia lebih dari 18 tahun dan tidak pernah mengantongi catatan kriminal semasa hidup.

Kamu diperbolehkan meninggalkan rumah asalkan sudah memastikan keadaan aman dan tidak keluar lebih dari 12 jam. Sama saja dengan akomodasi gratis, ya?

4. Bekerja Sebagai AuPair

Cara jalan-jalan gratis berikutnya masih senada dengan point sebelumnya, yaitu menjaga properti orang lain. Namun, sebagai seorang AuPair, bukan rumah yang harus kamu jaga, melainkan anak-anak.

Apabila kamu sudah resmi terdaftar menjadi seorang AuPair, kamu akan mendapatkan akomodasi, uang makan, dan gaji per bulan. Bahkan, kalau kamu bisa menunjukkan peforma kerja yang baik, kamu bisa mendapatkan uang tambahan untuk traveling!

Pekerjaan sampingan satu ini biasanya diambil oleh para mahasiswa yang belajar di luar negeri. Tapi, jika kamu bukan salah satu dari mereka, ingin bepergian gratis, dan menyukai anak-anak, tips satu ini cocok buat kamu!

5. Nebeng di Sofa Orang

Kamu enggak salah baca, kok. Ketika keliling dunia, para backpackers sering sekali menginap di rumah orang demi memangkas biaya seminimal mungkin.

Sudah banyak situs resmi dan legal di luar sana yang menyediakan sofa di rumah mereka sebagai tempat akomodasimu.

Tidak hanya sofa, tuan rumah biasanya juga menawarkan makanan dan penggunaan kamar mandi gratis! Salah satu website sofa tebengan yang paling terkenal adalah CouchSurfing.

6. Menggunakan Miles Points

Kamu sering menggunakan kartu kredit saat bepergian menggunakan pesawat? Well, saatnya cek poin kamu, karena kini jumlahnya bisa digunakan untuk membeli tiket pesawat!

Untuk kamu yang belum terdaftar, kamu bisa mencoba mengikuti program frequent flyers atau penerbang rutin yang disediakan oleh maskapai favoritmu.

Pada program ini, kamu memang diharuskan bepergian secara rutin. Tapi, untuk setiap perjalanan, kamu akan dihadiahi poin yang nantinya bisa kamu tukar untuk tiket pesawat pulang-pergi gratis!

7. Bertukar Rumah

Ide ini pertama kali dicetuskan di Irlandia. Karena berdekatan dengan Inggris dan negara Eropa lainnya, kebanyakan warga Irlandia rela bertukar rumah untuk dijadikan akomodasi saat mereka pergi liburan.

Beberapa tahun berlalu, muncul lah berbagai macam situs tukar rumah yang dikenal sebagai house swap.

Situs-situs ini memperlihatkan rumah mana saja yang tersedia untuk ditukar dengan tanggal yang sudah disediakan oleh sang pemilik.

8. Hitchhike / Nebeng Kendaraan Orang Lain

Ketika sedang bepergian dalam negeri, cara jalan-jalan gratis yang satu ini patut dicoba.

Di beberapa negara barat, hitchhiking merupakan sebuah metode bepergian yang masih sering dicoba para backpacker.

Sayangnya, budaya ini belum diadaptasi secara baik-baik oleh rakyat Indonesia karena tingkat keamanan yang dikabarkan minim.

Walaupun begitu, kamu masih tetap bisa mencoba tips satu ini, kok, asal pastikan saja kamu tidak sendiri dan sudah tahu keadaan aman sebelum masuk mobil.

9. Biarkan Kaki Melangkah

Cara jalan-jalan gratis yang terakhir adalah membiarkan kaki berjalan sesuai dengan arah angin. Bukalah hatimu untuk setiap kesempatan yang datang menghampiri.

Tidak usah malu untuk bertanya apakah sebuah restoran sedang membutuhkan jasa pelayan tambahan untuk imbalan semangkuk nasi atau uang.

Jika dalam perjalanan kamu hanya mendapatkan tawaran sebuah lumbung untuk menginap, jangan sungkan untuk menerima.

Layaknya kata mutiara dari Kurt Vonnegut, “Peculiar travel suggestions are dancing lessons from God.”

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat kelilingindonesia.online !

SEJARAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Berdirinya Kota Yogyakarta berawal dari adanya Perjanjian Gianti pada Tanggal 13 Februari 1755 yang ditandatangani Kompeni Belanda di bawah tanda tangan Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur Jendral Jacob Mossel. Isi Perjanjian Gianti : Negara Mataram dibagi dua : Setengah masih menjadi Hak Kerajaan Surakarta, setengah lagi menjadi Hak Pangeran Mangkubumi. Dalam perjanjian itu pula Pengeran Mangkubumi diakui menjadi Raja atas setengah daerah Pedalaman Kerajaan Jawa dengan Gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah.

Adapun daerah-daerah yang menjadi kekuasaannya adalah Mataram (Yogyakarta), Pojong, Sukowati, Bagelen, Kedu, Bumigede dan ditambah daerah mancanegara yaitu; Madiun, Magetan, Cirebon, Separuh Pacitan, Kartosuro, Kalangbret, Tulungagung, Mojokerto, Bojonegoro, Ngawen, Sela, Kuwu, Wonosari, Grobogan.

Setelah selesai Perjanjian Pembagian Daerah itu, Pengeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I segera menetapkan bahwa Daerah Mataram yang ada di dalam kekuasaannya itu diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat dan beribukota di Ngayogyakarta (Yogyakarta). Ketetapan ini diumumkan pada tanggal 13 Maret 1755.

Tempat yang dipilih menjadi ibukota dan pusat pemerintahan ini ialah Hutan yang disebut Beringin, dimana telah ada sebuah desa kecil bernama Pachetokan, sedang disana terdapat suatu pesanggrahan dinamai Garjitowati, yang dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II dulu dan namanya kemudian diubah menjadi Ayodya. Setelah penetapan tersebut diatas diumumkan, Sultan Hamengku Buwono segera memerintahkan kepada rakyat membabad hutan tadi untuk didirikan Kraton.

Sebelum Kraton itu jadi, Sultan Hamengku Buwono I berkenan menempati pasanggrahan Ambarketawang daerah Gamping, yang tengah dikerjakan juga. Menempatinya pesanggrahan tersebut resminya pada tanggal 9 Oktober 1755. Dari tempat inilah beliau selalu mengawasi dan mengatur pembangunan kraton yang sedang dikerjakan.

