Berwisata di Danau Vullkanik Terbesar di Dunia !

Danau Toba, Terletak di pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara. Luasnya 1.145 kilometer persegi yang menjadikannya danau terluas se-Asia Tenggara. Danau Toba juga menjadi danau terluas di dunia yang terbentuk dari erupsi gunung berapi.

Danau Toba terbentuk karena letusan gunung berapi yang memuntahkan 2.800 km kubik material letusan, sehingga membuat kawah yang lambat laun dipenuhi air menjadi danau.

Baca juga: Wisata Kuliner di Medan

Di tengah Danau Toba terdapat pulau bernama Samosir. Dengan mengunjungi pulai ini, Anda bisa menikmati pemandangan Danau Toba dari berbagai sisi. Hijaunya pegunungan ditambah warna biru air danau bisa dinikmati selama berada di pulau ini.Pulau Samosir dan Danau Toba adalah jantung dan kampung halaman dari Suku Batak.

Bukan hanya menawarkan keindahan Danau Toba, berbagai paket wisata juga menyediakan pesona budaya masyarakat Batak yang begitu kental. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan wisata alam yang menawan sekaligus belajar berbagai budaya dan tradisi Batak dalam waktu yang bersamaan.

Jika Anda berwisata ke Danau Toba pada April hingga Agustus, kemungkinan Anda akan dapat menyaksikan kemeriahan dan ritual tradisional dari Suku Batak yaitu upacara Pesta Masyarakat Danau Toba.
Upacara tersebut diselenggarakan untuk mengingat nenek moyang Suka Batak dengan menampilkan nyanyian, acara olahraga, dan tarian batak.

Ada juga tempat wisata yang terkenal yaitu wisata air hangat tepatnya di bawah kaki gunung pusuk buhit, air rangat itu adalah air hangat yang berasal dari gunung yang meletus dan Pusuk Buhit sendiri adalah sebuah gunung aktif yang sangat disakralkan oleh etnis Batak sehingga beragam cerita mistis pun terdapat di gunung ini. Gunung ini terletak di Pulau Samosir, dan merupakan puncak tertinggi dari semua dataran tinggi di Pulau Samosir. Dengan ketinggian sekitar 1.077 meter dari Danau Toba, gunung ini terlihat berdiri dengan gagahnya.

Kegiatan wisata lain di Danau Toba yang dapat Anda lakukan di antaranya: mengelilingi Desa Tuktuk Siadong-Adong, berkunjung ke situs-situs bersejarah (Makam Raja Sidabutar), melihat masyarakat lokal menanam padi, dan melihat rumah-rumah penduduk dengan Gorga Batak.

Wisata Kuliner di Medan

Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh para wisatawan saat datang ke kota Medan. Selain menjamah keragaman budaya dan sisi historis beberapa tempat wisatanya, menikmati kekayaan kuliner kota Medan juga tak boleh absen dari daftar kegiatan. Jejak kuliner di kota Medan yang tak kalah beragam bisa membuat semua orang menaruh hati pada kota berjuluk Kota Melayu Deli ini.

Jika kalian sedang melancong ke kota ini, Berikut telah kami pilih beberapa kuliner khas Medan yang bisa kalian coba.

Lontong Medan

Indonesia memang terkenal memiliki beberapa lontong sayur yang enak, salah satunya yaitu Lontong Medan.
Yang unik dari Lontong Medan adalah pemakaian udang dan tauco di dalamnya, sehingga rasa yang dihasilkan gurih dan nikmat.

Untuk sayurnya sendiri pun bervariasi, ada labu, sayur nangka kuah kuning, sayur labu siam, wortel dan kacang panjang, dilengkapi pula dengan telur balado, rendang daging, kering tempe teri kacang dan kacang tanah goreng.

Mie Gomak

Dinamakan Mie Gomak karena cara penyajiannya yang digomak-gomak atau digenggam dengan tangan, meskipun saat ini banyak yang tidak lagi digenggam sewaktu menghidangkannya. Mie Gomak terkenal pula dengan sebutan Spaghetti ala batak.

Baca juga: Berwisata di Danau Vullkanik Terbesar di Dunia !

Mie Gomak biasanya berbentuk kuah atau goreng, dan memiliki cita rasa yang unik apalagi dicampur dengan bumbu khas yakni jeruk andaliman.

Saksang

Makanan yang satu ini cukup unik karena terbuat dari daging babi, anjing, atau kerbau yang dicincang dan dibumbui rempah-rempah serta santan.
Saksang adalah makanan khas Batak yang biasanya disajikan di Lapo, yakni kedai makanan dan minum khas Batak. Selain itu Saksang juga sering ditemui pada acara pernikahan adat.
Cara memasak Saksang juga cukup unik ada yang menggunakan darah hasil sembelihan hewan (margota)
ataupun olahan rempah biasa tanpa darah (na so margota).
Rasanya gurih dan lezat, meskipun tidak cocok bagi orang muslim karena dianggap tidak halal.

Bihun Bebek

Tidak hanya mie, kuliner Medan lainnya adalah Bihun Bebek. Perpaduan bahan utama bihun dengan daging bebek akan membuatmu lebih berselera dalam menyantap sajian lezat ini. Bahan bihun terbuat dari kombinasi tepung beras dan tepung kanji sehingga teksturnya kenyal. Bihun tersebut kemudian dihidangkan dengan kuah dan lauk spesial. Kuah bihun pun tak kalah menggiurkan karena kurang kandungan minyak dan lemak. Aroma yang menggugah selera disempurnakan dengan taburan kucai tanpa aroma amis dan sambal pedas asam.

Demikian beberapa kuliner khas Medan yang bisa kalian coba,namun masih banyak kuliner khas medan yang bisa kalian cicipi. Di antara kuliner-kuliner di atas, manakah yang ingin kalian coba pertama kali?

Wisata Alam Anti Mainstraem di Medan

Buat kalian yang merasa bahwa tempat wisata utama Danau Toba terlalu mainstream, tidak ada salahnya kalian menjelajahi sisi lain Danau Toba serta objek wisata alam lainnya yang tidak kalah memukau. Mari kita jelajahi pemandangan alam lainnya, baik di gunung maupun pantai yang masing-masing memiliki keunikannya tersendiri.

Bagi para pecinta wisata alam, siapakan dan tinjau kembali perlengkapan kalian dan bersiaplah menjumpai pesona-pesona wisata alam baru di Medan yang tak kalah seru.

Kawah Putih Dolok Tinggi Raja

Tempat ini hampir mirip dengan Kawah Putih di Kawasan Ciwidey, Jawa Barat. Hanya saja, jauh lebih sepi dan belum terlalu terekspos oleh para pelancong.

Baca juga: Wisata Kuliner di Medan

Kawasan bukit kapur ini mirip dengan danau dan memiliki berbatuan berwarna putih yang sangat unik. tempat ini merupakan kawah berisi air panas dengan air berwarna biru kehijauan. Terdapat beberapa batu membentuk kolam, Ada juga aliran air sungai yang menyatu dengan curahan air panas sehingga banyak dimanfaatkan pengunjung untuk mandi.

Arung Jeram Sungai Wampu

Bagi kalian yang suka tantangan, tempat ini cocok untuk kalian jelajahi. karena Sungai Wampu memiliki berbagai penawaran unik dan menarik untuk kalian. Jeram yang menantang, pesona hutan tropis, air terjun, dan pemandangan lembah sungai yang mempesona.
Sungai ini memiliki beberapa anak sungai yang akan membuat petualangan arung jeram kalian lebih berkesan lagi. Jalur yang sering dilalui biasanya dimulai dari Desa Marike dan berakhir di Jembatan Bahorok

Pantai Salju

Tidak ada salju di tempat ini. Hanya saja tempat ini dinamakan “Pantai Salju” dikarenakan alirannya dipenuhi berbagai batuan unik. Aliran air berjalan beriringan dan memecah saat menabrak batuan, yang menurut penduduk setempat menjadi seperti “salju.” Tempat ini merupakan sebuah sungai yang luar biasa !
Fasilitas tempat ini memang belum banyak tersedia, walaupun demikian kalian dapat menyewa ban dari masyarakat sekitar untuk menikmati kesejukan air di sana

Bukit Paropo Silalahi

Bukit Paropo merupakan destinasi wisata yang sedang hits. Dari sini kalian dapat menikmati birunya air Danau Toba, yang tak kalah dengan pesona pantai terkenal di dunia!
“Pantai” yang indah ini memiliki panjang hingga 28km. Kalian akan menyaksikan indahnya lukisan alam saat pegunungan hijau bertemu dengan jernihnya air Danau Toba.

Air terjun Dua Warna

Tempat ini terletak di kaki Gunung Sibayak. Air terjun ini cukup unik, Air terjun dengan dua warna, di mana di bawahnya berwarna putih abu-abu, sedangkan air terjun yang jatuh tampak berwarna biru muda. Bukan hanya warna, suhu airnya pun berbeda.Dimana, warna putih memiliki suhu yang cukup hangat. Sementara warna biru memiliki suhu yang cukup dingin.

Perbedaan warna air disebabkan oleh kadar fosfor dan belerang yang membuat keduanya mempunyai rupa berbeda. Oleh karena, itu wisatawan dilarang untuk meminumnya. Bisa-bisa terjadi gangguan yang tidak diinginkan.

Itulah beberapa rekomendasi tempat wisata alam medan yang anti mainstream. Jadi bingung mau kemana arah dan tujuan, bila semua yang dihadirkan di atas sungguh mempesona ?

Cafe & Tempat Nongkrong di Medan

Sebagai salah satu kota terbesar di Pulau Sumatera, Medan memiliki pertumbuhan yang cukup pesat dalam pembangunan dan ekonomi. Salah satu perkembangannya bisa kalian lihat dari bidang kuliner.
Semakin banyak kafe dan restoran yang bermunculan untuk dijadikan tempat nongkrong di Medan. Untuk itu, berikut beberapa tempat yang dapat menjadi rekomendasi untuk sekedar nongkrong bersama teman, pasangan atau keluarga kalian.

Sosmed Cafe

Sesuai namanya, Sosmed Cafe didesain dengan mengusung tema media sosial. Berbagai hiasan yang menampilkan feed media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram tampak memenuhi dinding kafe. Bahkan, di sini tersedia beberapa spot menarik yang bisa kalian abadikan untuk diunggah ke sosial media.

Baca juga: Oleh-Oleh Makanan Favorit Khas Medan

Menariknya, nama-menu makanan yang disajikan juga seputar media sosial seperti Nasi Campur Twitter Ayam dan Royal Sosmed. Jika tertarik nongkrong di sini, kalian bisa langsung datang ke Jalan Teuku Umar No 3, Madras Hulu. Setiap harinya, Sosmed Café buka pukul 11:00 – 23:00.

Stage Cafe

Tempat nongkrong satu ini cocok untuk dijadikan pilihan saat kalian membawa pasangan. Pasalnya, dekorasi Stage Café dirancang untuk menciptakan suasana romantis. Di area outdoor, terdapat penerangan lampu-lampu kecil yang menciptakan kesan mewah saat malam hari. Tak ketinggalan, lilitan daun yang menghiasi beberapa pilar kafe ini juga semakin menambah keindahan eksteriornya.

Berada di Jalan Serayu No 14, Stage Cafe buka setiap hari pukul 16:00 – 23:00. Menu yang ditawarkan kafe ini juga cukup terjangkau dikantong.

Ichi Dough

Jika kalian mencari tempat nongkrong dengan menu camilan yang memanjakan lidah, Ichi Dough bisa kalian jadikan pilihan. Kafe yang buka pukul 11:00 – 22:00 ini cocok bagi yang kurang suka makanan terlalu berat saat nongkrong. Dengan spesialisasi kopi dan roti, Ichi Dough terdiri dari dua lantai.

