Wisata Keluarga ke Pantai Serang

Pantai Serang merupakan salah satu pantai yang sudah dikelola oleh pemerintah, pantai yang terletak di Desa Serang, Kec. Panggungrejo, Kab. Blitar ini merupakan pantai yang memiliki agenda paling padat jika dibandingkan pantai – pantai di Blitar. Dukungan pemerintah desa terhadap pengembangan wisata pantai di Blitar ini membuat pantai ini menjadi salah satu favorit wisatawan di Blitar.

Pantai serang merupakan pantai dengan banyak pepohonan yang rindang. Itulah yang membuat pantai ini cocok untuk piknik keluarga. Karena dengan banyaknya pohon cemara udang yang rimbut membuat kita hanya perlu membawa tikar dan menggelarnya untuk bersantai. Apalagi dengan angin sepoi-sepoi yang berhembus dari laut dan suara debur ombak yang memberikan kesan tersendiri. Sangat berbeda dengan pantai jebring di Blitar selatan yang gersang dan tidak ada pepohonan di pinggir pantai.

Dengan bentang pantai yang cukup panjang dan berada di wilayah pantai selatan pulau jawa membuat pantai ini memiliki ombak yang begitu besar. Tidak disarankan untuk melakukan aktivitas di air apabila berada di pantai serang.

Baca juga artikel berikut ini : Berpetualang ke Pantai Umbul Waru

Meskipun begitu, sesekali pantai ini digunakan untuk berselancar ketika ombak sedang bagus. Rimbunnya pepohonan di sekitar pantai ini membuat pengunjung bisa menikmati pantai tanpa harus kepanasan.

Selain bisa menikmati keindahan pantai di pepohonan yang rindang, pantai ini juga memiliki konservasi penyu yang akan dilepas setiap beberapa bulan sekali. Beberapa waktu lalu kami sudah bagikan informasi pelepasan tukik (anak penyu) di pantai serang. Kala itu ada lebih dari 100 ekor penyu spesies penyu sisik yang dilepas ke lautan.

Penjual makanan juga tertata sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pemandangan pantai yang berombak besar. Selain itu pantai serang merupakan pantai dengan pemandangan sunset terindah di Blitar. Jadi apabila kalian ingin menikmati sunset yang indah, kalian bisa datang ke pantai serang di sore hari. Bahkan kalau beruntung terkadang tampak lumba – lumba yang lewat sambil melompat tampak indah di ujung lautan ketika senja.

Perjalanan menuju Pantai Serang Blitar membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Dari Kota Blitar menuju ke selatan melewati Lodoyo kemudian ambil arah ke timur menuju Margomulyo. Sesampainya di pertigaan dengan patung KB 2 anak cukup, ambil kanan ke arah Panggungrejo. Ikuti jalan utama terus sampai tiba di pasar Panggungurejo. Pertigaan beringin ambil ke kanan menuju ke Pantai Serang.

Berpetualang ke Pantai Umbul Waru

Pantai dengan air terjun memiliki daya tarik tersendiri. Selain Malang dan Pacitan, ternyata Blitar juga punya loh pantai dengan air terjun yang cukup memukau untuk dikunjungi. Nama pantai yang bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Blitar ini namanya Pantai Umbul Waru.

Pantai umbul waru secara administratif terletak di desa Sidomulyo, Kec. Bakung, Kab. Blitar. Pantai ini bisa dibilang cukup sempit jika dibandingkan dengan pantai pangi maupun pantai tambakrejo. Selain itu sempitnya pantai dan tebing karang membuat pengunjung yang main ke pantai ini tidak bisa menikmati apabila ombak sedang pasang. Air terjunnya pun tidak bisa dinikmati ketika ombak pasang, karena ombak di pantai ini benar-benar besar jika dibanding pantai lain di Blitar selatan.