Setahun kemudian Sultan Hamengku Buwono I berkenan memasuki Istana Baru sebagai peresmiannya. Dengan demikian berdirilah Kota Yogyakarta atau dengan nama utuhnya ialah Negari Ngayogyakarta Hadiningrat. Pesanggrahan Ambarketawang ditinggalkan oleh Sultan Hamengku Buwono untuk berpindah menetap di Kraton yang baru. Peresmian mana terjadi Tanggal 7 Oktober 1756

Kota Yogyakarta dibangun pada tahun 1755, bersamaan dengan dibangunnya Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I di Hutan Beringin, suatu kawasan diantara sungai Winongo dan sungai Code dimana lokasi tersebut nampak strategi menurut segi pertahanan keamanan pada waktu itu
Sesudah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII menerima piagam pengangkatan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi DIY dari Presiden RI, selanjutnya pada tanggal 5 September 1945 beliau mengeluarkan amanat yang menyatakan bahwa daerah Kesultanan dan daerah Pakualaman merupakan Daerah Istimewa yang menjadi bagian dari Republik Indonesia menurut pasal 18 UUD 1945. Dan pada tanggal 30 Oktober 1945, beliau mengeluarkan amanat kedua yang menyatakan bahwa pelaksanaan Pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta akan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII bersama-sama Badan Pekerja Komite Nasional

Meskipun Kota Yogyakarta baik yang menjadi bagian dari Kesultanan maupun yang menjadi bagian dari Pakualaman telah dapat membentuk suatu DPR Kota dan Dewan Pemerintahan Kota yang dipimpin oleh kedua Bupati Kota Kasultanan dan Pakualaman, tetapi Kota Yogyakarta belum menjadi Kota Praja atau Kota Otonom, sebab kekuasaan otonomi yang meliputi berbagai bidang pemerintahan massih tetap berada di tangan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kota Yogyakarta yang meliputi daerah Kasultanan dan Pakualaman baru menjadi Kota Praja atau Kota Otonomi dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1947, dalam pasal I menyatakan bahwa Kabupaten Kota Yogyakarta yang meliputi wilayah Kasultanan dan Pakualaman serta beberapa daerah dari Kabupaten Bantul yang sekarang menjadi Kecamatan Kotagede dan Umbulharjo ditetapkan sebagai daerah yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Daerah tersebut dinamakan Haminte Kota Yogyakaarta.
Untuk melaksanakan otonomi tersebut Walikota pertama yang dijabat oleh Ir.Moh Enoh mengalami kesulitan karena wilayah tersebut masih merupakan bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan statusnya belum dilepas. Hal itu semakin nyata dengan adanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah, di mana Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Tingkat I dan Kotapraja Yogyakarta sebagai Tingkat II yang menjadi bagian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selanjutnya Walikota kedua dijabat oleh Mr.Soedarisman Poerwokusumo yang kedudukannya juga sebagai Badan Pemerintah Harian serta merangkap menjadi Pimpinan Legislatif yang pada waktu itu bernama DPR-GR dengan anggota 25 orang. DPRD Kota Yogyakarta baru dibentuk pada tanggal 5 Mei 1958 dengan anggota 20 orang sebagai hasil Pemilu 1955.
Dengan kembali ke UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959, maka Undang-undang Nomor 1 Tahun 1957 diganti dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, tugas Kepala Daerah dan DPRD dipisahkan dan dibentuk Wakil Kepala Daerah dan badan Pemerintah Harian serta sebutan Kota Praja diganti Kotamadya Yogyakarta.

Atas dasar Tap MPRS Nomor XXI/MPRS/1966 dikeluarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah. Berdasarkan Undang-undang tersebut, DIY merupakan Propinsi dan juga Daerah Tingkat I yang dipimpin oleh Kepala Daerah dengan sebutan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta dan Wakil Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak terikat oleh ketentuan masa jabatan, syarat dan cara pengankatan bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah lainnya, khususnya bagi beliiau Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Sedangkan Kotamadya Yogyakarta merupakan daerah Tingkat II yang dipimpin oleh Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II dimana terikat oleh ketentuan masa jabatan, syarat dan cara pengangkatan bagi kepala Daerah Tingkat II seperti yang lain.

Seiring dengan bergulirnya era reformasi, tuntutan untuk menyelenggarakan pemerintahan di daerah secara otonom semakin mengemuka, maka keluarlah Undang-undang No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur kewenangan Daerah menyelenggarakan otonomi daerah secara luas,nyata dan bertanggung jawab. Sesuai UU ini maka sebutan untuk Kotamadya Dati II Yogyakarta diubah menjadi Kota Yogyakarta sedangkan untuk pemerintahannya disebut denan Pemerintahan Kota Yogyakarta dengan Walikota Yogyakarta sebagai Kepala Daerahnya.

Menengok Perjalanan Sejarah Ibu Kota Republik Indonesia

kelilingindonesia.online, Jakarta – Pemerintah akan memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke wilayah yang bersinggungan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dari sisi hukum ketatanegaraan, tindakan hukum pemindahan ibu kota merupakan kebijakan hukum yang sangat futuristik bagi masa depan Republik Indonesia.

“Khususnya bagi tatanan kehidupan kemasyarakatan yang lebih modern,” kata Pakar Hukum Tata Negara Fahri Bachmid dalam keterangan tertulis.

Dia menyebutkan, pemindahan ibu kota sebelumnya sudah pernah dilakukan, namun dalam konteks keadaan darurat. “Secara konstitusional harus dibaca dalam kerangka serta konteks darurat negara,” jelasnya.

Pertama, perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta ketika terjadi Agresi Militer I Belanda pada 29 September 1945, berselang lima bulan setelah deklarasi kemerdekaan RI. Prosesnya, pada 2 Januari 1946 Sultan HB IX mengirim kurir ke Jakarta dan menyarankan agar ibu kota NKRI dipindahkan ke Yogyakarta.

Pada 4 Januari 1946, Presiden Soekarno memindahkan ibu kota negara ke Yogjyakarta untuk pertama kalinya. Alasan yang paling mendasar pada saat itu adalah karena Jakarta telah jatuh ke tangan Belanda. Sementara Yogyakarta dinilai paling siap dari sisi ekonomi, politik, dan keamanan.