Di lantai 1, terdapat bakery dengan aneka jenis roti dan pastry, sedangkan di lantai 2 kalian bisa menemukan brewery kitchen yang siap menyajikan ragam olahan kopi nikmat. kafe ini berlokasi di Ruko Centre Point Mall Blok M 21 – 22.

Merdeka Walk

Tempat nongkrong Medan yang satu ini kalian dapat menikmati banyak pilihan jajanan hingga Buka 24 jam.
Merdeka walk yang berlokasi di Jl. Balai Kota, Medan Barat, Kesawan, ini menyediakan makanan-makanan seperti otak-otak, nasi uduk, sate ayam, dan makanan Indonesia lainnya yang menggiurkan. Jangan lupa sempatkan waktu untuk menyusuri bangunan tua di sekitar Merdeka Walk.

Kafe Nongkrong

Kafe yang berlokasi di Jl. Sammanhudi No.9, Hamdan, ini merupakan tempat nongkrong di Medan yang sangat meriah.
Cafe hits Medan yang kali ini punya tempat yang cukup luas sehingga cocok buat kalian yang ingin merayakan pesta ulang tahun, reuni sekolah, arisan, atau acara pertemuan. Terdapat berbagai macam makanan tradisional Indonesia hingga makanan barat juga.

Itulah beberapa tempat nongkrong di Medan yang bisa kalian singgahi. Segera ajak teman-teman atau keluarga kalian untuk berkumpul bersama di berbagai tempat nongkrong di atas untuk berakhir pekan. Jangan lupa siapkan kamera untuk mengabadikan berbagai momen seru kebersamaan kalian dengan keluarga ataupun teman-teman saat berada di sana.

Oleh-Oleh Makanan Favorit Khas Medan

Kuliner asli yang beragam akibat banyaknya suku di Medan bisa membuat kalian jatuh cinta dengan Medan. Bukan hanya itu, keindahan Danau Toba yang begitu terkenal juga perlu kalian manfaatkan untuk mengisi porsi pada memori kameramu. Dan yang tak boleh terlupakan adalah oleh-oleh khas Medan yang terkenal dan lezat.Berikut beberapa Oleh-oleh makanan favorit dari medan.

Bolu Gulung Meranti

Bolu Gulung Meranti menjadi semacam top artis-nya oleh-oleh wajib dari Medan. Selain terkenal dengan rasa yang enak, kue ini juga memiliki banyak varian rasa mulai dari keju, blueberry, cokelat, stroberi, nanas, moka, dan kacang. Varian rasa yang paling populer dari Bolu Meranti adalah bolu keju nya. Harga yang dipatok pun cukup terjangkau

Bika Ambon

Dilihat dari namanya, kue ini sebenarnya bukan dari Ambon tapi asli kue khas Medan yang sangat populer! Banyak yang bilang bika ambon itu enak jika memiliki serat yang sempurna di bagian dalam serta rasa lembut dengan sensasi lemak di ujung lidah.Konon katanya, kelezatan bika ambon terletak pada air nira yang digunakan, mereka hanya menggunakan air nira asli Sumatera dan bersertifikat halal.

Baca juga: Cafe & Tempat Nongkrong di Medan

Bika Ambon adalah oleh-oleh yang paling digandrungi banyak orang, terutama orang-orang yang berasal dari luar Medan. Bahkan orang yang tinggal di daerah lain di Sumatera Utara kerapkali merindukan rasa dan aroma kue yang sangat khas ini.

Pancake Durian

Medan memang terkenal dengan duriannya. Hampir setiap tahun terdapat musim durian di sana. Durian ini juga bisa masuk ke daftar makanan khas Medan sangking terkenalnya. Kekayaan akan buah berduri ini ternyata mendorong kreativitas masyarakat di Medan dan sekitatnya untuk membuat kue berbahan dasar durian.

Pancake Durian juga termasuk sebagai pendatang baru pada kategori oleh-oleh khas Medan, meskipun sebenarnya makanan ini sudah lama dijual di berbagai tempat di Kota Medan. Pancake Durian biasanya hanya dapat bertahan selama 8 jam jika tidak disimpan di dalam lemari es. Namun dapat bertahan hingga satu bulan jika disimpan di dalam lemari es. Ini dikarenakan pancake durian sengaja dibuat tanpa bahan pengawet agar cita rasa yang dihasilkan terasa lebih nikmat.

Medan Napoleon

Medan Napoleon merupakan kue yang dibuat dari perpaduan antara bolu gulung dari Medan dan Napoleon Cake asli Perancis. Medan Napoleon dibuat dari tiga lapisan pastry yang diberi olesan selai dan diluarnya ditutup dengan bolu dan topping beraneka ragam. Rasa renyah dari kulit pastry dan lembutnya bolu plus selai, menjadi perpaduan yang sangat enak pada kue blasteran ini.
terdapat beberapa varian rasa yang tentunya tidak asing di lidah kita, seperti rasa durian yang manis, green tea, keju, dan yang cukup mahal adalah red velvet.

Kacang Sihobuk

Oleh-oleh khas Medan selanjutnya adalah Kacang Sihobuk. Sesuai namanya, makanan ringan ini berasal dari Desa Sihobuk, Tarutung, Tapanuli Utara. Kualitas kacang yang baik dengan cita rasa yang gurih dan lezat, mengantar popularitas Kacang Sihobuk ke seluruh negeri.
Kacang Sihobuk adalah kacang tanah yang dimasak dengan pasir (sangrai) dalam kuali besar hingga garing secara merata. Kalau kalian melintasi jalan lintas Sumatra di kawasan Silangkitang, kalian bisa menjumpai banyak kios penjual kacang ini berjejer di pinggir jalan. Tapi kini kalian tak perlu jauh-jauh mencarinya, karena kacang ini bisa kalian temui di berbagai gerai pusat oleh-oleh dalam berbagai varian kemasan.

Demikian beberapa daftar oleh-oleh makanan favorit khas Medan yang harus kalian beli untuk dibawa pulang.

Artis Ini Berhenti Kerja Demi Keliling Indonesia, Intip Wisata Pilihan Raffi Nagita

Kelilingindonesia.online – Keindahan panorama Indonesia memang menawan sampai membuat siapa pun rela menguatkan tekad demi mampu menjelajahinya. Tidak terkecuali Raffi dan Nagita Slavina yang dikabarkan berhenti dari dunia hiburan demi mengapresiasi destinasi di Nusantara. Berikut adalah tempat wisata yang mampu menyihir Raffi dan Nagita Slavina.

Gunung Bromo

Wisata Gunung Bromo memang mempunyai daya tarik magis, sampai membuat publik figur papan atas seperti Raffi dan Nagita Slavina rela datang menempuh perjalanan ratusan kilometer.

Baca Juga : Sejarah Penjajahan Indonesia 

Raffi dan Nagita pun menyempatkan menyaksikan keindahan matahari terbit. Momen tersebut seolah menjadi masa honeymoon mereka untuk kesekian kalinya. Keelokan wisata di Malang ini memang tepat dirasakan bersama pasangan.

Air Terjun Lembah Anai

Air Terjun Lembah Anai yang terletak di pinggir jalan rupanya mengundang Raffi dan Nagita untuk singgah. Wisata menawan ini berlokasi di Jalan Raya Padang-Bukittinggi, kaki Gunung Singgalang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Lembah Anai sendiri merupakan salah satu air terjun di Cagar Alam Lembah Anai. Masih ada sekitar 6 air terjun lain di kawasan ini. Bila Teman Traveler ingin menjelajahi semuanya, maka harus trekking selama kurang lebih 2 jam.

Jam Gadang Bukittinggi

Bukan hanya Inggris yang mempunyai jam raksasa ikonik, Kota Bukittinggi pun punya yaitu Jam Gadang. Lokasi tepatnya adalah Taman Sabai Nan Aluih. Raffi dan Nagita pun mampir ke destinasi wisata populer ini.

Jam Gadang sudah eksis semenjak zaman Hindia-Belanda yang sampai saat ini tetap berdiri tegak. Bangunan menara jam ini mempunyai tinggi sekitar 26 meter dan 4 tingkat.

Baca Juga : Lebih Suka Traveling Ke Luar Negeri atau Keliling Indonesia?

Seminyak

Bali tidak akan pernah terlewat sebagai destinasi wisata wajib saat traveling, begitu pula dengan Raffi dan Nagita Slavina. Kawasan yang mereka kunjungi salah satunya adalah Seminyak.

Kawasan Seminyak sendiri mempunyai beragam destinasi populer. Di antaranya Pantai Seminyak, Pantai Double Six, Pura Petitenget, Seminyak Square, dan La Favela Club.

Seru juga ya menjelajahi wisata Indonesia seperti Raffi dan Nagita. Kira-kira Teman Traveler pengin mengikuti jejak mereka juga?

Sejarah Penjajahan Indonesia

Masa penjajahan Indonesia tidak langsung dimulai ketika orang-orang Belanda pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara pada akhir abad ke-16. Sebaliknya, proses penjajahan oleh bangsa Belanda merupakan proses ekspansi politik yang lambat, bertahap dan berlangsung selama beberapa abad sebelum mencapai batas-batas wilayah Indonesia seperti yang ada sekarang.

Selama abad ke-18, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (disingkat VOC) memantapkan dirinya sebagai kekuatan ekonomi dan politik di pulau Jawa setelah runtuhnya Kesultanan Mataram. Perusahaan dagang Belanda ini telah menjadi kekuatan utama di perdagangan Asia sejak awal 1600-an, tetapi pada abad ke-18 mulai mengembangkan minat untuk campur tangan dalam politik pribumi di pulau Jawa demi meningkatkan kekuasaannya pada ekonomi lokal.

Namun korupsi, manajemen yang buruk dan persaingan ketat dari Inggris (East India Company) mengakibatkan runtuhnya VOC menjelang akhir abad ke-18. Pada tahun 1796, VOC akhirnya bangkrut dan kemudian dinasionalisasi oleh pemerintah Belanda. Akibatnya, harta dan milik (aset) VOC di Nusantara jatuh ke tangan mahkota Belanda pada tahun 1800. Namun, ketika Perancis menduduki Belanda antara tahun 1806 dan 1815, aset-aset tersebut dipindahkan ke tangan Inggris. Setelah kekalahan Napoleon di Waterloo diputuskan bahwa sebagian besar wilayah Nusantara kembali ke tangan Belanda.

Baca Juga : Lebih Suka Traveling Ke Luar Negeri atau Keliling Indonesia?

Arsitek Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia

Dua nama menonjol sebagai arsitek Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia. Pertama, Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal 1808-1811 ketika Belanda dikuasai oleh Perancis, dan, kedua, Letnan Inggris Stamford Raffles, Gubernur Jenderal 1811-1816 ketika Jawa dikuasai Inggris. Daendels mereorganisasi pemerintahan kolonial pusat dan daerah dengan membagi pulau Jawa dalam distrik (yang juga dikenal sebagai residensi) yang dipimpin oleh seorang pegawai negeri sipil Eropa – yang disebutkan residen – yang secara langsung merupakan bawahan dari – dan harus melapor kepada – Gubernur Jenderal di Batavia. Para residen ini bertanggung jawab atas berbagai hal di residensi mereka, termasuk masalah hukum dan organisasi pertanian.

Raffles melanjutkan reorganisasi pendahulunya (Daendels) dengan mereformasi pengadilan, polisi dan sistem administrasi di Jawa. Dia memperkenalkan pajak tanah di Jawa yang berarti bahwa petani Jawa harus membayar pajak, kira-kira nilai dua-perlima dari panen tahunan mereka, kepada pihak berwenang. Raffles juga sangat tertarik dengan budaya dan bahasa Jawa. Pada tahun 1817 ia menerbitkan bukunya The History of Java, salah satu karya akademis pertama yang topiknya pulau Jawa. Namun, reorganisasi administrasinya yang diterapkan Raffles juga berarti meningkatnya intervensi pihak asing di masyarakat dan ekonomi Jawa, yang tercermin dari meningkatnya jumlah pejabat peringkat menengah Eropa yang bekerja di residensi-residensi di pulau Jawa. Antara tahun 1825 dan tahun 1890 jumlah ini meningkat dari 73 menjadi 190 pejabat Eropa.