Sangat disarankan untuk datang ke pantai umbul waru ketika ombak sedang surut, supaya bisa menikmati air terjunya. Selain itu apabila berkunjung ke pantai ini pastikan membawa bekal, karena lokasinya yang cukup jauh dari pemukiman penduduk. Apabila ombak sedang pasang jangan paksakan untuk melihat air terjun dari bawah, karena benar-benar berbahaya! Harap diperhatikan.

Baca juga artikel berikut ini : Menanti Keindahan Pantai Gayasan

Untuk menuju pantai umbul waru, kalian bisa memilih rute melewati monumen trisula maupun goa embultuk. Karena akses ke pantai ini berada di tengah-tengah rute tersebut.

Apabila kalian dari monumen trisula, ikuti arah ke air terjun tirtogaluh, kemudian terus sampai melewati jembatan. Ketika kalian sampai di pertigaan apabila lurus ke pantai pasur, belok ke kiri. Ikuti jalan terus hingga ada pos kamling di tikungan. kalian bisa belok kanan untuk menuju pantai umbul waru. Ikuti jalan utama terus maka kalian akan sampai di pantai. Jangan ragu untuk bertanya pada orang yang kalian temui di jalan supaya tidak tersesat.

Selain lewat pos kamling tersebut, kalian juga bisa melewati jalan yang berada tepat di depan kantor kelurahan sidomulyo. Lewat jalur ini relatif lebih mudah dibanding jalur pos kamling. Usahakan untuk tidak membawa motor matic, karena jalan bebatuan dan tanjakan yang cukup tinggi akan membuat beltnya bermasalah seperti yang dialami rombongan beberapa waktu lalu.

Kalian akan parkir kendaraan di pinggir jalan utama dan harus berjalan melewati kebun tebu. Selain itu kalian perlu tracking menuruti tebing yang cukup melelahkan. Pastikan kalian dalam kondisi fit dan sehat. Ingat, jangan meninggalkan sampah apapun di tempat ini dan utamakan keselamatan.

Menanti Keindahan Pantai Gayasan

Pantai Gayasan terletak di Desa Tumpak kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar.  Pantai Gayasan  terletak diantara pantai Tambakrejo dan pantai Pangi.

Pantai ini menawarkan pesona pasir putih dan pemandangan alamnya yang indah sehingga cocok untuk dijadikan salah satu tujuan destinasi wisatawan yang ingin menambah agenda plesir untuk mengisi hari libur bersama keluarga.

Letak pantai Gayasan tepatnya dibelakang “alas” gayasan atau hutan gayasan. Itulah sebabnya mengapa pantai ini dinamakan pantai Gayasan oleh masyarakat setempat karena letaknya yang berada di belakang hutan Gayasan yang sekarang ini oleh masyarakat ditanamani tebu, jadi pantai Gayasan nyaris tidak terlihat, hanya deruan ombaknya yang sesekali terdengar sampai tiga kilometer dari bibir pantai.

Pantai Gayasan memiliki hamparan pantai yang panjang. Warna pasir pantainya bervariasi dari putih, cokelat, hingga hitam. Di sebelah Timur pantai terdapat sungai yang cukup dalam. Uniknya semakin mendekati bibir pantai, sungai tersebut semakin dangkal dan berkelok ke tengah sehingga tampak membelah pantai menjadi dua bagian. Benar-benar unik dan menarik. Pesonanya hampir tak dapat dikiaskan dengan kata kata.

Baca juga artikel berikut ini : Explore ke Pantai Pangi

Pantai Gayasan masih benar-benar alami belum ada toilet, kamar ganti, atau infrastruktur apa pun. Oleh karenanya, jika kalian ingin menyambangi pantai ini, sangat disarankan untuk mempersiapkan diri, baik fisik maupun kendaraan. Jangan lupa pula untuk membawa perbekalan bila dirasa perlu.