Namun, Agresi Militer belanda II pada 29 Desember 1948 mengakibatkan jatuhnya Yogyakarta sebagai ibu kota NKRI ke tangan Belanda. Selanjutnya Presiden Soekarno memberikan surat kuasa kepada Safruddin Prawiranegara yang berada di Bukit Tinggi untuk mendirikan pemerintahan darurat.

Pada 22 Desember 1948, Syarifudin Parwiranegara mengumumkan bedirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi Sumatera Barat. Maka Bukittinggi menjadi ibu kota pemerintahan darurat.

Setelah kondisi pemerintahan kembali normal, ibu kota kembali ke Jakarta.

Catatan Penting Jakarta Ibu Kota

Terkait Jakarta sebagai ibu kota, Fahri Bachmid menjelaskan perjalanannya dalam konteks ketatanegaraan. Secara historis,penamaan Daerah Khusus Ibukota pertama kali tertuang dalam Penetapan Presiden Republik Indonesia (Perpres) No. 2 Tahun 1961 Tentang Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya yang kemudian menjadi UU PNPS No. 2 Tahun 1961.

Dalam konsideransnya, Presiden Soekarno menyatakan Jakarta Raya sebagai Ibu Kota Negara dijadikan kota indoktrinasi, kota teladan, dan kota cita-cita bagi seluruh bangsa Indonesia. Sehingga harus perlu memenuhi syarat-syarat minimum dari kota internasional sesegera mungkin,

Landasan yuridis berikutnya adalah UU No. 10 Tahun 1964 tentang Pernyataan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya Tetap sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta. Undang-undang ini pun hanya berisi dua pasal yang menegaskan status Jakarta sebagai Daerah Khusus Ibukota serta masa berlaku surutnya dari 22 Juni 1964, yaitu sejak Presiden Soekarno mengumumkan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.

Pada bagian pertimbangan dan penjelasan umum UU No. 10 Tahun 1964 tertera bahwa penegasan ini diperlukan mengingat Jakarta telah termasyhur dan dikenal, serta merupakan kota pencetusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Juga pusat penggerak segala kegiatan, serta merupakan kota pemersatu dari pada seluruh aparat, revolusi dan penyebar ideologi Pancasila ke seluruh dunia.

Pada tahun 1990, Presiden Soeharto mencabut kedua UU tersebut dengan mengundangkan UU No. 11 Tahun 1990 tentang Susunan Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakart.

Dalam konsiderans disebutkan Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia memiliki kedudukan dan peranan yang penting, baik dalam mendukung dan memperlancar penyelenggaraan pemerintahan Negara Republik Indonesia maupun dalam membangun masyarakatnya yang sejahtera, dan mencerminkan citra budaya bangsa Indonesia.

Kemudian saat reformasi tahun 1998, Presiden Habibie mengubah kembali payung hukum DKI Jakarta melalui UU No. 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Propinsi Daerah khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta, UU ini mempertegas kekhususan Jakarta karena statusnya sebagai Ibu Kota Negara.

Demikian pula ketika era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lahir UU No. 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Propinsi Daerah khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah ibu kota dipindah, bagaimana status Jakarta? “Bahwa dari sisi ilmu hukum tata negara, perubahan Ibukota ke kota lain tak otomatis mengubah kekhususan Jakarta,” kata Fahri.

Konsekuensi Ibu Kota Baru

Fahri menambahkan, bahwa secara konstitusional berdasarkan ketentuan pasal 4 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut undang-undang dasar”.

Selain itu, pasal 25A UUD 1945 menyebutkan “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang”.

Dengan demikian presiden sebagai kepala negara mempunyai kewenangan konstitusional untuk menyatakan pemindahan ibu kota negara RI. Selanjutnya akan dibahas secara operasional dalam bentuk pengajuan RUU terkait pemindahan itu beserta segala akibat hukumnya.

“Serta dilakukan penyelarasan serta perubahan atas berbagai perundang-undangan terkait bersama dengan DP,” jelas Fahri.

Konsekuensi secara teknis ketatanegaraan terkait dengan pemindahan ibu kota adalah seluruh lembaga lembaga negara utama yang merupakan organ konstitusional, semisal Presiden, DPR, DPD, MPR, MK, MA, BPK, KPU, dan lain-lain harus berada di ibu kota negara yang baru.

Selanjutnya ke depan akan banyak perubahan berbagai peraturan perundang-undangan, baik yang bersifat organik maupun sektoral yang harus diperbaharui,sepanjang yang berkaitan dengan status badan,lembaga yang berkaitan dengan ibu kota negara.

Kekayaan Budaya Indonesia Yang Mendunia!

Budaya Indonesia – Bicara soal budaya indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Keragamannya mulai dari agama, suku, etnis, tarian dan masih banyak lagi dan dari wilayah ke wilayah lainnya sudah berbeda adat istiadatnya. Hal ini juga yang sering menarik perhatian dunia. Wisatawan asing yang berkunjung ke indonesia pasti akan terkesan dengan keragaman budaya di indonesia ini.

Budaya di indonesia ini merupakan peninggalan dari nenek moyang yang harus kita jaga. Indonesia sendiri sudah terkenal akan keragaman budaya. Maka tidak heran jika warga negara asing justru banyak yang rela bersekolah kebudayaan indonesia dan menetap di indonesia. Kita sebagai warga negara indonesia harus bangga dan membantu untuk tetap melestarikannya.

Untuk menambah wawasan anda di bawah ini akan dijelaskan beberapa budaya di indonesia yang menjadi sorotan masyarakat warga negara asing. Perlu anda ketahui bahwa beberapa kebudayaan indonesia juga sudah diakui oleh UNESCO. Nah mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

 

1. Batik Indonesia

Batik merupakan hasil karya indonesia yang sekarang ini sudah mendunia. Banyak sekali artis-artis luar negeri yang memakai baju dengan motif batik untuk menghadiri acara-acara ternama. Selain itu batik juga sudah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan dunia.

Batik sendiri berasal dari beberapa wilayah indonesia dengan ciri-khas motif yang berbeda-beda. Dan jenis batik sendiri sekarang juga sudah beragam mulai dari batik tulis dan batik cetak. Dulunya batik dibuat menggunakan alat khusus yaitu canting dan malam untuk melukiskan motif di kain dan sering dikenal dengan sebutan batik tulis. Namun sekarang sudah ada alat batik dengan menggunakan cetakan yang sering anda kenal dengan sebutan batik cetak.