Sistem pemerintahan kolonial Belanda di Jawa adalah sistem yang direk (langsung) maupun dualistik. Bersamaan dengan hirarki Belanda, ada hirarki pribumi yang berfungsi sebagai perantara antara petani Jawa dan layanan sipil Eropa. Bagian atas struktur hirarki pribumi ini terdiri dari para aristokrasi Jawa, sebelumnya para pejabat yang mengelola kerajaan Mataram. Namun, karena dikuasai penjajah, para priyayi ini terpaksa melaksanakan kehendak Belanda.

Meningkatnya dominasi Belanda atas pulau Jawa tidak datang tanpa perlawanan. Ketika pemerintah kolonial Belanda memutuskan untuk membangun jalan di tanah yang dimiliki Pangeran Diponegoro (yang ditunjuk sebagai wali tahta Yogyakarta setelah kematian mendadak saudara tirinya), ia memberontak dengan didukung oleh mayoritas penduduk di Jawa Tengah dan ia menjadikannya perang jihad. Perang ini berlangsung tahun 1825-1830 dan mengakibatkan kematian sekitar 215,000 orang, sebagian besar orang Jawa. Tapi setelah Perang Jawa selesai – dan pangeran Diponegoro ditangkap – Belanda jauh lebih kuat di Jawa dibanding sebelumnya.

Tanam Paksa atau Sistem Kultivasi di Jawa

Persaingan dengan para pedagang Inggris, Perang Napoleon di Eropa, dan Perang Jawa mengakibatkan beban keuangan yang berat bagi pemerintah Belanda. Diputuskan bahwa Jawa harus menjadi sebuah sumber pendapatan utama untuk Belanda dan karena itu Gubernur Jenderal Van den Bosch mendorong dimulainya era Tanam Paksa (para sejarawan di Indonesia mencatat periode ini sebagai era Tanam Paksa namun pemerintah kolonial Belanda menyebutnya Cultuurstelsel yang artinya Sistem Kultivasi) di tahun 1830.

Dengan sistem ini, Belanda memonopoli perdagangan komoditi-komoditi ekspor di Jawa. Terlebih lagi, pihak Belanda-lah yang memutuskan jenis (dan jumlah) komoditi yang harus diproduksi oleh para petani Jawa. Secara umum, ini berarti bahwa para petani Jawa harus menyerahkan seperlima dari hasil panen mereka kepada Belanda. Sebagai gantinya, para petani menerima kompensasi dalam bentuk uang dengan harga yang ditentukan Belanda tanpa memperhitungkan harga komoditi di pasaran dunia. Para pejabat Belanda dan Jawa menerima bonus bila residensi mereka mengirimkan lebih banyak hasil panen dibanding waktu sebelumnya, maka mendorong intervensi top-down dan penindasan. Selain pemaksaan penanaman dan kerja rodi, pajak tanah Raffles juga masih berlaku! Sistem Tanam Paksa menghasilkan kesuksesan keuangan. Antara tahun 1832 dan 1852, sekitar 19 persen dari total pendapatan pemerintah Belanda berasal dari koloni Jawa. Antara tahun 1860 dan 1866, angka ini bertambah menjadi 33 persen.

Pada awalnya, sistem Tanam Paksa itu tidak didominasi hanya oleh pemerintah Belanda saja. Para pemegang kekuasaan Jawa, pihak Eropa swasta dan juga para pengusaha Tionghoa ikut berperan. Namun, setelah 1850 – waktu sistem Tanam Paksa direorganisasi – pemerintah kolonial Belanda menjadi pemain utama. Namun reorganisasi ini juga membuka pintu bagi pihak-pihak swasta Eropa untuk mulai mendominasi Jawa. Sebuah proses privatisasi terjadi karena pemerintah kolonial secara bertahap mengalihkan produksi komoditi ekspor kepada para pengusaha swasta Eropa.

Zaman Liberal Hindia Belanda

Semakin banyak suara terdengar di Belanda yang menolak sistem Tanam Paksa dan mendorong sebuah pendekatan yang lebih liberal bagi perusahaan-perusahaan asing. Penolakan sistem Tanam Paksa ini terjadi karena alasan kemanusiaan dan alasan ekonomi. Pada 1870 kelompok liberal di Belanda memenangkan kekuasaan di parlemen Belanda dan dengan sukses menghilangkan beberapa ciri khas sistem Tanam Paksa seperti persentase penanaman beserta keharusan menggunakan lahan dan tenaga kerja untuk hasil panen dengan tujuan ekspor.

Baca Juga : Mimpi Berkeliling Indonesia

Kelompok liberal ini membuka jalan untuk dimulainya sebuah periode baru dalam sejarah Indonesia yang dikenal sebagai Zaman Liberal (sekitar 1870-1900). Periode ini ditandai dengan pengaruh besar dari kapitalisme swasta dalam kebijakan kolonial di Hindia Belanda. Pemerintah kolonial pada saat itu kurang lebih memainkan peran sebagai pengawas dalam hubungan antara pengusaha-pengusaha Eropa dengan masyarakat pedesaan Jawa. Namun, walau kaum liberal mengatakan bahwa keuntungan pertumbuhan ekonomi juga akan mengucur kepada masyarakat lokal, keadaan para petani Jawa yang menderita karena kelaparan, kurang pangan, dan penyakit tidak lebih baik di Zaman Liberal dibandingkan dengan masa sistem Tanam Paksa.

Abad ke-19 juga dikenal sebagai abad ekspansi karena Belanda melaksanakan ekspansi geografis yang substantial di Nusantara. Didorong oleh mentalisme imperialisme baru, negara-negara Eropa bersaing untuk mencari koloni-koloni di luar benua Eropa untuk motif ekonomi dan status. Salah satu motif penting bagi Belanda untuk memperluas wilayahnya di Nusantara – selain keuntungan keuangan – adalah untuk mencegah negara-negara Eropa lain mengambil bagian-bagian dari wilayah ini. Pertempuran paling terkenal (dan pertempuran yang paling lama antara Belanda dan rakyat pribumi) selama periode ekspansi Belanda abad ini adalah Perang Aceh yang dimulai pada tahun 1873 dan berlangsung sampai 1913, berakibat pada kematian lebih dari 100,000 orang. Namun, Belanda tidak pernah memegang kontrol penuh atas Aceh. Toh, integrasi politik antara Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara sebagai kesatuan politis kolonial telah tercapai (sebagian besar) pada awal abad ke-20.

Politik Etis dan Nasionalisme Indonesia

Waktu perbatasan Hindia Belanda mulai mirip perbatasan yang ada di Indonesia saat ini, Ratu Belanda Wilhelmina membuat pengumuman pada pidato tahunannya di 1901 bahwa kebijakan baru, Politik Etis, akan diterapkan di Hindia Belanda. Politik Etis ini (yang merupakan pengakuan bahwa Belanda memiliki hutang budi kepada orang pribumi Nusantara) bertujuan untuk meningkatkan standar kehidupan penduduk asli. Cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui intervensi negara secara langsung dalam kehidupan (ekonomi), dipromosikan dengan slogan ‘irigasi, pendidikan, dan emigrasi’. Namun, pendekatan baru ini tidak membuktikan kesuksesan yang signifikan dalam hal meningkatkan standar kehidupan penduduk asli.

Namun, Politik Etis itu ada efek samping yang sangat penting. Komponen pendidikan dalam politik ini berkontribusi signifikan pada kebangkitan nasionalisme Indonesia dengan menyediakan alat-alat intelektual bagi para elite masyarakat Indonesia untuk mengorganisir dan menyampaikan keberatan-keberatan mereka terhadap pemerintah kolonial. Politik Etis ini memberikan kesempatan lewat sistem edukasi, untuk sebagian kecil kaum elit Indonesia, untuk memahami ide-ide politik Barat mengenai kemerdekaan dan demokrasi. Maka, untuk pertama kalinya orang-orang pribumi mulai mengembangkan kesadaran nasional sebagai ‘orang Indonesia’.

Pada 1908, para mahasiswa di Batavia mendirikan asosiasi Budi Utomo, kelompok politis pribumi yang pertama. Peristiwa ini dianggap sebagai saat kelahiran nasionalisme Indonesia. Hal ini memulai tradisi politik kerja sama antara elit muda Indonesia dan para pejabat pemerintahan Belanda yang diharapkan untuk membantu wilayah Hindia Barat mencapai kemerdekaan yang terbatas.

Bab selanjutnya dalam proses kebangkitan nasionalisme Indonesia adalah pendirian partai politik pertama berbasis masa, Sarekat Islam, pada tahun 1911. Pada awalnya, organisasi ini didirikan untuk mendukung para pengusaha pribumi terhadap pengusaha Tionghoa yang mendominasi ekonomi lokal namum Sarekat Islam ini kemudian mengembangkan fokusnya dan mengembangkan kedasaran politik populer dengan tendensi subversif.

Gerakan-gerakan penting lainnya yang menyebabkan terbukanya pemikiran politik pribumi adalah Muhammadiyah, gerakan reformis sosio-religius Islam yang didirikan pada tahun 1912 dan Asosiasi Sosial Demokrat Hindia, gerakan komunis yang didirikan pada tahun 1914 yang menyebarluaskan ide-ide Marxisme di Hindia Belanda. Perpecahan internal di gerakan ini kemudian mendorong pendirian Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1920.

Pada awalnya, pemerintah kolonial Belanda mengizinkan pendirian gerakan-gerakan politik lokal namun ketika ideologi Indonesia diradikalisasi pada tahun 1920an (seperti yang tampak dalam pemberontakan-pemberontakan komunis di Jawa Barat dan Sumatra Barat di tahun 1926 dan 1927) pemerintah kolonial Belanda mengubahkan kebijakannya. Sebuah rezim yang relatif toleran digantikan dengan rezim represif yang menekan semua tindakan yang diduga subversif. Rezim represif ini justru memperparah keadaannya dengan meradikalisasi seluruh gerakan nasionalis Indonesia. Sebagian dari para nasionalis ini mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pada tahun 1927 sebagai sebuah reaksi terhadap rezim yang represif. Tujuannya adalah mencapai kemerdekaan penuh untuk Indonesia.

Peristiwa penting lainnya bagi nasionalisme Indonesia adalah Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Pada kongres yang dihadiri organisasi-organisasi pemuda ini, tiga idealisme diproklamasikan, menyatakan diri memiliki satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Tujuan utama dari kongres ini adalah mendorong persatuan antara kaum muda Indonesia. Di dalam kongres ini lagu yang kemudian menjadi lagu kebangsaan nasional (Indonesia Raya) dikumandangkan dan bendera nasional di masa kemerdekaan (merah-putih) dikibarkan untuk yang pertama kalinya. Pemerintah kolonial Belanda bertindak dengan melakukan aksi-aksi penekanan. Para pemimpin nasionalis muda, seperti Sukarno (yang di kemudian hari menjadi presiden pertama Indonesia) dan Mohammad Hatta (wakil presiden Indonesia yang pertama) ditangkap dan diasingkan.

Invasi Jepang ke Hindia Belanda

Penjahah Belanda cukup kuat untuk mencegah nasionalisme Indonesia dengan cara menangkap para pemimpinnya dan menekan organisasi-organisasi nasionalis. Namun para penjajah tidak bisa menghapuskan sentimen nasionalisme yang telah tertanam di hati bangsa Indonesia. Orang-orang Indonesia, di sisi lain, tidak cukup kuat untuk melawan pemimpin kolonialis dan karenanya membutuhkan bantuan dari luar untuk menghancurkan sistem kolonial.