Di pantai Gayasan wisatawan dimanjakan dengan suara merdu deburan ombak dan air yang berkejaran hilang di bibir pantai yang berpasir, membasahi kaki hingga tiada terasa mengundang pengunjung untuk melakukan kegiatan bermain seperti voli pantai, membuat kastil pasir, dan berfoto bersama, mencari inspirasi atau juga untuk belajar tentang flora dan fauna yang hidup di sekitar pantai Gayasan. Seperti pantai-pantai lainya, pantai Gayasan dihuni oleh tumbuhan (vegetasi) pantai seperti pandan, Ketepeng dan Butun sehingga membentuk formasi pescaprae dan formasi baringtonia.

Akses menuju Pantai Gayasan juga masih tergolong sulit. Sejauh ini baru tersedia jalan makadam dengan kondisi yang berkelok-kelok naik turun. Butuh kewaspadaan ekstra untuk melaluinya. Selain itu, mengingat banyaknya cabang pada rute menuju pantai, sangat disarankan untuk meminta arahan pada penduduk setempat. Selamat mencoba.

Explore ke Pantai Pangi

Pantai Pangi berada di Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Berada di sebuah teluk membuat pantai ini memiliki ombak yang tidak terlalu besar meski berada di pantai selatan, sehingga menjadi favorit para wisatawan dari dalam maupun luar kota. Adanya muara di salah satu sisi pantai dapat digunakan sebagai tempat untuk bermain. Tidak hanya itu, anda bisa naik perahu untuk berkeliling muara sungai. Pepohonan cemara udang yang lumayan rimbun membuat siapapun yang berkunjung ke pantai ini bisa berteduh di bawahnya.

Meskipun begitu, harap berhati-hati untuk yang mau mainan air maupun mandi di pantai ini. Karena ada bagian pantai yang memiliki arus bawah laut sehingga dapat membuat pengunjung terseret hingga ke tengah. Oleh karena itu, ada beberapa kasus orang yang terseret ombak hingga ke tengah karena berenang pada tempat yang salah. Namun untuk keamanan, lebih baik tidak bermain air di pantai ini ketika air laut sedang pasang. Cukup duduk dan bersantai menikmati pemandangan yang syahdu.

Apabila mencari pantai yang enak buat camping, pangi merupakan salah satu pantai paling enak untuk camping di Blitar.

Baca juga artikel berikut ini : Jelajah ke Pantai Pasur

Lokasinya yang mudah dijangkau dan sumber air yang melimpah membuat pantai ini selalu ramai wisatawan camping ketika akhir pekan. Fasilitas di pantai pangi ini juga cukup lengkap, seperti kamar mandi, mushola, bahkan warung makan yang buka hingga larut malam.

Selain bersantai dan bermain air di pantai, anda juga bisa menikmati pantai pangi dengan memancing. Tidak sedikit wisatawan yang memancing di pantai pangi, terutama ketika pagi dan air laut sedang surut. Ada banyak jenis ikan yang bisa ditangkap, salah satu ikan yang cukup digemari untuk dipancing adalah Ikan Ancang-Ancang yang memiliki duri berwarna kebiruan. Biasanya warga sekitar apabila sedang musim ikan ini mengolahnya dengan cara membakar dengan sambal kecap yang mantap.

Harga Tiket Masuk saat ini merupakan yang termahal jika dibandingkan pantai di Blitar. Yaitu sebesar 8000 rupiah, sedangkan pada umumnya htm untuk pantai-pantai di Blitar berkisar 3.000 sampai 5.000. Sedangkan untuk naik perahu di muara sungai pantai pangi dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000 / orang untuk dua putaran.

Jelajah ke Pantai Pasur

Terletak di pesisir selatan pulau jawa membuat Blitar memiliki banyak sekali pantai, jika di ujung timur terdapat Pantai Jolosutro, sedangkan di ujung barat terdapat Pantai Pasur. Pantai dengan pasir hitam yang juga pernah dijadikan tambang pasir hitam seperti pantai jebring.