2. Seni Budaya Wayang Kulit

Budaya indonesia yang kedua yang sudah diakui UNESCO dan banyak juga para turis tertarik mempelajarinya yaitu Wayang Kulit. Budaya yang berasal dari jawa khususnya jawa tengah ini sangat menarik. Wayang kulit merupakan budaya dari masyarakat jawa yang terdiri dari dalang, penyanyi atau sinden dan para pemain musik gamelan.

Selain sebagai budaya, wayang kulit juga pernah dijadikan media penyebaran islam di indonesia oleh salah satu Wali Songo yaitu Sunan Kalijogo. Biasanya pertunjukan wayang kulit menceritakan merupakan cerita dari para kesatria-kesatria Perwayangan seperti Punokawan, Ramayana, Mahabharata.

3. Seni Musik Gamelan

Gamelan merupakan perkumpulan dari beberapa alat musik tradisional indonesia yang digunakan untuk mengiringi suatu pertunjukan. Seperti tari,tradisional, wayang dan masih banyak lagi. Gamelan ini terdiri dari alat musik seperti gong, gambang, angklung, saron.

Suara yang dihasilkan dari alat-alat ini akan menimbulkan suara yang sangat khas. Banyak juga warga negara asing yang juga belajar bermain gamelan. Bahkan di beberapa pertunjukan mereka juga ikut berperan di dalamnya. Nah kita sebagai warga negara indonesia seharusnya juga mempunyai semangat yang sama dengan mereka. Jangan sampai budaya ini luntur dan malah banyak warga negara asing yang menguasainya.

4. Alat Musik Angklung

Alat musik angklung merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Suara dari angklung ini sangat khas dan setiap ukuran angklung mempunyai hasil suara yang berbeda. Asal angklung ini dari jawa barat dan terbuat dari bambu.

Karena alat ini sangat menarik dan unik, alat ini hampir pernah dicuri oleh negara tetangga. Makannya sekarang sudah didaftarkan dan sudah diakui oleh UNESCO bahwa angklung ini merupakan warisan budaya yang berasal dari jawa barat indonesia. Alat ini juga digunakan untuk mengiringi beberapa pertunjukan seni tari seperti Reog.

Alat musik angklung menjadi salah satu budaya Indonesia yang wajib kita lestarikan. Angklung saat ini sudah dikenal sampai ke mancanegara karena memang unik dan khas sehingga banyak yang menyukai keindahan bunyi yang dihasilkan dari musik angklung ini.

5. Seni Tari Saman Aceh

Tari Saman merupakan tarian dari daerah Aceh yaitu Suku Gayo. Tari ini memperlihatkan gerakan dari para penarinya dengan gerakan yang sangat cepat dengan diiringi Syair khas aceh. Tarian ini biasanya digunakan dalam peristiwa atau acara penting.

Tari Saman sudah diakui juga oleh UNESCO. Beberapa nama dari Tari Saman yaitu kirep, guncang, surang-saring-linggang yang berasal dari bahasa Suku Gayo. Sedangkan syair yang dinyanyikan berasal dari campuran bahasa Gayo dan arab.

Tarian ini didirikan oleh Syejh atau ulama daerah setempat yaitu Syekh Saman dari Suku Gayo. Itulah kenapa dijuluki Tari saman karena pendirinya juga bernama Saman. Masih ada tarian lain yang juga sangat indah jika ditampilkan dan juga sudah diakui oleh dunia seperti tari pendet, tari kecak dan masih banyak lagi.

6. Lagu Rasa Sayange Dan Lagu Jali-Jali

Betapa sangat kaya negara indonesia ini akan budayanya. Selain tarian dan alat musik yang sudah banyak diakui sebagai warisan dunia, lagu tradisional pun juga diakui UNESCO seperti lagu jali-jali dan rasa sayange. Lagu rasa sayange berasal dari Maluku yang merupakan ungkapan rasa sayang antara para masyarakat Maluku.

Lagu ini juga pernah diklaim dan diakui oleh negara tetangga. Namun negara kita berhasil memperthankannya. Ada juga lagu jali-jali yang merupakan lagu asal Betawi. Lagu ini merupakan sebuah peninggalan budaya yang perlu dilestarikan juga. Jangan sampai diklaim lagi oleh negara lain sebagai peninggalan budaya nenek moyang mereka.

7. Senjata Keris

Keris merupakan alat atau senjata untuk duel dari jawa. Namun sekarang ini keris sudah jarang digunakan untuk berduel. Sekarang lebih digunakan untuk acara mantenan yang biasanya akan digunakan sebagai aksesoris oleh calon pengantin pria dengan diselipkan di belakang.

Senjata keris ini berbentuk runcing namun berlekok diujungnya. Banyak juga keris ini dijadikan barang antik dan jadi koleksi para seniman. Orang yang membuat keris mempunyai sebutan tersendiri yaitu empu. Sedangkan keris ini juga beragam tergantung asal keris tersebut. Meskipun asalnya dari jawa namun keris ini juga berkembang di Nusa Tenggara, Madura dan Sulawesi.

Demikian tadi merupakan beberapa peninggalan budaya indonesia yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan dunia. Seperti yang sudah dijelaskan diatas beberapa budaya indonesia juga ada yang pernah diklaim oleh negara tetangga karena kita kurang menjaganya. Beberapa warisan tersebut seperti Angklung, Lagu Rasa sayange.

Nah untuk itu kita harus menjaga dan melestarikannya. Jangan sampai kalah dengan warga negara asing yang sudah mulai tertarik untuk belajar budaya khas indonesia seperti, alat musik gamelan, pertunjukan wayang, dan lainnya. Selain kedelapan budaya diatas masih banyak lagi budaya indonesia yang harus dijaga kelestariannya. Selamat membaca semoga bermanfaat.

Ini Sejarah Indonesia Yang Sebenarnya, Sebelum Indonesia Merdeka!

Secara singkat, Indonesia dijajah dimulai dari Portugis saat pertama tiba di Malaka pada tahun 1509. Di saat itu Portugis menguasai Malaka berhasil pada 10 Agustus 1511 dalam pimpinan Alfonso de Alburquerque.

Setelah menguasai area Malaka penjelajahan Portugis yang ingin menguasai Indonesia ke Ternate dan Madura. Untuk bangsa Indonesia melakukan berbagai perlawanan terhadap Portugis. Salah satu perlawanan yang menonjol adalah dari Fatahillah berasal dari Demak dan berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis.