Pada Maret 1942, tentara Jepang, dibakar semangatnya oleh keinginan akan minyak, menyediakan bantuan tersebut dengan menduduki Hindia Belanda. Walau pada awalnya disambut sebagai pembebas oleh penduduk pribumi Indonesia, mereka segera mengalami kesengsaraan di bawah penjajahan Jepang: kekurangan makanan, pakaian dan obat beserta kerja paksa di bawah kondisi yang menyiksa. Kurangnya makanan terutama disebabkan oleh administrasi yang tidak kompeten, dan ini mengubahkan Jawa menjadi sebuah pulau penuh kelaparan. Orang-orang Indonesia bekerja sebagai buruh paksa (disebut romusha) ditempatkan untuk bekerja dalam proyek-proyek konstruksi yang padat karya di Jawa.

Waktu Jepang mengambil alih Hindia Belanda para pejabat Belanda ditempatkan dalam kamp-kamp tawanan dan digantikan dengan orang-orang Indonesia untuk mengerjakan tugas-tugas kepemerintahan. Tentara Jepang mendidik, melatih dan mempersenjatai banyak kaum muda Indonesia dan memberikan suara politik kepada para pemimpin nasionalis. Ini memampukan para pemimpin nasionalis untuk mempersiapkan masa depan bangsa Indonesia yang merdeka. Pada bulan-bulan terakhir sebelum penyerahan diri Jepang, yang secara efektif mengakhiri Perang Dunia II, pihak Jepang memberikan dukungan penuh pada gerakan nasionalis Indonesia. Hancurnya kekuasaan politik, ekonomi, dan sosial pemerintah kolonial Belanda melahirkan sebuah era baru. Pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, delapan hari setelah penjatuhan bom atom di Nagasaki dan dua hari setelah Jepang kalah perangnya.

Perbedaan Persepsi tentang Masa Penjajahan Indonesia

Sebenarnya, ada tiga ‘sejarah’, atau lebih tepat: tiga versi periode kolonial Indonesia, yaitu:

  1. Versi Indonesia (sejarah penjajahan dari sudut pandang Indonesia)
  2. Versi Belanda (sejarah penjajahan dari sudut pandang Belanda
  3. Versi akademik (sejarah penjajahan dari sudut pandang para sejarawan)

Namun harus langsung ditekankan bahwa di dalam tiga versi masing-masing terdapat banyak variasi juga. Toh, kita dapat melihat tiga versi tersebut secara garis besar.

Yang membedakan versi Indonesia dan versi Belanda dari versi akademis jelas: versi Indonesia dan versi Belanda diwarnai oleh sentimen dan/atau kepentingan politik masing-masing, sedangkan versi akademik bertujuan untuk memberikan versi yang obyektif dan akurat (bukan berdasarkan sentimen tetapi berdasarkan bukti dan sumber). Anda sekarang mungkin pertanyakan versi yang mana yang Anda baca di atas? Nah, ikhtisar periode kolonial Indonesia yang disajikan di atas adalah sinopsis dari versi akademik. Namun, tidak kalah menariknya untuk memberikan sedikit informasi tentang sejarah penjajahan Indonesia dari sudut pandang Indonesia versus sudut pandang Belanda. Dengan versi-versi ini, yang kami maksudkan adalah konsensus umum dan pandangan umum yang diterima oleh bangsa (termasuk rakyat biasa tetapi juga para pejabat pemerintah, dan mereka yang menulis buku-buku sejarah untuk generasi muda, dll.) di kedua negara ini.

Tentunya, versi Indonesia dan versi Belanda ada banyak kesamaan. Namun, karena keterlibatan kedua pihak dalam sejarah kolonial ini, ada beberapa perbedaan terkait dengan sentimen dan kepentingan politik di masing-masing negara.

Persepsi Indonesia

Misalnya, saat berbicara dengan seorang Indonesia tentang masa penjajahan (berapapun tingkat pendidikan orangnya) ia akan mengatakan bahwa Indonesia dijajahi oleh Belanda selama tiga setengah abad. Benarkah ini? Tidak. Soalnya, statemen itu mengimplikasikan bahwa Indonesia sudah merupakan negara yang bersatu pada akhir tahun 1500-an atau awal tahun 1600-an. Namun, pada kenyataannya, tanah yang sekarang kita kenal sebagai Indonesia dikuasai banyak kerajaan yang tidak memiliki perasaan persaudaraan satu sama lain, apalagi mereka tidak mempunyai sentimen nasionalis, atau rasa persatuan lainnya. Faktanya, perang antara kerajaan-kerajaan itu terus terjadi sebelum (hampir) semua kerajaan itu ditaklukkan Belanda. Seperti digambarkan di atas, rasa persaudaraan dan nasionalisme di antara bangsa-bangsa Indonesia baru muncul awal abad ke-20.

Lagipula, seluruh wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Indonesia tidak ditaklukkan oleh Belanda pada waktu yang sama (dan kemudian dimiliki Belanda selama 3.5 abad). Sebaliknya, ekspansi politik Belanda di Nusantara agak pelan-pelan dan bertahap (makan waktu beberapa abad) sebelum wilayahnya di bawah kendali Belanda (dan di beberapa bagian kendali Belanda itu sangat dangkal, seperti di Aceh). Faktanya, baru sekitar tahun 1930-an Belanda kurang lebih memiliki seluruh wilayah dengan perbatasan yang sekarang kita kenal sebagai Indonesia.

Namun yang harus diakui bahwa beberapa bagian Nusantara memang dijajahi Belanda selama 3.5 abad (misalnya Batavia/Jakarta dan sebagian Maluku). Ada bagian lain yang dikuasai Belanda selama sekitar dua abad (misalnya sebagian besar Jawa), tetapi sebagian besar Nusantara, secara bertahap, baru ditaklukkan selama abad ke-19 dan awal abad ke-20, dan di banyak daerah tidak pernah ada penduduk asli yang melihat seorang Belanda.

Kalau gitu, kok ada pandangan bahwa (seluruh) Indonesia dijajahi Belanda selama tiga setengah abad? Jawabannya adalah ‘politik’. Yang jadi jelas dari sinopsis di atas, nasionalisme Indonesia dibentukkan oleh kesadaran para pemuda beserta bangsa Indonesia yang beragam itu (apa pun latar belakangnya, etnisnya, budayanya atau agamanya) bahwa mereka memiliki satu musuh bersama-bersama, yaitu penjajah Belanda. Justru karena memiliki satu musuh yang kuat ini, bangsa yang sangat beragam itu sempat bersatu, menjadi bangsa Indonesia. Itu juga menjelaskan kenapa – setelah musuhnya itu telah hilang pada tahun 1949 – muncul periode yang berkepanjangan dan kacau dalam politik dan masyarakat Indonesia antara tahun 1949 dan 1967. Dengan musuhnya yang hilang, tiba-tiba semua perbedaan mendasar antara rakyat Indonesia muncul ke permukaan yang kemudian mengakibatkan pemberontakan, panggilan untuk separatisme, panggilan untuk mendirikan negara Islam. Hanya ketika sebuah rezim otoriter baru, yaitu Orde Baru Suharto, mengambil kendali, kekacauan tersebut jadi hilang (dan, sama seperti penjajahan Belanda, dengan mengorbankan hak asasi manusia).

Maka demi kepentingan nasionalisme (dan untuk menjaga kesatuan Indonesia), pemerintah Indonesia (pas setelah kemerdekaan) sengaja tidak menyebutkan (misalnya dalam buku-buku sekolah) bahwa daerah-daerah dan pulau-pulau masing-masing tidak memiliki sejarah yang sama dalam konteks penjajahan.

Persepsi Belanda

Belanda juga punya cukup banyak alasan untuk menggambarkan sejarah kolonial yang berbeda dengan kenyataan. Soalnya Belanda selama beberapa dekade terakhir adalah salah satu negara yang menekankan pentingnya hak asasi manusia (HAM). Masalahnya sikap ini sangat tidak cocok dengan sejarah kolonialnya yang penuh dengan pelanggaran HAM di Nusantara (beserta di Suriname). Oleh karena itu, kekerasan yang dilakukan dalam sejarah kolonialnya tidak disebutkan di buku-buku sekolah yang dibaca murid-murid Belanda di highschool. Sebaliknya, periode VOC justru digambarkan sebagai puncak kebanggaan nasional karena – meskipun negara yang sangat kecil di Eropa – Belanda menjadi negara terkaya di dunia pada abad ke-17 (‘Zaman Keemasan Belanda’), tidak hanya dalam hal perdagangan dan militer tetapi juga dalam hal seni dan sains. Namun, pelanggaran HAM jarang disoroti.

Contoh yang menarik adalah waktu mantan Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende menjadi jengkel saat diskusi dengan Dewan Perwakilan Belanda (Tweede Kamer) pada tahun 2006. Menanggapi pandangan pesimistis DPR Belanda tentang masa depan ekonomi Belanda, Balkenende mengatakan “mari, kita optimis, mari kita menjadi berpikiran positif kembali. Mentalitas VOC itu! Pandangan yang melampaui perbatasan!” Ini adalah contoh dari memori selektif yang menandakan rasa bangga yang berasal dari periode VOC. Namun, setelah Balkenende mengatakan demikian memang banyak orang politisi Belanda, media Belanda, dan rakyat Belanda yang mengkritik pernyataan Balkenende itu.

Juga penting untuk disebutkan bahwa makin banyak orang Belanda sadar akan sejarahnya yang penuh kekerasan (termasuk perbudakan). Misalnya, patung-patung di Belanda yang memuliakan orang-orang dari masa VOC dan masa kolonial – seperti Jan Pieterszoon Coen dan J.B. van Heutsz – telah dibuang atau sangat dikritik oleh penduduk Belanda setempat.

Kasus menarik lainnya adalah permintaan maaf yang dibuat oleh duta besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan pada tahun 2013. Dia meminta maaf atas “ekses yang dilakukan oleh pasukan Belanda antara 1945 dan 1949”. Ini agak luar biasa karena ini pertama kali penjabat Belanda minta maaf soal sejarah penjajahan. Namun, belum pernah Belanda meminta maaf atas semua peristiwa kekerasan yang terjadi sebelum 1945! Bahkan waktu Raja dan Ratu Belanda, Willem-Alexander dan Maxima, mengunjungi Indonesia pada awal 2020, Willem-Alexander dengan gagap meminta maaf atas kekerasan Belanda yang terjadi pada periode 1945-1949 (bukan yang sebelum 1945).

Kenapa Belanda menunggu lama sekali sebelum minta maaf soal kekerasan 1945-1949? Diasumsikan bahwa para pejabat Belanda tidak ingin meminta maaf karena dapat menyinggung perasaan para veteran Belanda (yang mempertaruhkan nyawa mereka di Indonesia demi negara mereka) dan kerabat para prajurit Belanda yang meninggal pada periode ’45 -’49 saat berperang demi negaranya. Bahkan, kemungkinan besar pemerintah Belanda takut akan konsekuensi keuangan kalau mengakui pelanggaran HAM lewat permintaan maaf (korban yang masih hidup, atau kerabat mereka, bisa menggugat).

Sumber:

• M.C. Ricklefs: A History of Modern Indonesia since c.1200
• H. Dick, e.a.: The Emergence of a National Economy. An Economic History of Indonesia, 1800-2000
• E. Locher-Scholten & P. Rietbergen, e.a.: Hof en handel: Aziatische vorsten en de VOC 1620-1720
• D. Henley e.a.: Environment, Trade and Society in Southeast Asia
• J. Touwen: Extremes in the Archipelago: Trade and Economic Development in the Outer Islands of Indonesia, 1900-1942
• H. Jonge & N. Kaptein e.a.: Transcending Borders: Arabs, Politics, Trade and Islam in Southeast Asia

Lebih Suka Traveling Ke Luar Negeri atau Keliling Indonesia?