Pantai pasur terletak di desa Bululawang, Kec. Bakung, Kab Blitar. Dengan bentang pantai kurang lebih 1km, membuat pantai pasur menjadi pantai dengan bentang pantai terpanjang kedua di Blitar setelah pantai Jolosutro.

Meskipun begitu, hingga saat ini pantai pasur belumlah menjadi destinasi wisata yang dikembangkan, hanya dibiarkan begitu saja. Mungkin karena masih terkena dampak efek tambang pasir besi yang pernah eksis.

Di sebelah timur, terdapat beberapa pepohonan cemara udang yang sudah mulai tinggi, sedangkan di sisi barat juga terdapat muara sungai yang menawarkan pemandangan indah. Sedangkan di bagian tengahnya masih tandus tanpa ada pepohonan. Gundukan tanah juga tampak cantik ketika musim hujan karena rumput-rumput liar tumbuh dengan subur.

Baca juga artikel berikut ini : Jalan-Jalan Sore di Pantai Jebring

Kondisi ombak di samudera hindia yang besar membuat pengunjung tidak bisa bermain di laut, sebagai gantinya terdapat muara sungai yang cantik di sisi barat pantai ini. Namun belum ada fasilitas penunjang seperti tempat ganti baju dan sejenisnya.

Untuk mencapai pantai ini terdapat dua jalur, yaitu jalur melalui Tumpak Kepuh dan Melalui Monumen Trisula. Dari Blitar Kota ambil arah selatan menuju ke Kademangan, setelah itu ambil ke selatan arah pantai tambakrejo. Sesampainya di perempatan gawang, ada dua rute yang bisa dipilih

  • Lurus ambil rute ke tambakrejo, hingga menemukan pertigaan pohon beringin kecil ambil kanan ke pantai pangi. Ikuti jalan sampai perempatan kantor desa tumpak kepuh ambil ke kanan sampai mentok dan ambil kiri menuju ke pasur. Di rute ini bisa mampir ke Pantai Pangi dan Goa Umbul Tuk
  • Belok kanan ambil rute ke Monumen Trisula, Ikuti jalan sampai di pertigaan setelah monumen Trisula ambil kiri. Ikuti jalan terus sampai melewati jembatan dan tanjakan. Sesampainya di pertigaan besar ambil lurus menuju ke pantai. Di rute ini bisa mampir ke Jurug Goa Luweng, Monumen Trisula dan Air Terjun Tirto Galuh.

Jalan-Jalan Sore di Pantai Jebring

Pantai Jebring merupakan satu dari sepuluh pantai yang ada di Desa Ngadipuro, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar. Desa ngadipuro yang terletak di pesisir selatan Blitar ini memiliki 10 pantai cantik yang belum terlalu populer, dengan trend sosial media saat ini banyak pantai-pantai cantik ini yang mulai terekspos sehingga meningkatkan minat kunjung masyarakat terutama kawula muda untuk mejelajahi Blitar.

Pantai jebring memiliki bentang pantai yang cukup luas, meski hanya terpisah saat pasang dengan pantai princen yang ada di sebelahnya. Dengan pasir hitamnya yang melimpah, konon pantai ini pernah menjadi tambang pasir besi di masa lalu. Meskipun cukup terkenal di kalangan netizen, sayangnya pantai ini belum dikelola dengan baik, masih dibiarkan apa adanya meski sekarang sudah mulai tampak ada penjual yang mendirikan warung non permanen di sekitar pantai. Sehingga untuk yang pergi ke pantai enggak perlu ribet beli minum dimana atau harus bawa bekal dari rumah.

Di sebelah barat pantai jebring terdapat aliran sungai yang cukup besar, meski tak sebesar sungai yang ada di pantai pasur bakung.