Alfonso de Albuquerque

Sebelum Indonesia merdeka secara singkatnya pada saat masa penjajahan portugis beakhir pada tahun 1602 setelah Indonesia di masuki oleh Belanda. Belanda masuk Indonesia, Banten dalam pimpinan Cornelis de Houtman.

Pada saat itu Belanda berkeinginan membentuk VOC yang menguasai rempah-rempahan Indonesia pada tahun 1602. Karena pasar dikuasai oleh tionghoa dan inggris kantor VOC berpindah ke Sulawesi Selatan. Di Sulawesi Selatan sendiri VOC mengalami dapat perlawanan menjadi dari Sultan Hasanudin.

Berbagai perjanjian dibuat yang salah satunya adalah perjanjian Bongaya. Akan tetapi Sultan Hasanudin pun melanggar perjanjiannya dengan Belanda. Setelah itu mereka berpindah-pindah tempat sampai Yogyakarta. Di Yogyakarta, VOC menandatangai Perjanjian Giyanti yang isinya “Belanda mengakui mengkubumi sebagai Sultan Hamengku Buwono yang pertama”.

Perjanjian ini nembuat pecah kerajaan Mataram yang sampai sekarang menjadi Kasultanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Maka dari itu VOC di bubarkan pada 1 Januari 1800 setelah Belanda kalah dari Perancis.

Pada masa itu, usai VOC dibubarkan, penjajahan Belanda tidak berhenti sampai situ saja. Belanda sendiri menunjuk Herman William Daendels sebagai gubernur jendral Hindia-Belanda. Pada masanya, masyarakat Indonesia di paksa untuk bekerja membuat jalan dari Anyer-Panarukan.

Masa ia juga tidak lama, ia digantikan oleh Johannes van den Bosch. Ia menerapkan sistem tanam paksa. Sistem tanam paksa ini tiap desa diharuskan menyisihkan sebagian tanahnya untuk ditanami komoditas ekspor khususnya tebu, nila dan kopi. Hasil nya akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah di pastikan sebelumnya sebanyak 20% dan hasil panen di serahkan kepada pemerintah kolonial.

Belanda menguasai Indonesia selama 350 tahun, pemerintahan Belanda di Indosia digantikan oleh Jepang. Pada saat Belanda menyerang, mereka menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan melakukan perjanjian Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942. Masa pendudukan Jepang ini selama 3,5 tahun dengan rentan waktu pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada saat Indonesia yang akan bangkit dari penjajahan yang terus menerus di Indonesia. Dari Jepang sendiri selama memerintah membentuk beberapa organisasi. Organisasi yang dibuat Jepang salah satunya adalah PETA ( Pembela Tanah Air), PUTERA, Heiho (tentara pembantu) dan lain-lain.

Pemerintahan Jepang di Indonesia berakhir setelah Jepang kalah dari tentara sekutu pada saat Perang Dunia II. Dua kota di Jepang Hirosima dan Nagasaki di bom oleh tentara sekutu. Setelah mendengar adanya kekalahan Jepang, dibentuklah sebuah badan yakni BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai yang diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat.

Nama BPUPKI atau menjadi PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkahi untuk lebih mengesakan keinginan Indonesia merdeka. Soekarno-Hatta selaku pemimpin PPKI dan Dr. Radjiman Widyodiningrat selaku mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Marsekal Teauchi.

Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jeapng sedang diambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Namun pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar kekalahan Jepang melalui radio republik Indonesia (RRI). Para pejuang bawah tanah siap-siap untuk memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak kemerdekaan RI sebagai hadiah dari Jepang.

Saat Soekarno-hatta dan Radjiman pulang ke Indonesia, sutan syahir mendesak agar cepat dilakukan proklamasi kemerdekaan. Soekarno belum yakin Jepang telah menyerah, dan Hatta menjelaskan bahwa syahrir tidak berhak memproklamasikan karena akan menjadi bagian penting hak PPKI.

Setelah mendengar kekalahan Jepang pada tanggal 14 Agustus 1945, golongan muda mendesak agar golongan tua cepat melakukan proklamasi kemerdekaan. Namun, golongan tua tidak ingin terburu-buru, mereka tidak mau pertumpahan darah di Indonesia terjadi.

Soekarno-Hatta dan Achmad Soebardjo mendatangi rumah Laksamana Maeda membicarakan tentang kemerdekaan RI. Pagi hari sekitar jam 10 pagi tepat pada 16 Agustus 1945 Soekarno tidak muncul jadi tidak bisa di laksanakan proklamasi.

Peserta rapat sendiri tidak tahu atas terjadinya peristiwa yang menimpa mereka yaitu peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan terhadap Soekarno dan Hatta oleh golongan muda untuk mempercepat pelaksanaan proklamasi. Setelah kembali ke Jakarta sepulangnya dari Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta menyusun teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda yang dibantu oleh Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro dan Sajuti Melik.


Teks Proklamasi – ketikan Sayuti Melik

Setelah konsep selesai, Sayuti Melik mengetik naskah tersebut. Teks tersebut akhirnya di bacakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke Jalan Pegangsaan Timur 56, kediaman Soekarno.

 

Setelah Indonesia Merdeka

Tanggal 18 Agustus 1945, anggota PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia yang masyarakat kenal sebagai UUD 45.

Lalu terbentuklah pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR. Setelah itu Soekarno dan M. Hatta terpilih sebagai Presiden dan wakil Presiden Indonesia yang pertama kalinya.

Di usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI. Indonesia memiliki wilayah yang bisa di bilang luas, transportasi dan komunikasi sekitar tahun 1945 masih sangat terbatas. Larangan dan hambatan untuk menyebarkan berita proklamasi oleh pasukan Jepang di Indonesia merupakan faktor yang menyebabkan berita proklamasi mengalami keterlambatan di berbagai daerah.

Penyebaran proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dilakukan secara cepat dan menyebar secara luas. Pada saat itu juga teks proklamasi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Domei atau Kantor Berita ANTARA.

Baru dua kali F. Wuz menyiarkan, tiba-tiba masuk orang Jepang ke ruangan radio tersebut pada saat di umumkan dan marah karena telah mengetahui berita proklamasi telah tersiar ke luar. Akibat penyiaran tersebut, pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk harus ralat berita dan menyatakan sebagai adanya kekeliruan. Pada tanggal 20 Agustus 1945 pemancar tersebut disegel Jepang para pegawainya pun di larang masuk.