Kelilingindonesia.online – Kamu suka traveling? Kemanakah tujuan mu? Lebih suka mana traveling keliling Indonesia atau ke luar negeri? Jika kamu memilih untuk traveling keliling Indonesia maka banyak manfaat yang akan kamu peroleh.

Manfaat Traveling Keliling Indonesia

Belajar Banyak Bahasa

Indonesia menjadi salah satu negara dengan bahasa ibu terbanyak. Setiap provinsi memiliki bahasa daerahnya masing – masing. Bahkan setiap provinsi pun memiliki banyak bahasa yang digunakan setidaknya ada 734 bahasa daerah yang ada di 34 Provinsi di Indonesia.

Dengan menjelajahi setiap wilayah yang ada maka kita akan belajar banyak bahasa yang tak habis untuk dipelajari. Terkadang di setiap daerah akan memiliki kosakata yang sama namun dengan arti yang berbeda.

Saat traveling keliling Indonesia maka secara tidak langsung kita akan mempelajari bahasa daerah di tempat yang kita tuju meskipun hanya beberapa suku kata.

Meskipun demikian, kita tidak perlu belajar bahasa Inggris karena dengan bahasa Indonesia maka masyarakat Indonesia akan mengerti apa yang kita ucapkan.

Baca Juga : Mimpi Berkeliling Indonesia

Manjaga Kebudayaan Nusantara

Pasti tak asing lagi bagi kita bahwa beberapa kebudayaan Indonesia telah diambil oleh asing, seperti Reog Ponorogo yang telah diklaim oleh Malaysia dan beberapa lagu daerah yang diklaim negara lain.

Dengan traveling keliling Indonesia kita akan lebih mengenal kebudayaan Indonesia dan melestarikannya sehingga kita tidak lagi kehilangan kebudayaan yang kita punya.

Kebudayaan Indonesia ini beragam, ada tarian, lagu daerah, makanan nusantara dan adat istiadat.

Lebih Murah

Traveling keliling Indonesia dapat lebih hemat dibandingkan kita pergi ke Luar Negeri. Selain harga tiket masuk wisata yang murah, penginapan, makanan dan transportasi pun relatif murah dibandingkan dengan wisata ke Luar Negeri.

Banyak makanan yang murah di Indonesia namun mahal saat kita jumpai di sana, seperti sate, bakso dan indomie.

Bukan hanya itu untuk harga hotel atau penginapan pun relatif murah, terlebih jika kita bisa menginap di rumah penduduk, tentu kita akan sangat menghemat pengeluaran kita.

Bukan hanya itu makanan – makanan di Indonesia meskipun murah namun juga tetap memiliki rasa yang nikmat dan kaya akan rempah.

Baca Juga : Panduan Traveling Keliling Indonesia

Lebih Banyak Pilihan Wisata

Indonesia memiliki beraneka ragam pesona alam yang tak habis untuk dieksplore. Karena Indonesia ini merupakan negara kepulauan maka banyak pula pantai yang dimiliki oleh negara kita ini.

Setiap Provinsi yang ada pun hampir semua memiliki pantai – pantai Indah. Bukan hanya pantai, namun Indonesia juga diperkaya dengan hutan – hutan yang ada dan inilah yang menyebabkan Indonesia menjadi salah satu penyumbang oksigen terbesar di dunia.

Di dalam hutan itupun masih tersimpan banyak pesona alam seperti air terjun maupun danau yang indah. Indonesia juga memiliki banyak pegunungan yang indah nan asri yang membuat para pendaki tak pernah habis untuk menjelajahi Indonesia.

Dapat Melihat Banyak Flora dan Fauna

Banyaknya hutan di Indonesia dan pegunungan – pegunungan di Indonesia menyebabkan banyak juga flora dan fauna yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tak jarang justru flora dan fauna itu akan sangat sulit kita jumpai di negara lain. Sebagai contoh saat di Indonesia mudah sekali menjumpai pete, jengkol dan durian serta bunga rafflesia, maka tanaman – tanaman ini akan sulit kita jumpai di negeri yang lain.

Fauna seperti badak bercula satu mungkin akan sangat sulit kita temui di negeri orang, namun di Indonesia badak ini dapat kita jumpai.

Tidak Perlu Menggunakan Visa dan Paspor

Ini adalah hal terpenting saat kita lebih memilih traveling keliling Indonesia, karena kita tak perlu repot – repot untuk mengurus visa dan paspor.

Indonesia juga memiliki banyak daerah dengan gaya eropa atau tempat – tempat menakjubkan di dunia, sehingga keindahan suasana luar negeri dapat kita rasakan di Indonesia seperti kota Batam yang akan serasa seperti pergi ke Singapura atau kota lama yang ada di Jakarta yang serasa membawa kita berkeliling Eropa.

Mimpi Berkeliling Indonesia

Pernah nonton atau seenggak-enggaknya dengar program ‘100 Hari Keliling Indonesia‘ kan? Buat penggemar traveling atau pemirsa setia Kompas TV tentunya udah pada tahu acara yang di-host-in oleh Ramond Y. Tungka ini, tayang setiap Rabu jam 8 malam. Aku termasuk termasuk yang setia nonton acara 100 HKI ini. Tak hanya itu, aku malah iri dan pengen banget bisa keliling Indonesia seperti itu.

Siapa sih yang nggak akan mau keliling negeri yang indah ini? Seandainya saja kita bisa singgah di 1 pulau tiap harinya, maka butuh waktu selama 17.508 hari atau hampir 50 tahun untuk bisa menyelesaikan kunjungan ke semua pulau di Indonesia. Dan bisa dikatakan perlu seumur hidup untuk melakukannya, dan aku yakin ngga ada seorang pun yang bakal bisa melakukannya.

Baca Juga : Panduan Traveling Keliling Indonesia

Menjejakkan kaki di tempat-tempat eksotis di nusantara ini tak harus dengan biaya mahal. Program 100 HKI salah satu contohnya. Ramon dan timnya malah menggunakan transportasi darat dan laut (tanpa menggunakan pesawat terbang) dalam acara itu. Menginap di rumah penduduk, naik kereta ekonomi, bahkan numpang truk dalam perjalanan pun dilakukan.

Bagi yang nggak punya banyak waktu dan duit untuk traveling, memanfaatkan tiket promo yang ditawarkan oleh beberapa maskapai pesawat terbang bisa dijadikan alternatif untuk traveling. Nah cara yang ini menjadi cara favoritku. Beberapa traveling yang aku lakukan, bermula dari tiket promo yang aku dapat.

Mengabadikan indahnya Indonesia yang pernah dikunjungi dengan mengambil foto adalah salah satu hal yang wajib dilakukan. Dari sedikit tempat yang pernah aku kunjungi, ada cara unik yang selalu aku lakukan dalam memotret yaitu dengan menampilkan kaki atau sandal. Bagi yang sempat membaca artikel saya, tentunya sudah pernah melihatnya. Nah, berikut beberapa foto tersebut.

Baca Juga : Cerita Perjalanan Keluarga Asal Malang Keliling Indonesia dengan Campervan

Dimulai dari barat Indonesia, tepatnya di Sumatera Utara. Riak-riak kecil yang mengalun membawa ketenangan dan mendamaikan diriku yang sedang duduk di tepian danau itu.

Bergerak ke arah selatan, di sebuah pulau eksotis yang ada di timur Sumatera. Belitung, pulau yang sungguh luar biasa dalam keindahan pantai dan lautnya. Berada di atas menara suar Pulau Lengkuas (yang berada di ujung barat laut Belitung), aku nggak kuasa menahan decak kekaguman dengan panorama yang terekspos elok di hadapanku.

Di ujung selatan Sumatera, tepatnya di Lampung. Di salah satu teluk bernama Kiluan, sungguh damai saat aku menikmati ketenangan senja. Teluk Kiluan ini terkenal dengan banyaknnya lumba-lumba yang muncul ke permukaan laut pada pagi hari.

Siapa tak kenal dengan Bromo, sebuah gunung di Jawa Timur yang selalu membuat pengunjungnya ingin selalu kembali lagi. Menatap Bromo dan sahabat-sahabatnya yang begitu perkasa di tengah hamparan lautan pasir, aku nggak sanggup melukiskan keindahannya dengan kata-kata.

Dengan tubuh yang sedikit menggigil di pagi hari, Danau Segara Anak nampak sedikit tertutup kabut di bawah sana. Di sebelah kiri tempat aku berada, di sanalah puncak Rinjani setinggi 3726 meter yang pagi itu tertutup kabut tebal. Aku nggak kuasa menahan haru berada ketinggian Nusa Tenggara saat itu.

Berpindah ke utara, di Pulau Maratua yang berada di Kepulauan Derawan, provinsi Kalimantan Timur. Laut biru dengan flora dan fauna laut yang menawan menjadikan kepulauan Derawan naik daun di ranah pariwisata nusantara bahkan dunia.

Bergeser ke timur, di sebuah pulau berbentuk mirip aksara K. Berjejak di tanah para raja yang meruah dengan eksotisme budaya adalah momen yang nggak pernah akan aku lupakan. Keelokan tongkonan di Tana Toraja memang begitu memesona!

Masih banyak jejak-jejak lain yang ingin aku abadikan di negeri tercinta ini. Komodo, Maluku, Wakatobi atau Raja Ampat dan tempat-tempat lain menjadi mimpiku yang ingin kuwujudkan suatu saat nanti. Ah, memang benar bahwa perlu seumur hidup untuk menjelajahi keindahan nusantara.

Panduan Traveling Keliling Indonesia

Kelilingindonesia.online – Indonesia adalah sebuah negara yang melintasi Equator di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia memiliki perbatasan darat dengan Malaysia di utara serta Timor Leste dan Papua Nugini di timur, juga tetangga Australia di selatan, dan Palau, Filipina, Vietnam, Singapura, dan Thailand di sebelah utara, India di barat laut.

Informasi di bawah ini akan secara rutin diupdate dengan informasi terbaru dan link yang relevan. Tulisan ini ditujukan sebagai Panduan Traveling Keliling Indonesia dalam satu tulisan.

Fakta Tentang Indonesia

Bendera Indonesia, Merah Putih

Mengerti Indonesia

Dengan total 18.110 pulau, 6.000 dari pulau tersebut dihuni. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Ada sekitar 240 juta orang tinggal di negara yang paling padat penduduknya ini. Nomor empat di dunia – setelah China, India dan Amerika Serikat – dan sejauh ini adalah negara terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Penduduk Indonesia diprediksi akan menyalip AS dan menjadi yang terbesar ketiga sebelum tahun 2044. Pada dekade yang berakhir pada tahun 2010, pertumbuhan penduduk tetap tinggi pada 1,49% setiap tahun tetapi ada oposisi Muslim yang cukup besar untuk meningkatkan keluarga berencana.

Baca Juga : Cerita Perjalanan Keluarga Asal Malang Keliling Indonesia dengan Campervan

Indonesia memasarkan pariwisatanya dengan tagline Wonderful Indonesia, dan slogan yang cukup baik, meskipun dalam pelaksanaanya tidak selalu dilaksanakan dengan cara yang baik. Hutan tropis Indonesia adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Brazil, dan sedang ditebang dan dikurangi pada kecepatan yang mengkhawatirkan. Sementara surga belanja ada di Jakarta dan surga wisata ada di Bali. Setelah puluhan tahun salah dalam menguurus ekonomi 50,6% dari populasi masih mendapatkan penghasilan kurang dari USD 2/hari menurut angka yang dikumpulkan oleh bank Dunia pada tahun 2009. Hal ini telah turun sebesar 6% dalam 2 tahun antara 2007 dan 2009. Infrastruktur di beberapa bagian negara tetap belum sempurna, dan traveler yang mengunjungi tempat terpencil akan memerlukan banyak kesabaran dan fleksibilitas.