Baca juga artikel berikut ini : Keindahan Pantai Pudak di Desa Ngadipuro

Tampak pepohonan cemara udang mulai tumbuh yang sepertinya tak lama lagi akan merubah kesan panas di pantai ini menjadi pantai yang cukup sejuk dan layak untuk dikunjungi apabila mencari alternatif pantai yang sepi di Blitar.

Selain ombak yang besar dan pasir yang berwarna hitam, salah satu icon pantai jebring adalah batu besar dengan bentuk unik yang ada di pinggir pantainya. Banyak juga orang memancing di pinggir pantai ini.

Untuk menuju pantai jebring, dari Blitar kota anda mengambil arah ke selatan sampai dengan Sutojayan / Lodoyo. Dari arah Lodoyo masih ambil arah selatan menuju daerah ngeni. Ikuti jalan utama terus sehingga anda sampai di pertigaan percabangan pantai serang dan pantai-pantai ngadipuro. Ambil jalan ke kanan dan ikuti terus jalan utama hingga anda menemukan plang dengan peta 10 rute pantai di desa ngadipuro ini. Pilih rute menuju ke pantai jebring.

Keindahan Pantai Pudak di Desa Ngadipuro

Blitar punya banyak pantai yang menarik untuk dikunjungi, meski tidak semua pantai punya akses yang mudah. Pada kesempatan ini, Kami mau berbagi info tentang salah satu Pantai Pudak di Blitar yang perlu kamu kunjungi minimal sekali seumur hidup.

Pantai pudak ini terletak di Ds. Ngadipuro, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar. Mungkin banyak yang belum tahu tentang desa ngadipuro, kalau dari arah Sutojayan / Lodoyo, lokasinya berada di sebelah selatan Ds. Ngeni.

Pantai Pudak memang tidak terlalu luas, namun warna pasirnya yang putih dan lembut ini menjadi salah satu daya tarik yang tidak ditemukan di pantai lain. Selain warna pasir yang putih, pantai ini memiliki bentang yang tidak terlalu luas sehingga siapapun bisa menikmati dari ujung ke ujung.

Sebagai pantai di Blitar yang masih belum terlalu ramai atau bahkan bisa dibilang sepi, tidak ada pengunjung lain ketika Jelajah Blitar sampai di pantai ini. Berasa pantai milik sendiri. Mungkin apabila datang di akhir pekan akan ada beberapa orang di pantai ini. Sedangkan kalau di hari biasa, hampir jarang ada pengunjungnya.

Baca juga artikel beriktu ini : Explore Pantai Jolosutro di Blitar

Pantai Pudak merupakan pantai yang masih belum dikelola, ketika Jelajah Blitar datang, nggak ada fasilitas apapun di pantai ini. Jangan berharap menemukan kamar mandi apalagi warung di pantai ini.

Oleh karena itu, ada baiknya membawa bekal terlebih dahulu sebelum datang ke pantai pudak. Daripada kelaparan di pantai yang super duper sepi ini malah bikin bingung mau ngapain aja.

Dari Kota Blitar kamu bisa menuju ke selatan arah Lodoyo – Ngeni – Ngadipuro. Kondisi jalan sampai di Ds. Ngadipuro sebenarnya bisa dibilang cukup mudah dan tingkat kesulitan jalannya bisa ditolerir. Hanya saja, dari pemukiman warga ke pantai yang butuh waktu sekitar 15 menit perjalanan.

Untuk kendaraan roda dua bisa dibawa sampai ke pantai. Hanya saja usahakan menggunakan kendaraan yang agak tinggi, jangan terlalu rendah. Kondisi jalan dari desa terakhir menuju ke pantai di dominasi jalanan berbatu yang besar.

Motor yang terlalu rendah bisa tersangkut dengan batu, apalagi mobil. Mending naik motor bebek atau motor laki yang cukup tinggi.