Namun sekalipun pemancar pada kantor Doimei disegel, para pemuda bersama Jusuf Ronodipuro yaitu seorang pembaca berita di Radio Domei membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio. Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31. Dari sinilah selanjutnya berita proklamasi kemerdekaan disiarkan secara luas.

Selain lewat radio, yang di lakukan para pemuda dalam menyebarkan berita proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat selebaran. Hampir seluruh koran harian di Jawa yang penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan dan UUD 1945. Koran yang pertama kali memuat berita proklamasi adalah Harian Suara Asia yang berada di Surabaya.

Proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan kepada rakyat Indonesia melalui pemasangan plakat, poster, maupun coretan pada dinding tembok, dengan tulisan dalam bahasa Indonesia adalah Hormatilah Konstitusi kami tanggal 17 Agustus!.

Usaha tersebut tidak sia-sia pada akhirnya berita Proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia dan sampai keluar negeri. Selain melalui media massa, berita proklamasi juga disebarkan oleh para utusan daerah secara langsung pelosok negri yang menghadiri sidang PPKI

Tekad Bulat Muhammad Pangeran Keliling Nusantara dengan Sepeda

Kemarin siang, disela-sela rutinitas membimbing anak-anak, saya menyempatkan diri untuk membuka facebook. Ya kira-kira jam 13.00 WIB. Biasa, melihat-lihat update-an status teman-teman. Berselancar sebentar, saya dikejutkan posting-an salah seorang teman sewaktu kuliah di Jogja dulu, namanya Galih, diakun fb-nya, saudara Galih mem-postingsebuah foto seorang yang memakai sepeda ontel berkeliling Indonesia dari kabupaten Lahat provinsi Sumatera Selatan, yang notabene satu kabupaten dengan saya.

Dalam fotonya tersebut diberi judul “Semoga niatmu terkabul nak”,seraya melihat foto tersebut, saya memberi komentar; Sak kampung ro aq kui pak… wah kog ra viral nong kene.opo aq wae. Ijin share pak.Tak lama kemudian dibalas oleh kawan Galih Herwin Prasetyo Yulius”kui asli tonggomu??? Wingi ketemu nqng semarang daerah banyumanik tak takoni madang rung malah meh nangis, ngakune meh keliling indonesia, ibuke posisi di surabaya.

Sangune minh 350 ewu dan wes entek perjalanan 14 hari neng semarang wingi. Makan sehari sekali ming nasi sayur. Mungkin saiki yo tekan daerah ngawi mungkin. Monggo dishare ben niate bocahe kabul n slamet”.Kemudian saya kembali membalas, Soen Aloysius “Sak daerah pak. Aq yo neng kota Lahat iki megawe neng Tarakanita Lahat.(st yosef)… maturnuwun infone pak. Aq takon kanca2 Lahat kene yo ga ngerti”.

Pada malam harinya, saya kembali membuka facebookdan seperti biasa melihat update-an dalam group Info Cegatan Jogja (ICJ). Setelah scroll layar HP, tak sengaja pula menemukan info dan foto yang sama, mengenai orang yang naik sepeda keliling Indonesia tersebut. Pada posting-an pertama saya melihat posting-an milik mas Hudi J. Pramono,berikut isinya:

“Nderek share mas ngadmin..ampun dibully..

Namanya Muhammad Pangeran. Dari Kota Lahat, Sumatera selatan. Ini hari ke-16 dia bersepeda dari kampung halamannya. Siang ini dia baru melintas di Muntilan, Jawa Tengah
Dia bercita-cita keliling Indonesia sebagai wujud kecintaanya dengan negeri ini. Dari rumah cuma berbekal 350rb.

Maaf ndak bisa membantu banyak mas. Cuma bisa ngeshare sampeyan ke grup ini. Semoga bisa menambah semangatmu untuk berjuang keliling Indonesia. Semoga melalui ini juga bisa mengabarkan pd keluarganya bahwa dia baik-baik saja.”

Sebelumnya, pada hari Kamis 01 Februari 2018, Mas Muhammad Pangeran terpantau di daerah Temanggung, saat itu ia bertemu dengan seseorang yang membantu perjalanannya.

Berikutnya disusul oleh mas Muhammad Perdana Agung yang mem-posting foto disertai keterangan di group ICJ; Terpantau lur, dini hari tadi nongkrong di alun2 bareng rekan2 mahasiswa dari kota yg sama.

Saya pribadi ikut senang, bahwa banyak orang yang sangat peduli dan mau menolong mas Muhammad Pangeran ini. Bermodalkan uang Rp. 350.000 ia nekad mewujudkan mimpinya berkeliling keseluruh sudut Nusantara ini. Setelah diposting ke group ICJ, niat mas Muhammad Pangeran menjadi viral, banyak yang mendoakan dan juga mempersilakan untuk singgah, ataupun menawarkan dan memberikan makanan, bahkan dia ditemui oleh teman-teman dari Lahat yang kuliah di Jogja.

Namun tidak sedikit pula yang meragukan bahkan meledek, hal ini dapat dilihat pada kolom komentar dipostingan tersebut. Meskipun satu kabupaten dengan saya, saya tidak mengenal sosok Muhammad Pangeran juga dengan teman-teman saya. Namun, sampai tulisan saya ini buat, sudah ada koran online lokal yang telah memberitakannya. Ya semoga cita-cita mas Muhammad Pangeran ini terlaksana dengan baik dan lancar, semoga banyak orang yang rela membantu.

4 Alasan Kenapa Kamu Harus Menjelajahi Indonesia!

Sebagai negara yang sangat luas dan memiliki berbagai macam keragamaan, sangat disayangkan apabila kamu belum pernah menjelajahi Indonesia lebih dalam. Berlibur ke luar negeri memang terlihat mengesankan tetapi kamu sebenarnya dapat menemukan keindahan yang tidak ada duanya di dalam negeri. Masih belum yakin kalau menjelajahi nusantara dapat menjadi pilihan liburanmu berikutnya? Yuk, simak 4 alasan berikut dan rencanakan petualangan serumu selanjutnya!

 

1. Keragamaan budaya

Dari pulau Sumatera sampai Papua, Indonesia adalah tuan rumah untuk sekitar 300 suku. Walaupun kita disatukan oleh Bahasa Indonesia, kamu dapat melihat keragaman budaya yang sangat memukau di setiap daerah. Perbedaan budaya ini juga dapat memberikan beberapa aktivitas yang dapat kamu lakukan saat berlibur ke daerah lain, seperti menyaksikan pertunjukan tari dan musik tradisional, mengunjungi rumah adat setempat, dan lainnya.