Menurut “Energi Access” Kelompok Kerja Global Network Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan, pada tahun 2001, 53,4% dari penduduk Indonesia memiliki akses listrik dan mereka mengkonsumsi 345kWh untuk setiap orang dalam setahun. Pada tahun yang sama penduduk terdekat Singapura memiliki akses 100% dan mereka konsumsi 6.641 kWh. Sebagian besar dari penduduk Indonesia masih tetap bergantung pada kayu untuk bahan bakar memasak. Pemerintah pusat telah dalam beberapa tahun terakhir melembagakan program akses gas LPG untuk digunakan sebagai pengganti bahan bakar untuk memasak.

Sejarah Indonesia

Awal, sejarah modern Indonesia dimulai pada periode dari 2500 SM ke 1500 SM dengan gelombang imigran Austronesia berkulit coklat terang, yang diperkirakan berasal di Taiwan. Kelompok Neolitik ini orang, terampil dalam perjalanan maritim di laut terbuka dan juga pertanian. Mereka diyakini Cepat menggantikan yang sudah ada, sebuah populasi kurang berkembang.

Dari titik ini dan seterusnya, puluhan kerajaan dan peradaban berkembang dan memudar di berbagai belahan nusantara. Beberapa kerajaan penting termasuk Sriwijaya (abad ke-7-14) dari Sumatera dan Majapahit (1293- 1500), yang berbasis di Jawa Timur tapi pertama untuk menyatukan pulau-pulau utama Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan (sekarang Kalimantan) serta bagian dari Semenanjung Malaysia.

Orang Eropa pertama yang tiba (setelah Marco Polo yang melewati di 1200-an) adalah Portugis, yang diberi izin untuk mendirikan sebuah gudang di sebuah tempat yang kini dikenal sebagi jakarta Jakarta pada 1522. Namun pada akhir abad, Belanda mulai banyak mengambil alih, bersaing dengan Inggris pada tahun 1619. yang kemudian menguatkan posisinya di Jawa, dan berlanjut hinga 350 tahun penjajahan. Pun Inggris pernah menduduki Jawa pada tahun 1811-1816. Pada tahun 1824, Belanda dan Inggris menandatangani Perjanjian Anglo-Belanda yang membagi Melayu ke dalam wilayah kekuasaan Belanda dan Inggris. Belanda menyerahkan Malaka ke Inggris, dan Inggris menyerahkan semua koloni mereka di Sumatera kepada Belanda. Garis divisi kira-kira sesuai dengan apa yang sekarang perbatasan antara Malaysia dan Indonesia, dengan segmen kecil menjadi perbatasan antara Singapura dan Indonesia.

Berbagai kelompok nasionalis mulai berkembang pada awal abad ke-20, dan ada beberapa gangguan, namun cepat diatasi oleh Belanda. Pemimpinnya ditangkap dan diasingkan. Kemudian selama Perang Dunia II, Jepang menaklukkan sebagian besar pulau-pulau. Pada bulan Agustus 1945 di vakum pasca perang setelah Jepang menyerah kepada pasukan sekutu tentara dan angkatan laut Jepang masih menguasai mayoritas kepulauan Indonesia. Jepang setuju untuk mengembalikan Indonesia ke Belanda, tapi terus mengelolanya untuk sementara. Karena Belanda tidak dapat segera kembali akibat ketidak stabilan besar-besaran dari dampak perang di Eropa.

Kemerdekaan Indonesia

Pada 17 Agustus 1945 Sukarno membaca Proklamasi atau Deklarasi Kemerdekaan dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk pemerintah sementara. Sebuah konstitusi, yang disusun oleh komite persiapan PPKI diumumkan pada tanggal 18 Agustus dan Sukarno dinyatakan Presiden dengan Hatta sebagai Wakil Presiden. PPKI kemudian dibuat ulang ke dalam (Komite Nasional Indonesia Pusat) KNIP dan KNIP menjadi badan sementara. Pemerintah baru dipasang pada tanggal 31 Agustus 1945. pendiri Indonesia Soekarno (Soekarno) dan Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga : 6 Bulan Keliling Indonesia Habis Rp 15 Juta, Yudha Diikuti Setan

Belanda melancarkan kampanye diplomatik dan militer untuk merebut kembali bekas koloni mereka dari kaum nasionalis. Perdebatan, negosiasi, partisi dan konflik bersenjata menang antara Indonesia baru merdeka dan Belanda. Beberapa negara termasuk Amerika Serikat yang sangat kritis terhadap Belanda di periode pasca perang ini segera dan pada satu tahap pada akhir 1949 pemerintah AS menghentikan bantuan yang diberikan kepada Belanda di bawah rencana Marshal. Masalah ini juga diangkat oleh PBB yang baru dibentuk. Setelah empat tahun pertempuran, Belanda menerima kekalahan dan tanggal 27 Desember 1949 mereka secara resmi ditransfer kedaulatan “Republik Indonesia Serikat” (Republik Indonesia Serikat). Pada Agustus 1950 sebuah konstitusi baru diproklamasikan dan baru Republik Indonesia dibentuk dari aslinya tetapi sekarang diperluas Republik untuk menyertakan Sumatera Timur dan Indonesia Timur / Negara Indonesia Timur. Jakarta dibuat ibukota Republik Indonesia namun Belanda dan Indonesia tetap dalam serikat konstitusional teoritis dengan Indonesia memegang status negara merdeka sepenuhnya.

Pada September 1950 Natsir dan partai Masyumi memimpin pemerintah pertama sepenuhnya Indonesia yang independen. Sukarno kembali lagi ke peran Presiden dan dari waktu ke waktu datang untuk menegaskan kekuatan yang lebih besar dalam peran tersebut. Untuk sementara waktu Indonesia menggunakan konstitusi sementara dimodelkan pada itu dari AS yang juga mengambil banyak dari PBB Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948. Pada 26 September 1950 Indonesia dibawa ke PBB yang baru dibentuk. The 1950 Konstitusi tampaknya telah upaya untuk membuat sebuah sistem democractic liberal dengan dua kamar parlemen. Kemudian pada tahun 1955, masih dalam konstitusi sementara ini, Indonesia mengadakan pemilu bebas pertama.

Pemerintah baru ditugasi menyelesaikan versi permanen dan terakhir dari konstitusi tapi setelah banyak perdebatan konsensus tidak tercapai menuju mengorganisir demonstrasi publik pada tahun 1958. Pada tahun 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit membubarkan konstitusi maka saat ini dan dikembalikan UUD 1945. Indonesia kemudian memasuki era Demokrasi Terpimpin dengan Kepala Negara asumsi kekuasaan presiden lebih kuat dan juga menyerap peran sebelumnya yaitu Perdana Menteri.

Dari deklarasi awal mereka kemerdekaan Indonesia mengklaim Papua Barat sebagai bagian dari bangsa mereka, tetapi Belanda memegang ke tahun 1960-an, dan pada awal tahun enam puluhan ada konflik bersenjata lebih lanjut atas wilayah itu. Setelah kesepakatan damai yang ditengahi PBB, dan referendum, Papua Barat menjadi bagian dari Indonesia dan berganti nama sebagai Irian Jaya, yang artinya Ikut (bagian dari) Republik Indonesia, Anti Belanda. Tetapi sekarang ini hanya disebut Papua.

Selama sesudah perang dan periode perang dingin Sukarno membuat kemajuan ramah ke Amerika Serikat, Uni Soviet dan kemudian, Cina. Dia juga mencoba untuk memutar salah satu terhadap yang lain ketika ia berusaha untuk membangun bangsa sebagai negara non-blok. Banyak yang cemas pasca perang dingin, Sukarno mau terlibat dalam dialog yang intim dengan Soviet, juga diterimanya bantuan sipil dan militer, peralatan, dan bantuan teknis dari Uni Soviet. Sukarno secara terbuka menyatakan bahwa pertunangannya dengan Soviet adalah untuk membantu dalam mempromosikan baru Republik Indonesia sebagai negara pasca perang Nonblok dan untuk membantu dalam membangun kembali bangsa setelah perang Pasifik. Pada saat ini AS berusaha untuk mengkonsolidasikan kontrol mereka atas kepentingan daerah dan strategis di Asia Tenggara dan Indo-Cina.

AS, berhadapan dengan negara kepulauan tampaknya tangguh dalam nasionalisme. Indonesia berusaha untuk mendapatkan dan mempertahankan kontrol atas sumber daya penting dan rute pengiriman wilayah tersebut. Mereka melihat Indonesia sebagai negara yang berpotensi tidak stabil dan dalam kekosongan kekuasaan yang tersisa di bangun dari kekalahan Jepang di Indonesia. Belanda, bangsa mereka dilanda perang Eropa tidak dapat sepenuhnya merebut kembali koloni mereka dan mempertahankan kontrol atas pasang naik nasionalisme Indonesia.

Belanda juga menjadi sasaran tekanan dari AS dan pemerintah barat lainnya selain masalah besar mereka sendiri di rumah. AS diam-diam mendukung kegiatan Sukarno anti dan operasi untuk mengacaukan gerakan nasionalis. Pada 1957-1958, CIA menyusup senjata dan personil untuk mendukung pemberontakan daerah melawan Sukarno. Tindakan rahasia pada saat ini menyebabkan penangkapan seorang pilot Amerika dan sebuah pesawat. Kegiatan melibatkan penggunaan kekuatan tentara bayaran serta dukungan materi dan keuangan dari pemberontak. Pendanaan, lengan, dukungan logistik dan pelatihan disediakan secara terselubung oleh AS karena perpecahan faksi, elemen sayap kanan, dan kelompok-kelompok Islam radikal termasuk Darul Islam dalam upaya untuk mendapatkan AS dan kontrol barat nasionalisme Indonesia. Tindakan didukung dari kedutaan besar AS di Singapura, berdasarkan unsur-unsur armada ke-7 AS yang ditempatkan Sulawesi dan Sumatra dan dengan kerjasama dan dukungan dari pemerintah Inggris dan badan-badan intelijen Barat.

Kekuasaan Baru

Pada tahun 1965, dalam keadaan sangat kontroversial dan membingungkan yang melibatkan sebuah kudeta militer, Sukarno, yang dikenal karena dukungannya terhadap nasionalisme dan kemerdekaan Indonesia yang terlantar akibat Suharto, seorang jenderal militer dengan pandangan anti komunis yang kuat. Suharto awalnya bertugas di angkatan pendudukan Jepang mendukung kepolisian, kemudian ia memasuki PETA (Pembela Tanah Air) dan melanjutkan untuk melatih di Jepang yang dipimpin angkatan bersenjata Indonesia dari masa pendudukan. Dalam periode pasca perang diyakini ia jatuh di bawah pengaruh AS dan patronase dan dengan dukungan mereka ia dan pendukungnya naik dalam sosok dan pengaruh.

Kudeta

Pada September 1965 enam jenderal dibunuh dalam upaya kudeta jelas. Penculikan dan pembunuhan berikutnya terjadi dalam situasi yang sangat mencurigakan dan rekening resmi agak membingungkan telah ditemukan sangat tersangka. Sekelompok perwira senior termasuk komandan militer Letnan Jenderal Ahmad Yani tampaknya telah semakin bertentangan dengan aliansi petugas sayap kanan termasuk Suharto. Petugas yang dibunuh adalah mendukung Sukarno dan menampung hubungan Presiden dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). Subandrio, Menteri Luar Negeri Sukarno, wakil perdana menteri kedua dan kepala intelijen, 1960-1966 telah menyusup ke agen pertemuan rahasia jenderal sayap kanan merencanakan penggulingan Sukarno.