Explore Pantai Jolosutro di Blitar

Pantai Jolosutro terletak di Dsn. Ringinsari, Ds. Ringinrejo, Kec. Wates, Kab. Blitar. Berada tepat di samudera hindia dan bentang pantai yang bisa dibilang paling luas di Blitar membuat pantai jolosutro memiliki ombak yang besar, ditambah lagi pasir hitam yang melimpah membuat sebagian orang enggan untuk mengunjunginya ketika siang hari. Setiap tahunnya. ribuan orang memadati pantai Jolosutro untuk mengikuti ritual Melasti menjelang nyepi.

Dengan bentang pantai yang luas, pantai jolosutro ini memiliki banyak perbedaan di setiap bagiannya. Pada bagian timur terdapat muara sungai yang tak begitu besar alirannya ketika kemarau, selain itu juga terdapat pepohonan cemara udang yang cukup rimbun dan rapat sehingga sejuk untuk berteduh.

Sedangkan di bagian tengah, terdapat pepohonan cemara udang tidak begitu rapat namun cenderung lebih tertata sehingga bisa memandang lebih luas. Agak ke barat terdapat semacam kolam yang memiliki banyak jenis ikan dan mulai ditanam mangrove di sekitarnya.

Baca juga artikel berikut ini : Jelajahi Pantai Tambakrejo

Sedangkan pada bagian paling barat bisa dibilang gersang namun ada beberapa onggok batu yang memiliki bentuk kotak-kotak bentukan alam yang menakjubkan. Sisi ini tidak banyak dikunjungi orang karena biasanya cenderung malas untuk mencapainya.

Untuk bermain air di pantai jolosutro sangat tidak disarankan, lebih baik ke pantai pangi apabila memang berniat untuk bermain air di pantainya. Untuk camping? Memungkinkan sebenarnya, terdapat kamar mandi dengan air tawar di sekitar pantai. Sedangkan penjual makanan tidak terlalu ramai hanya tampak beberapa warung yang jumlahnya kurang dari 10.

Akses jalan yang cukup mudah bahkan bisa dibilang hampir yang paling mudah di wilayah Blitar ini membuat orang biasanya membawa gerobak untuk berjualan di pantai ini ketika akhir pekan.

Kendaraan roda dua hingga elf long pun bisa sampai lokasi, sedangkan untuk bus besar belum bisa digunakan untuk sampai ke pantai. Apabila kalian menggunakan kendaraan roda dua, bisa berhenti di perbukitan sebelum sampai pantai untuk mendapatkan pemandangan yang menakjubkan.

Jelajahi Pantai Tambakrejo

Pantai Tambakrejo merupakan pantai yang paling populer untuk semua kalangan di Blitar maupun luar Blitar. Salah satu pantai yang paling ramai dengan berbagai macam fasilitas yang ada di Blitar. Pantai Tambakrejo terletak di Desa Tambakrejo, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar yang berjarak kurang lebih 30km dari Kota Blitar. Membutuhkan waktu kurang lebih hampir 1 jam perjalanan karena kondisi jalan yang tidak terlalu luas.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan di pantai tambakrejo seperti bersantai bersama keluarga, memancing, bahkan menikmati aneka kuliner seafood dengan harga standard. Tambakrejo memiliki TPI (Tempat Pelelangan Ikan), wisatawan bisa memilih beragam jenis ikan yang tersedia di pantai ini, baik yang masih mentah maupun yang sudah matang.

Kondisi pantai tambakrejo ketika akhir pekan benar-benar ramai, tidak hanya dikunjungi wisatawan dari Blitar tetapi dari luar Blitar juga. Pengunjung juga diminta untuk tidak bermain air di pantai tambakrejo karena ombaknya yang benar-benar besar.

Baca juga artikel berikut ini : Jelajahi Pantai Tamban Malang Yang Indah

Mungkin dulu nama Pantai Tambakrejo masih cukup terdengar asing di telinga. Namun secara perlahan Pantai Tambak rejo, yang menampilkan kondisinya sebagai pantai apa adanya justru lebih menarik dan indah. Secara perlahan pantai di Blitar Selatan ini semakin dinikmati para wisatawan yang berkunjung kesini.