2. Keindahan alam

Mungkin kamu sudah melihat foto-foto yang memperlihatkan keindahan alam di luar negeri tetapi sebenarnya, kamu dapat menemukan keindahan yang sama di Indonesia! Untuk hamparan laut biru dan pasir putih, pulau Bali sudah terkenal sampai ke mancanegara sebagai salah satu “surga dunia” dengan berbagai pantai yang indah. Apabila kamu lebih gemar melihat panorama alam dari atas gunung, kamu dapat mendaki gunung Bromo untuk pemandangan yang mempesona. Kamu dapat menemukan segalanya tanpa harus meninggalkan nusantara!

3. Lebih hemat

Saat berlibur ke luar negeri, kamu akan memiliki lebih banyak pengeluaran dan juga perbedaan nilai dari mata uang asing tersebut. Apabila kamu berlibur di dalam negeri, kamu dapat menghemat lebih banyak! Kamu akan mendapatkan harga “lokal” di tempat wisata dan juga tiket penerbangan, kereta api ataupun kapal laut akan lebih murah karena masih dalam harga perjalanan domestik. Kamu juga akan menemukan harga yang lebih hemat saat kamu berlibur ke daerah jauh dari kota besar!

4. Kebebasan berpergian

Keuntungan besar bagi kamu, seorang warga negara Indonesia, adalah kamu tidak perlu memiliki visa/paspor untuk berlibur ke berbagai daerah di dalam negeri! Kamu dapat dengan bebas merencanakan liburan kamu berikutnya tanpa harus mengkhawatirkan tentang perizinan imigrasi selama masih berada di wilayah Indonesia. Walaupun kamu dapat pergi kemana saja di Indonesia, jangan sampai lupa untuk terus menghormati dan menaati peraturan yang berlaku di setiap daerah ya!

 

Selain 4 alasan diatas, kamu masih memiliki segudang alasan kenapa kamu tidak boleh sampai melewatkan kesempatan untuk menjelajahi berbagai daerah di Indonesia. Dengan melihat keberagaman budaya dan alam yang negara kita miliki, kamu dapat terus memupuk rasa bangga dan cinta pada tanah air.

Kisah Donny Kris, Traveling Keliling Indonesia Bersama Keluarga dengan Campervan

Traveling kini sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa terpisahkan dari gaya hidup kaum urban. Bahkan seiring berkembangnya zaman, metode atau gaya traveling mulai mengalami pergeseran maupun modifikasi.

Jika dulu banyak orang traveling ke luar negeri menggunakan pesawat terbang, atau blusukan ke pelosok daerah menggunakan kereta api atau mobil pribadi, sekarang banyak travelers yang mencari nuansa baru dengan moda transportasi yang berbeda.

Seperti yang dilakukan oleh Keluarga Donny Kris yang memutuskan untuk keliling Indonesia dengan mobil model campervan. Gaya traveling ini sebetulnya sudah tidak asing lagi di negara-negara barat, dan dikenal dengan istilah roadtrip.

Selain bisa lebih santai dalam menikmati pemandangan alam, traveling menggunakan campervan juga dapat menekan budget yang dikeluarkan. Traveler tidak perlu repot-repot lagi menyewa hotel karena sudah bisa beristirahat di mobil besar tersebut.

Bagi Donny sendiri, traveling menggunakan campervan menjadi sebuah pengalaman baru yang sangat menyenangkan. Pengusaha kuliner dan IT dari Malang, Jawa Timur, itu pun mengajak istri dan empat anak-anaknya untuk berkeliling Indonesia menggunakan VW Transporter yang dimodifikasi menjadi campervan.

“Jujur saja, pertama saya terinspirasi dengan mobilnya dulu, yakni model Campervan VW Californian XXL. Itu waktu saya tanya di dealer harganya bisa sampai Rp4,5 miliar kalau impor ke Indonesia. Akhirnya saya bangun sendiri campervan mirip Californian XXL dengan budget kurang dari Rp1 miliar. Dan hasilnya oke banget,” terang Donny Kris saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Senin (16/9/2019).

Dony menambahkan, ide traveling menggunakan campervan ini sebetulnya sudah menjadi impiannya sejak lama. Ia semakin bersemangat ketika liburan di Selandia Baru beberapa waktu lalu. Kala itu, Donny dan keluarganya menjelajahi Selandia Baru menggunakan campervan yang ia sewa di sana.

“Sekarang belum bisa keliling dunia, saya baru aktivitas keliling Indonesia, itu pun mungkin belum sampai 20 persen wilayah Indonesia karena luas banget. Banyak spot menarik di Indonesia ini,” ungkap Donny.

Saat ini, Donny sedang menuju Sumbawa bersama campervan-nya. Ia juga berencana untuk mengeksplorasi Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi serta Papua.

Ia menargetkan, dalam tiga ke depan harus bisa eksplorasi semua wilayah Indonesia. Setelah itu, ia baru akan memikirkan traveling ke negara tetangga dan juga negara lainnya.

“Indonesia dulu. Karena di Indonesia banyak sekali spot indah dan terbaik. Jadi butuh waktu lama untuk ke negara lain,” papar Donny.

Di mobilnya terdapat stiker Pesona Indonesia sebagai bagian dari branding Kementerian Pariwisata Indonesia yang terus mengampanyekan potensi Indonesia yang sangat indah.

Sambil keliling Jawa dan wilayah lainnya, ia juga membagikan merchandise berupa kaos, mug, sticker dan lainnya yang bertemakan “Indonesia Seindah Ini, Kamu di Rumah Saja?”.

Tidak hanya itu, ketika berjumpa dengan masyarakat lokal, ia selalu menginspirasi orang akan kekayaan alam Indonesia yang luar biasa. Ia juga berharap hal ini jadi sarana belajar anak-anak untuk mengenal Indonesia.

“Anak-anak selalu ikut, kebetulan mereka kan homeschooling semua. Jadi traveling juga sebagai sarana belajar bagi anak-anak saya mengenal lebih dekat sejarah, budaya, alam dan sebagainya,” tukas Donny yang selalu membagikan cerita perjalanannya melalui akun Instagram ‘campvy’.

Catatan Nekat Keliling Indonesia, Destinasi Pertama: Pulau Bali dan Nusa Penida!