Hal ini diyakini ia mungkin telah diendapkan pemberontakan dengan merilis informasi tentang hal ini tetapi rincian masih belum pasti. Pemberontakan dilaporkan antara unit di Jawa Tengah, unit angkatan udara di Halim pangkalan angkatan udara dan angkatan bersenjata unit yang menduduki Lapangan Merdeka, bagian strategis dari ibukota. Apa yang disebut “kelompok 30 September” pemimpin mengklaim pasukan hadir di Lapangan Merdeka adalah untuk melindungi Presidensi dari pemberontakan yang direncanakan akan segera diatur oleh sekelompok jenderal yang didukung oleh CIA.

Jenderal Suharto kemudian dilaporkan memadamkan tindakan ini dalam angkatan bersenjata dalam satu hari. Para petugas sayap kanan yang kemudian naik ke tampuk kekuasaan mengutuk pembunuhan perwira tentara senior dan mengklaim pemberontakan yang melibatkan unit militer karya komunis. Karena semakin dokumentasi muncul dari arsip Barat tampaknya semakin jelas bahwa acara ini panggung berhasil memungkinkan Suharto kesempatan untuk kemudian mengklaim kepemimpinan. Pada tahap awal Suharto menyalahkan pembunuhan pada sekelompok pemuda PKI yang menghasut anak mudah, perempuan dan “unsur-unsur dari Angkatan Udara”.

Pembersihan

Pembunuhan itu kemudian harus disalahkan pada PKI, komunis dan gerakan 30 September, ironisnya kelompok yang sama yang telah mengaku datang bersama-sama dalam upaya untuk menggagalkan sayap kanan kudeta. Suharto awalnya mengaku mendukung Presiden Sukarno tapi kemudian merebut kekuasaan sendiri, meminggirkan Sukarno, menyatakan Orde Baru (Orde Baru). Serangkaian pembersihan anti-komunis berdarah kemudian memprakarsai menyebabkan kematian 500,000-2,000,000 orang (perkiraan bervariasi). Pemerintah Barat menutup mata terhadap pembantaian dan mereka tetap substansial dilaporkan di Barat untuk waktu yang cukup. Banyak sejarawan telah sejak gudang cahaya pada keterlibatan badan intelijen AS dan tingkat yang lebih rendah kontak bersama mereka di Inggris, intelijen Jerman dan Jepang dalam keadaan menjelang perebutan kekuasaan oleh Suharto dan pembersihan pembunuh berikutnya.

Suharto dan Reformasi berikutnya

Ketika informasi mengenai pembunuhan yang meluas akhirnya dibebaskan, semuanya hanya diselimuti misteri. Badan-badan intelijen AS dan CIA kemudian ditemukan terlibat dalam memasok nama dan alamat anggota PKI kepada tentara Indonesia, Suharto koperasi dan CIA yang didanai regu kematian Muslim, yang diburu kaum kiri bawah dan membunuh mereka. Diklasifikasikan file AS sejak menunjukkan bahwa pemerintah AS memberikan bantuan rahasia untuk Suharto dan regu kematian untuk melakukan pembersihan luas di seluruh Indonesia. Menyusul kenaikan Suharto berkuasa, kepentingan AS di wilayah itu aman dan pengaruh mereka atas RI dan sumber daya bangsa terus ke dalam abad baru.

Di bawah Suharto 1966-1997, Indonesia menikmati stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sebagian besar kekayaan terkonsentrasi di tangan kecil, korup, elit dan perbedaan pendapat secara brutal dihancurkan. Selama krisis ekonomi Asia pada tahun 1997 nilai rupiah Indonesia anjlok, mengurangi separuh daya beli masyarakat Indonesia. Dalam pergolakan kekerasan berikutnya, yang sekarang dikenal sebagai Reformasi, Soeharto dijatuhkan dan rezim yang lebih demokratis.

Setelah Reformasi 1998

Bekas koloni Portugis di Timor Timur dianeksasi oleh Indonesia pada tahun 1975, tapi ada perlawanan bersenjata. Setelah beberapa dekade pemerintahan Indonesia, pada tanggal 30 Agustus 1999, referendum provinsi kemerdekaan disetujui oleh rakyat Timor Timur. Indonesia enggan melepas, herannya menerima hasilnya (meskipun milisi tentara protes dengan menjarah ibukota Dili), dan Timor Timur merdeka pada tahun 2002.

Satu gerakan separatis yang lebih keras terjadi di negara taat Islam Aceh di ujung utara Sumatera. Setelah puluhan tahun pemberontakan dan pembicaraan gagal, kebuntuan itu dipecahkan oleh tsunami tahun 2004, yang menewaskan lebih dari 200.000 orang di Aceh. Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (Gerakan Aceh Merdeka, GAM) menandatangani perjanjian perdamaian tahun depan, dengan Aceh menyerah berjuang untuk kemerdekaan dalam pertukaran untuk yang diberikan otonomi khusus termasuk hak untuk memberlakukan Syariah (hukum Islam), dan sampai saat ini perdamaian telah digelar.

Pada tahun 2004 Indonesia mengadakan pemilu pertama di mana orang-orang secara langsung memilih presiden dan wakil presiden. Presiden Indonesia mungkin saat ini melayani maksimal dua kali berturut-turut lima tahun. Saat ini Indonesia merupakan salah satu dunia demokrasi terbesar dan akan melalui periode reformasi sulit dan penemuan kembali mengikuti Reformasi dan lembaga pemerintah yang terpilih secara demokratis. Untuk membantu dalam transformasi dari tahun kontrol terpusat dibawah rejim Soeharto peran pemerintah daerah dan provinsi telah diperkuat dan ditingkatkan. Proses pemilu di Indonesia memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dan sifat dan pemerintahan buatan juga administrasi secara perlahan berubah di seluruh Indonesia. Perubahan bangsa sejak jatuhnya Suharto juga telah ditandai dengan kebebasan yang lebih besar berbicara dan pengurangan besar-besaran dalam sensor politik yang menjadi ciri dari era Orde Baru Soeharto. Ada debat politik yang lebih terbuka di media berita serta dalam wacana umum, politik dan debat sosial.

Masyarakat Indonesia

Meskipun 50 tahun mempromosikan Bhinneka Tunggal Ika (“Bhinneka Tunggal Ika”) sebagai moto resmi negara, konsep sebuah “Indonesia” masih buatan dan warga negara membagi diri sepanjang membunuh besar etnis, suku, suku dan bahkan kasta. Jika ini tidak cukup, perbedaan agama menambahkan bahan yang mudah menguap ke dalam campuran dan kesenjangan besar dalam kekayaan menciptakan masyarakat kelas juga. Pada skala numerik murni, kelompok etnis terbesar adalah Jawa (45%) dari Jawa tengah dan timur, Sunda (14%) dari Jawa Barat, Madura (7,5%) dari pulau Madura, dan Pantai Melayu (7,5 %), sebagian besar dari Sumatera. Hal ini membuat 26% untuk Aceh dan Minangkabau Sumatera, Bali, Iban dan Dayak dari Kalimantan, dan tambal sulam membingungkan kelompok di Nusa Tenggara dan Papua – total resmi tidak kurang dari 3000!

Untuk sebagian besar, banyak orang di Indonesia hidup berdampingan dengan gembira, namun konflik etnis yang terus bercokol di beberapa daerah terpencil di negeri ini. Kebijakan transmigrasi (transmigrasi), diprakarsai oleh Belanda tapi diteruskan oleh Suharto, dipindahkannya orang Jawa, Bali dan pendatang Madura ke bagian terpencil Nusantara. Para pemukim baru, dipandang sebagai hak istimewa dan sensitif, sering dibenci oleh rakyat pribumi dan, terutama pada Kalimantan dan Papua, menyebabkan konflik, bahkan kadang-kadang kekerasan.

Satu kelompok etnis terutama terkenal ditemukan di seluruh negeri adalah Cina Indonesia, yang dikenal sebagai Tionghoa atau agak menghina cina. Pada sekitar 6-7 juta dari mereka membuat 3% dari populasi dan mungkin merupakan kelompok etnis Cina terbesar di negara manapun di luar China. Tionghoa Indonesia memegang pengaruh yang tidak proporsional dalam perekonomian, dengan satu yang terkenal – jika sebagian besar didiskreditkan – Studi perusahaan di Bursa Efek Jakarta menyimpulkan bahwa sebanyak 70% dari perusahaan-perusahaan (dan, dengan ekstensi, negara) yang dikendalikan oleh etnis Cina.

Mereka dengan demikian tunduk pada penganiayaan, dengan Cina dipaksa pindah ke daerah perkotaan pada tahun 1960, dipaksa untuk mengadopsi nama dan larangan Indonesia yang dikenakan pada pengajaran bahasa Cina dan menampilkan karakter Cina. Pogram anti-Cina juga terjadi, terutama di 1965-1966 pembersihan anti-komunis setelah kudeta Soeharto dan lagi pada 1998 setelah kejatuhannya, ketika lebih dari 1.100 orang tewas dalam kerusuhan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Namun, pemerintah pasca-Reformasi telah terbalik sebagian besar undang-undang yang diskriminatif, dan tulisan Cina dan festival Cina telah membuat munculnya kembali, dengan Tahun Baru Cina yang telah dinyatakan sebagai hari libur umum nasional sejak 2003. Sementara sebagian besar Jawa Cina monolingual di Indonesia, banyak orang Cina di Sumatra dan Kalimantan terus berbicara berbagai dialek Cina.

Kebudayaan Indonesia

Tidak ada namanya satu kesatuan budaya Indonesia, tapi budaya Hindu dari bekas kerajaan Majapahit tidak menyediakan kerangka kerja untuk banyak tradisi budaya yang ditemukan di pulau-pulau utama seperti Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Mungkin yang paling khas seni “Indonesia” adalah wayang kulit, di mana menceritakan potongan rumit dan rinci adegan dari Mahabharata dan Ramayana dan cerita rakyat populer lainnya. Wayang didampingi dengan orkestra gamelan, biasanya diadakan dalam rangka upacara keagamaan dan hiburan tradisional. Kebudayaan Indonesia adalah terkait dengan orang Melayu, termasuk barang-barang penting seperti kain batik dan keris belati, dan budaya Arab juga telah diadopsi berkat perkembangan Islam.

Budaya modern populer Indonesia sebagian besar didominasi oleh kelompok etnis terbesar, orang Jawa. Larangan Suharto impor Barat seperti rock’n’roll, sudah lama dicabut, menyebabkan perkembangan dari bentuk-bentuk asli dari musik seperti dangdut, bentuk gerah pop dikembangkan pada 1970-an, dan menyodorkan panggul televisi dari bintang muda Inul Daratista pada tahun 2003 yang hampir sama kontroversial seperti Elvis dulu. Anggun Cipta Sasmi adalah penyanyi Indonesia berbakat yang menjadi seorang penyanyi terkenal di Prancis. Single “La neige au Sahara” menjadi hit teratas di tangga lagu Eropa pada musim panas 1997.

Kebanyakan film Indonesia adalah film anggaran B rendah. “Daun di Atas Bantal” (1998) adalah pengecualian; memenangkan “film terbaik” penghargaan di Festival Film Asia Pasifik di Taipei, Taiwan (1998). The Raid, Redemption (Indonesia: Serbuan Maut), dan juga dikenal sebagai The Raid dirilis pada tahun 2011 di Toronto International Film Festival dan memiliki distribusi internasional. Film action Indonesia ini memiliki anggaran produksi 1.100.000 £ Itu ditulis dan disutradarai oleh Gareth Evans (UK) dan dibintangi Iko Uwais. Evans dan Uwais merilis film aksi pertama mereka, Merantau pada tahun 2009.

Kedua film menampilkan seni bela diri tradisional Indonesia Pencak Silat. Sastra Indonesia belum membuat banyak kemajuan di panggung dunia, dengan karya-karya obor pembawa Pramoedya Ananta Toer lama dilarang di tanah airnya sendiri, tetapi era pasca-Soeharto telah melihat ledakan kecil dengan Saman Ayu Utami melanggar kedua tabu dan catatan penjualan.