Mungkin karena dahulu letak atau lokasi yang kurang strategis sehingga tidak banyak orang mengetahui keberadaan pantai ini. Namun sekarang jalanan menuju ke pantai ini sekarang sudah bagus. Tiketnya pun juga tidak terlalu mahal. Pengelolaan pun juga terlihat semakin professional. Itu membuat pantai ini kian hari makin populer.

Pengunjung juga bisa berkeliling pantai tambakrejo menggunakan perahu nelayan. Menurut informasi dari netizen biaya untuk sekali naik perahu untuk mengarungi pantai tambakrejo adalah Rp 15.000 / orangnya.

Setiap orangnya dikenakan biaya Rp. 6.000 untuk masuk ke pantai ini. Selain bisa ke pantai tambakrejo, kalian juga bisa menuju ke pantai pasetran gondo mayit yang terletak dibalik bukit pantai tambakrejo tanpa harus membayar tiket masuk lagi.

Cantiknya Danau Weekuri di Sumba

Danau Weekuri berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 150 meter ke daratan, lebar terjauh 50 meter, serta kedalaman bagian kiri sekitar 3 meter dan bagian kanan 5 meter saat laut pasang. Saat air danau surut, dasar danau terendah hanya sekitar 30 cm dan hanya tampak pasir putih mengkilap.

Weekuri berasal dari bahasa Sumba, yakni wee artinya air dan kuri artinya parutan atau percikan. Weekuri artinya air hasil parutan karang yang menerobos ke daratan, kemudian membentuk danau.

Rerimbunan pohon mengelilingi bibir danau membuat suasana sangat sejuk. Di bibir danau dibangun sebuah rumah kecil dari kayu bulat. Tempat itu disiapkan pedagang untuk menjual kain tenun ikat khas Sumba, gelang, akar bahar, dan berbagai suvenir khas Sumba.

Danau Weekuri yang berwarna hijau kebiru-biruan ini merupakan danau yang sangatlah unik. Khususnya dari kandungan airnya yang asin dan payau. Sebenarnya danau ini adalah sebuah laguna yang terbentuk dari air lautan lepas yang berada di kisaran danau.

Air tersebut masuk dari celah-celah bebatuan yang berada di gugusan karang sekitaran danau. Selain sifat air payau yang dibawa dari laut, uniknya lagi di danau ini terdapat beberapa titik sumber mata air yang membuat gradasi warna air di danau ini bervariatif.

Baca juga artikel : Jelajahi Air Terjun Lapopu Yang Menawan Di Sumba Barat

Ada yang berwarna biru cerah, biru sedikit kehijau-hijauan. Bahkan ada yang rasanya hangat dan ada yang dingin. Keunikannya sangat jarang ditemukan pada danau-danau lainnya di Indonesia!

Selain dapat menikmati keindahan Danau Weekuri dengan bermain air atau berenang, pengunjung juga dapat menikmati dan menjelajahi keindahannya dari ketinggian. Hanya perlu berjalan kaki menyusuri jalan setapak ke arah barat.

Dari atas puncak bukit karang ini, pengunjung akan merasakan sensasi berbeda. Jauh lebih indah jika menikmati panorama keindahan Danau Weekuri dari atas bukit karang ini. Lautan biru dengan ombaknya yang menghantam gugusan karang yang mengelilingi danau.

Pemandangan ini membuat pengunjung berdecak kagum. Danau Weekuri pun terlihat seperti kolam biru apabila dilihat dari ketinggian.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Danau Weekuri adalah jam 4 sore hari. Pada sore hari matahari mulai condong ke barat sehingga langitnya yang biru akan memantulkan cahaya ke danau, selain itu juga pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam dari atas puncak bukit karang ini.