Pagi ini, Kamis 24 Januari 2018, pukul 06.35 WIB dari titik 0 kilometer Jogja, aku memulai perjalanan keliling Indonesia. Cerita ini bukanlah tanpa maksud, bagi aku pribadi perjalanan keliling Indonesia hanyalah wujud bentuk penghargaan kepada diri sendiri karena telah bisa menyelesaikan salah satu pencapaian dalam hidup. Keliling Indonesia juga merupakan mimpi kecil yang dulu pernah aku impikan dan menjadi salah satu pilihan hidup, hanya itu saja.

Oh iya, biaya yang aku siapkan selama memulai perjalanan untuk mengelilingi Indonesia serta berencana mengunjungi Bali, NTB,NTT, Maluku, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan kembali lagi Jawa cuma sekitar 500 ribu rupiah. Entahlah, sampai dimana ini akan berhenti, yuk kita mulai saja perjalanan ini, bismilllahirahmanirrahim…

Setelah memulai niat, aku menuju ke arah stasiun Lempuyangan untuk berangkat menuju Banyuwangi pada pukul 07.00 WIB. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 15 jam menggunakan kareta Sri Tanjung, kemudian menyeberang dari pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk Bali selama satu jam perjalanan. Dari Bali, aku melanjutkan menggunakan bus menuju pelabuhan Padang Bai untuk menyeberang ke tujuan awalku, yakni pulau Nusa Penida.

Salah satu hal menarik yang baru aku temui dalam perjalanan ini adalah bahwa aku bertemu orang-orang baru dengan kisahnya masing-masing. Mulai dari kisah bapak dosen di salah satu kampus yang ada di NTB yang lagi kuliah S3 namun sekarang masih hidup pas-pasan karena biaya gaji dosen habis oleh biaya kuliah S3 selama enam tahun. Aku juga bertemu turis mancanegara yang datang ke Indonesia dengan alasan cuaca musim dingin di negaranya hingga merasakan bagaimana toleransi di Pulau Dewata ketika menjadi muslim sekaligus minoritas di negara muslim terbesar di dunia.

Saat dalam perjalanan menuju pelabuhan Padang Bai, aku mampir dahulu di rumah teman di daerah Klungkung, Bali. Aku menginap dua malam di Klungkung dan berkesempatan mengunjungi daerah wisata Klungkung, Tengganan, dan wilayah Karang Asem, Bali. Aku juga berkempatan melihat kondisi pengungsi pasca-meletusnya Gunung Agung.

Berikut tempat wisata yang aku kunjungi di Bali bagian timur:

Monumen Puputan, Klungkung: mengenang perlawanan habis-habisan melawan Belanda

Di pusat Kota Klungkung, terdapat tugu besar yang diberi nama monumen Puputan Klungkung. Kita bisa melihat monumen berarsitek kuno menjulang tinggi yang dibangun untuk mengenang perlawanan habis-habisan (puputan) kerajaan Klungkung melawan koloni belanda. Di dalamnya terdapat kisah zaman kerajaan Klungkung yang sayangnya menemui kekalahan. Namun, sialnya sangat jarang pengunjung masuk ke dalam monumen ini dan hanya berfoto-foto di luar saja. Selain itu, tempat ini menjadi lokasi favorit anak muda Klungkung di malam hari karena di sini tersedia Wifi gratis sepanjang hari.

 

Desa Wisata Tengganan: menemukan Bali yang sesungguhnya

Kata orang, jika ingin melihat Bali yang sesungguhnya, maka datanglah ke Desa Tenganan. Adat dan budaya Bali masih bertahan dengan baik di desa ini. Desa Tenganan juga dikenal dengan tradisi Perang Pandannya. Rumah-rumah yang sudah berumur ratusan tahun masih berdiri dan terawat dengan baik. Di sini juga ada banyak pengrajin tenun Bali dan penjual suvenir. Namun, sayangnya aku datang di waktu yang kurang tepat. Saat itu Desa Tengganan dijadikan sebagai salah satu posko pengungsi Gunung Agung. Waktu yang tepat untuk datang ke sini adalah di bulan Juni, Juli, dan Agustus.

 

Pantai Virgin: pantai yang masih bersih dan berpasir halus

Dari Desa Tenganan, kita bisa langsung menuju Pantai Virgin yang bisa ditempuh selama 15 menit perjalanan dengan motor. Kalau jalan kaki mungkin akan menghabiskan waktu 1-2 jam. Biaya masuknya 5 ribu per orang. Sebelum sampai ke pantai, kamu bisa singgah dan duduk sejenak di bukit asih yang menyajikan pemandangan tebing laut yang indah. Pantai Virgin bersih dan berpasir putih halus. Airnya biru dan tenang, cocok untuk snorkling dan berenang. Saking indahnya, konon pantai ini dulu menjadi rebutan antara dua desa.

 

Water Palace Karang Asem: tempat rekomendasi pre-wedding yang belum banyak dijamah

Kalau Jogja punya Taman Sari, maka Bali punya Taman Ujung Water Palace.

Tempat ini sangat jarang diketahui olah wisatawan, mungkin karena tempatnya jauh di ujung Kabupaten Karang Asem. Bisa jadi itu asal mula dinamakan Taman Ujung. Kalau dari Pantai Virgin, jaraknya sekitar setengah jam perjalanan. Tempat ini keren banget, sangat bagus untuk foto-foto dan tergolong bersih juga, meski harga tiket masuk ke sini bagiku cukup mahal, yakni 15 ribu per-orang. Oiya, tempat ini sangat direkomendasikan untuk menggarap foto pre-wedding.

Usai berkeliling di Bali bagian timur, esok harinya aku melanjutkan perjalanan menuju Nusa Penida dan tinggal di kampung muslim Toya Pakeh bersama keluarga besar Fajar selama dua malam. Salah satu tempat yang paling saya rekomendasikan untuk datang ke Nusa pPnida adalah Pantai Kelingking. Kamu harus datang ke sini, terlebih jika bisa turun ke pantai yang ada di bawah. Memang untuk turun ke sini harus hati-hati, curam soalnya. Tapi setelah sampai di bawah, kamu akan menyebut nama tuhan saking kerennya. Pantai paling indah yang pernah aku temui. Super-recommended pokoknya. Namun, kamu harus siap-siap tenaga untuk naik lagi ya. Berat!

Oke, sampai di sini dulu, nantikan kelanjutan perjalanan Nekat Keliling Indonesia dari kelilingindonesia.online