Agama Di Indonesia

80-88% dari penduduk Indonesia menyatakan agama mereka sebagai Islam (Sunni) membuatnya menjadi secara angka menjadikannya agam terbesar dan Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. Namun demikian, Indonesia secara resmi tetap menjadi negara sekuler. Meskipun ortodoksi agama yang berbeda-beda di kepulauan Indonesia ketaatan yang ketat dari kode pakaian Islam jelas di beberapa negara umumnya tidak ada. Di kota-kota besar jilbab dan manifestasi yang jelas dari iman pengecualian daripada aturan. Di beberapa wilayah regional dan negara yang taat hal Aceh dapat jauh lebih ketat. Bahkan, meskipun secara nominal Muslim, banyak cerita dan adat istiadat yang Hindu, Budha atau animisme berasal lokal dijaga dengan baik oleh sebagian besar penduduk.

Empat agama yang diakui di Indonesia lainnya adalah Protestan (5%), Katolik Roma (3%), Hindu (2%) dan Budha (1%). Hindu terkonsentrasi pada Bali, sementara orang-orang Kristen kebanyakan ditemukan di sebagian Sumatera Utara, Papua, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Buddhisme, di sisi lain, terutama dilakukan oleh etnis Cina di kota-kota besar. Ada juga animisme di seluruh negeri.

Hukum nasional Indonesia menetapkan bahwa semua warga negara Republik harus menyatakan agama mereka dan bahwa agama dinyatakan harus menjadi salah satu dari lima yang resmi disetujui oleh negara, tapi setelah reformasi, Konfusianisme sekarang diakui (sebelumnya itu disamakan dengan Buddhisme, Protestan dan Katolik Roma), sayangnya tidak untuk Ahmadiyah Islam dan Syiah. Hal ini menyebabkan distorsi jelas. Sebagai contoh, banyak praktisi animisme menyebut diri mereka Muslim atau Kristen untuk kepentingan birokrasi negara dan banyak umat Islam di daerah pedesaan juga memiliki cara hidup tradisional mereka yang sangat mempengaruhi praktek mereka dari Islam.

Hari Libur Di Indonesia

Indonesia yang Multikultural merayakan berbagai macam raya keagamaan dan festival, tetapi banyak yang terbatas pada daerah kecil (misalnya, festival Hindu Bali). Berikut ini meliputi hari libur nasional diterapkan terlepas dari keyakinan mereka.

Musim yang paling signifikan dari tahun adalah bulan puasa Ramadhan. Selama 30 hari yang, Muslim yang taat menahan diri dari lapar dan dahaga (makanan, minuman, asap) mulai matahari terbit hingga terbenam. Orang bangun pagi untuk hal-hal diri sebelum matahari terbit (sahur), pergi bekerja terlambat, dan lepas landas awal untuk kembali pulang pada waktunya untuk berbuka puasa (buka puasa) saat matahari terbenam. Non-Muslim, serta Muslim bepergian (musafir), dibebaskan dari puasa tetapi sopan untuk menahan diri dari makan atau minum di depan umum. Banyak restoran tutup pada siang hari dan orang-orang yang tetap terbuka (misalnya, restoran hotel),hanya saja dengan tirai yang menutupi jendela. Selama Ramadan, semua bentuk kehidupan malam termasuk bar, klub malam, karaoke dan panti pijat dekat tengah malam, dan (terutama di daerah lebih saleh) beberapa memilih untuk tetap tertutup seluruhnya. Pelancong bisnis akan melihat bahwa benda bergerak dengan kecepatan yang lebih dari biasanya glasial dan, terutama menjelang akhir bulan, banyak orang akan mengambil cuti.

Puncaknya pada akhir bulan atau hari Idul Fitri (juga dikenal sebagai Lebaran), ketika hampir seluruh negara mengambil satu atau dua minggu cuti untuk kembali ke rumah untuk mengunjungi keluarga. Di Indonesia ritual ini dikenal sebagai mudik, yang berarti pulang. Ini adalah salah satu waktu dalam 1 tahun ketika Jakarta tidak memiliki kemacetan lalu lintas. Tetapi seluruh negara tidak, dengan semua bentuk transportasi yang selalu penuh sesak. Semua kantor pemerintah (termasuk kedutaan) dan banyak bisnis tutup selama seminggu atau bahkan dua, dan berkeliling Indonesia sebaiknya dihindari jika mungkin.

Hari libur Muslim lainnya termasuk Idul Adha (hari kurban), Isra Mi’raj Muhammad SAW, Hijrah (tahun baru Islam) dan Maulid Muhammad SAW. Libur Kristen termasuk Natal, Hari Kenaikan, Jumat Agung, sedangkan Tahun Baru Hindu Nyepi (Maret-April) dan Buddha mendapatkan hari libur untuk Imlek (Tahun Baru Cina) Januari-Februari dan Waisak (ulang tahun Buddha), dirayakan dengan prosesi di sekitar Borobudur. Liburan ke non-agama termasuk Tahun Baru (1 Januari) dan Hari Kemerdekaan (17 Agustus).

Tanggal dari banyak liburan yang ditetapkan menurut berbagai kalender lunar dan tanggal sehingga berubah dari tahun ke tahun. Departemen Tenaga Kerja dapat mengubah tanggal resmi hari libur jika mereka dekat dengan akhir pekan. Ada hari resmi lain cuti untuk pekerja, yang disebut cuti bersama (mengambil hari libur bersama-sama), yang kadang-kadang dekat dengan hari raya Idul Fitri.

Iklim Di Indonesia

Iklim di Indonesia sebagian besar hangat, dan udara basah. Iya, Indonesia adalah tempat yang hangat. Tidak memiliki musim semi, musim panas, musim gugur, atau musim dingin, hanya dua musim: hujan dan kering, yang keduanya relatif (masih hujan selama musim kemarau, itu hanya hujan kurang). Meskipun ada variasi regional yang signifikan, di sebagian besar negara (termasuk Jawa dan Bali) musim kemarau adalah April sampai Oktober, sementara musim hujan adalah November sampai Maret.

Di dataran tinggi suhu secara alami akan lebih dingin, dan ada puncak bahkan tertutup salju di Papua, di atas gunung pada ketinggian 5000m. Membawa jaket tebal sangat direkomendasikan jika berencana untuk mengunjungi dataran tinggi, misalnya, Gunung Bromo di Jawa atau Tana Toraja di Sulawesi.

Zona Waktu Indonesia

Karena negara ini sangat besar, Indonesia dibagi menjadi tiga zona waktu:

GMT +7: Waktu Indonesia Barat (WIB)

  • Sumatra, Java, Kalimantan Tengah Dan Barat

GMT +8: Waktu Indonesia Tengah (WITA)

  • Bali, Kalimantan Selatan Dan Timur, Sulawesi, Nusa Tenggara

GMT +9: Waktu Indonesia Timur (WIT)

  • Maluku, Papua

Area Di Indonesia

Bangsa Indonesia hampir tak terbayangkan luasnya: Lebih dari 17.000 pulau menyediakan 108.000 kilometer garis pantai. Jarak antara Aceh di Barat dan Papua di Timur lebih dari 4.000 km (2.500 mil), sebanding dengan jarak antara New York City dan San Francisco. Berbaring di tepi barat Cincin Api Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi, yang 130 dianggap aktif, serta banyak gunung berapi bawah laut. Pulau New Guinea (di mana provinsi Papua, Indonesia terletak) adalah pulau terbesar kedua di dunia.

Sumatra (Termasuk Kepulauan Riau Dan Bangka-Belitung); Liar dan kasar, pulau terbesar ke-6 di dunia memiliki kekayaan alam dan budaya yang besar dengan lebih dari 40 juta jiwa. Habitat bagi banyak spesies yang terancam punah.

Kalimantan (Borneo); Sebagian besar dari pulau ini, pulau terbesar ketiga di dunia, ditutupi oleh provinsi Indonesia. Hutan yang belum dipetakan, sungai besar, rumah orangutan, surga bagi petualang.

Jawa Dan Madura; Jantung negara Indonesia, kota-kota besar termasuk ibukota Jakarta, dan banyak orang terkonsentrasi di sebuah pulau yang tidak terlalu besar. Di Jawa banyak khasanah budaya seperti di kota Yogyakarta, Borobudur dan Prambanan.

Bali; Sejauh ini, Bali adalah tujuan yang paling populer di Indonesia, Budaya Bali yang unik, pantai legendaris, daerah dataran tinggi yang spektakuler dan kehidupan bawah laut yang unik membuatnya menjadi favorit diantara wisatawan global.

Sulawesi (Celebes); Berbentuk aneh, pulau ini memiliki banyak keragaman masyarakat dan beberapa pemandangan spektakuler, budaya Toraja, flora dan fauna yang kaya, salah satu tempat menyelam terbaik di dunia.

Nusa Tenggara; Juga dikenal sebagai Kepulauan Sunda Kecil, yang “Kepulauan Tenggara”, mengandung sejumlah kelompok etnis, bahasa dan agama, serta Komodo juga tempat menyelam yang spektakuler.

Maluku; Kepulauan Rempah-Rempah yang bersejarah, diperebutkan sampai hari ini, sebagian besar belum diselidiki dan hampir tidak diketahui oleh dunia luar.

Papua; Bagian barat pulau New Guinea, dengan pegunungan, hutan, rawa-rawa, sebuah padang gurun yang hampir tak tertembus di salah satu tempat terpencil di bumi.

Kota Besar Di Indonesia

  • Jakarta — Kota paling padat di Indonesia, juga ibukota negara.
  • Bandung — Kota pelajar yang ada di dataran tinggi dingin Jawa
  • Banjarmasin — Kota terbesar di Kalimantan dengan warisan arsitekturnya yang kaya
  • Manado — Kota Kristen di ujung timur laut Sulawesi, yang terkenal untuk menyelam
  • Medan — Kota utama di Sumatra.
  • Semarang — Ibukota Jawa Tengah, dengan paduan Jawa, Cina, dan pengaruh Belanda
  • Makassar (Ujung Pandang) — Pintu gerbang ke Sulawesi
  • Yogyakarta — Pusat budaya Jawa dan titik akses ke candi Prambanan dan Borobudur
  • Jayapura — Ibukota Papua dan pintu gerbang ke dataran tingginya

Destinasi Populer Di Indonesia

  • Lembah Baliem – Jalur trekking yang luar biasa ke area suku Lani, Dani dan Yali, suku – suku di daerah terpencil Papua.
  • Borobudur – Salah satu candi Budha terbesar di dunia yang terletak di provinsi Jawa Tengah; sering dikombinasikan dengan kunjungan ke reruntuhan Hindu yang sama mengesankannya di dekat Prambanan.
  • Bromo-Tengger-Semeru National Park – Beberapa pemandangan gunung berapi paling menakutkan di planet ini dan salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat matahari terbit.
  • Bunaken – Salah satu yang terbaik scuba diving tujuan di Indonesia, bahkan dunia.
  • Kerinci Seblat National Park – Harimau, gajah, bunga rafflesia mengerikan dan banyak lagi di hamparan besar hutan ini di Sumatera.
  • Komodo National Park – Rumah komodo dan ekosistem lautnya yang sangat penting.
  • Danau Toba – Danau vulkanik terbesar di dunia.
  • Lombok – Pulau yang populer di sebelah timur Bali dengan dengan pulau kecilnya Gili, juga Gunung Rinjani dan masih banyak lagi.
  • Tana Toraja – Wilayah dataran tinggi Sulawesi Selatan terkenal karena upacara pemakaman yang luar biasa.

Destinasi Budaya Dan Sejarah Di Indonesia

  • Keraton Kasunanan Surakarta